Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN : Hasil Litbangyasa Bisa Untuk Dukung Program Pembangunan di Daerah
Penulis : Ahmad Syarifudin • Media : tribunnews.com • 10 Nov 2018 • Dibaca : 4380 x ,

TRIBUNJOGJA.COM - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggelar Sosialisasi hasil Litbangyasa, di Pendopo Gandung Pardiman center (GPC), Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Sabtu (10/11/2018).

Hadir dalam sosialisasi tersebut, anggota DPR RI komisi VII, Drs HM Gandung Pardiman, dan Asisten Sekda Bantul bagian Perekonomian dan Pembangunan, Bambang Guritno serta sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di Yogyakarta.

Kepala Biro Kerjasama Humas dan Umum, Chris Dewanto, mengatakan sebagai lembaga pemerintah non kementerian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan, Lapan memiliki bank data penginderaan jauh nasional.

Menurutnya, semua citra-citra satelit di Indonesia dikumpulkan di Lapan sejak lama. Dari resolusi rendah, menengah bahkan sangat tinggi di bawah satu meter ada.

"Ada yang 30 centimeter, ada yang 50 centimeter. Nah semua itu dikumpulkan di Lapan dan itu dikoleksi lama. Mungkin sejak tahun 70-an. Sampai sekarang dikumpulkan," ujar Chris, Sabtu (11/10/2018)

Citra satelit dan data yang ada di Lapan, lanjut Chris, dapat sangat bermanfaat untuk inventarisasi dan update data, seperti mitigasi bencana, komoditas pertanian, pemukiman, pariwisata, pertambangan hingga tata kota.

"Sekarang ini dunia programnya SGD (Sustainable Development Gold) pembangunan yang berkelanjutan," tutur dia.

Indonesia, lanjut Chris, sebenarnya sudah memiliki Peraturan presiden nomor 9 tahun 2017 setebal 102 halaman yang mengatur tentang itu. Tujuannya, tidak lain, untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparan.

Dunia sudah bergerak mengarah ke arah pembangunan berkelanjutan. Asia Pasifik juga sudah mengawali pembangunan itu dengan membuat Asian Plan.


"Bagaimana memanfaatkan teknologi antariksa untuk kesejahteraan umat manusia," terangnya.

Indonesia sudah membuat perpres, tinggal saat ini, yang harus dilakukan, menurut Chris adalah mendukung kebijakan itu sehingga rakyat di seluruh Indonesia bisa sejahtera.

Dalam pemanfaatan hasil Litbangyasa, sejauh ini, diakui Chish, Lapan sudah bekerjasama dengan 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Tiap-tiap Provinsi memanfaatkan hasil penelitian dari Lapan sesuai kebutuhan. Semisal Aceh ataupun Jawa Tengah menggunakan citra setelit dalam pengurusan perpajakan bumi bangunan (PBB).

Citra satelit oleh Pemda Jawa Tengah digunakan untuk pemetaan setiap jengkal tanah yang ada di Semarang.

"Jadi, orang [bayar pajak] tidak lagi bisa ngibul (bohong), mengakunya tanah doang tapi ternyata ada bangunan. Pembangunan mengaku segini, ternyata sekian. [lewat citra satelit] ketangkep semua," jelas dia.

Selain itu, citra satelit juga bisa digunakan untuk mitigasi bencana. Semisal tiba-tiba di suatu daerah terjadi tanah longsor. Lewat pemetaan dengan mancocokan antara gambar sebelum dan sesudah bencana, akan lebih mudah mengetahui posisi korban ada dimana.

"Dengan citra satelit, ini loh sebelumnya gambarnya seperti ini, setelah longsor gambarnya seperti ini. Kemungkinan orangnya tertimbun di sini. Padahal areanya banyak, tapi kita bisa tahu," paparnya.

Selain longsor, menurut Chris, data yang dimiliki LAPAN juga sangat bermanfaat untuk proses penanggulangan bencana banjir. Semisal, beberapa banjir rob yang terjadi di Pekalongan ataupun kota Semarang.

Dari tahun 1988 sampai data terkini tahun 2018, LAPAN selalu mencatat dan monitor penurunan tanah. Berapa centimeter setiap tahunnya, penurunan tanah yang terjadi di Pekalongan dan kota Semarang. "LAPAN selalu monitor dan memiliki data tersebut," terang dia.

"Termasuk ketika Pemerintah Daerah menginginkan cek produktivitas pertanian. Ini kapan tanam, kapan panen. Kami punya data itu. Banyak banget," imbuh dia.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, menurut Chris perlu adanya kerjasama antara LAPAN dan pemerintah daerah dalam pemanfaatan teknologi dan aplikasi.

"Pemda maunya apa, LAPAN bisa menyediakan apa. Kalau LAPAN sih nggak pernah minta uang, karena kita dibayari oleh negara. Anggarannya dari negara, apapun kita bantu," tegas dia.

Sementara itu, anggota DPR RI dari komisi VII, Gandung Pardiman, mengatakan, hasil Litbangyasa dari LAPAN memiliki banyak sekali manfaat. Baik untuk pemetaan, potensi daerah, maupun dalam pengembangan sektor wisata yang belum banyak terdeteksi dari udara dan kemudian ditangkap oleh masyarakat.

"LAPAN sangat strategis dalam membuka potensi-potensi daerah yang harus dibuka. Untuk itu, saya bukan hanya sekali ini, saya akan memenuhi beberapa permintaan dengan Bupati yang diwakili Assek II, ingin membuka kerjasama kaitannya mendukung RTRW di Kabupaten Bantul," tutur Gandung.

Menurutnya, untuk mengetahui secara tepat potensi tata ruang dan tata wilayah, tidak hanya diketahui secara asal-asalan. Tetapi berdasarkan pada potret yang akurat.

"Jadi data LAPAN ini sangat penting," tegasnya.

Lebih lanjut, politisi partai Golkar itu berharap, kedepan setiap desa dan kecamatan di Kabupaten Bantul nantinya bisa diberikan potret pemetaan.

Hal ini menurutnya penting untuk mengetahui secara total kondisi wilayah masing-masing Desa, Kecamatan bahkan sampai seluruh Kabupaten. (tribunjogja)







Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2018/11/10/lapan-hasil-litbangyasa-bisa-untuk-dukung-program-pembangunan-di-daerah?page=3.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL