Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Kenalkan Astrofotografi melalui Kegiatan Workshop
Penulis Berita : Humas/And • Fotografer : Humas/And • 11 Nov 2018 • Dibaca : 1477 x ,

Kabid Diseminasi Pusat Sains Antariksa LAPAN, Emanuel Sungging memberikan paparan mengenai astrofotgrafi.

Gebyar perayaan ulang tahun ke-50 Taman Ismail Marzuki (TIM) disemarakkan dengan berbagai pagelaran dan kegiatan edukasi. Salah satunya, Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UPPKJ) TIM menggelar Workshop Astrofotografi bertemakan “Menguak Semesta melalui Fotografi”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber, salah satunya Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa LAPAN, Dr. Emanuel Sungging Mumpuni. Kegiatan yang diprakarsai oleh Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ini berlangsung di Ruang Multimedia, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta, Sabtu (10/11).

Moderator acara, Muhammad Rayhan menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membuka wawasan publik, dalam hal ini masyarakat awam, untuk lebih memahami cara memotret objek astronomi, yang tantangannya beda dengan teknik fotografi lainnya.

Di dalam menjelaskan astrofotografi itu sendiri, Sungging mengatakan, bahwa ada proses-proses ilmiah yang semua itu adalah misteri dari sebuah gambar. “Sebab, banyak hal yang bisa diungkapkan melalui sebuah gambar,” jelasnya. Sementara, berbicara mengenai pengamatan antariksa yang menjadi objek pengamatan dalam ilmu astronomi, tidak lain adalah sebuah proses mengukur. Maka, di dalam pengukurannya harus cermat dan sesuai dengan standar-standar yang ada.

Lalu bagaimana mengukurnya? Fotografi, dijelaskannya, merupakan teknik menggambar menggunakan cahaya. Maka, ia mengenalkan peserta tentang pemahaman spektroskopi. Dipaparkannya, bahwa warna-warna juga menjadi hal yang penting untuk dihitung.

“Seorang ilmuwan harus bisa mempertanggungjawabkan pengukurannya, sehingga hasil risetnya bisa menjadi sumber ilmu bagi yang mempelajarinya,” tegasnya. Dari sisi ilmu astronomi, ia menerangkan, alam semesta tercipta dari sebuah ledakan dan terus mengembang. Hal ini dilihat dari spektrumnya. Dari dasar tersebut, ia berbagi ilmu, astrofotografi sebagai alat ukur untuk mendapatkan data-data yang diperoleh dari alam semesta.

Memotret objek astronomi bisa menggunakan kamera sederhana. Ia mencontohkan telpon seluler. “Strateginya adalah ketekunan. Untuk memulainya, lihatlah dari sesuatu yang menarik! Jangan lupa, biasakan diri menulis untuk mencatatkan data dan perkembangan pengamatannya. Lalu yang jadi kuncinya adalah sering latihan,” paparnya.

Tidak semua objek astronomi bisa dilihat kenampakannya menggunakan mata telanjang. Ia pun berbagi kiat tentang teknik pengambilan objek tersebut, salah satunya teknik fotografi infra merah. Sambil mempraktikkan cara pengambilan gambarnya, ia juga menjelaskan berbagai macam perbedaan yang fundamental dari teknik fotografi regular dengan astrofotografi.

Workshop ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang lebih banyak membahas strategi atau kiat pengambilan objek astronomi. Sungging menanggapinya dengan berbagi pengalamannya saat memulai membidik objek menggunakan kamera dari handphone yang ia gunakan dari waktu ke waktu. Menurutnya, masing-masing objek mempunyai makna yang beda berdasarkan hasil yang akan ia ukur.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL