Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Paparkan Potensi Kegiatan Pemantauan dan Layanan Satelit dalam Pertemuan HLF 2018
Penulis Berita : Humas/Oroswin • Fotografer : Dok. UNOOSA • 21 Nov 2018 • Dibaca : 4166 x ,

Suasana pemaparan Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti dalam pertemuan HLF 2018 di Jerman, 13-16 November 2018

Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti hadir mewakili LAPAN dalam United Nations/Germany High Level Forum: The way forward after UNISPACE+50 and on Space2030, sebut saja HLF 2018. Kegiatan ini berlangsung di Bonn, Jerman pada tanggal 13-16 November. 

HLF 2018 diselenggarakan oleh United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) bekerja sama dengan DLR (German Aerospace Center) dan Pemerintah Kota Bonn. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 300 peserta dari 30 negara.

HLF itu sendiri adalah pertemuan pertama setelah UNISPACE+50 dan merupakan platform dalam menyediakan pembaruan dan rekomendasi potensi inovasi di bidang keantariksaan. Tujuannya untuk mengatasi tantangan-tantangan baru pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dalam forum ini juga dibahas hasil dari UNISPACE+50 serta arah menuju Space 2030 yang mengusung empat pilar, yaitu Space Economy, Space Society, Space Accessibility, dan Space Diplomacy.

Pada pelaksanaannya, kegiatan terbagi atas, presentasi teknis (2 hari) dan High Level Panel (2 hari). Presentasi teknis dipaparkan oleh para ahli untuk lima tematik prioritas UNISPACE+50. Lima sesi yang dibawakannya yaitu Global Partnership in Space Exploration and Innovation; Furthering Sustainable Development and Strengthening International Cooperation for Global Health and Low-emission and Resilient Societies; Legal Regime of Outer Space and Global Space Governance; Enhanced Information Exchange on Space Objects and Events and an International Framework for Space Weather; dan Capacity-Building for the 21st Century

Pada kesempatan tersebut, Orbita menyampaikan paparn bertemakan UN Sustainable Development Goals – Indonesian national monitoring activities and international contribution potential of weather and cloud independent radar satellite monitoring and services. Kegiatannya merupakan kesepakatan kerja sama LAPAN dan Airbus DS. 

Hasil dan rekomendasi dari presentasi teknis tersebut kemudian menjadi dasar diskusi pada dua hari pertemuan berikutnya. Sesi ini membahas empat pilar Space2030 yaitu Space Economy: Developing Space-Derived Economic Benefits; Space Society: Advancing the Societal Benefit of Space-Related Activities; Space Accessibility: Access to Space for All; dan Space Diplomacy: Building Partnerships and Strengthening International Cooperation and the Governance of Space Activities.

Kegiatan tersebut digagas sejak Juni 2018, dengan adanya perkumpulan komunitas internasional di Vienna untuk membahas UNISPACE+50, yaitu bagian khusus dari sesi ke-61 the Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (COPUOS). Lima puluh tahun setelah United Nations Conference on the Exploration and Peaceful Uses of Outer Space (UNISPACE) pertama (tahun 1968), UNISPACE+50 memberikan kesempatan bagi komunitas internasional untuk menetapkan kerja sama global di masa yang akan datang di bidang keantariksaan bagi kepentingan umat manusia. 


Foto bersama seluruh peserta United Nations/Germany High Level Forum 2018 yang diselenggarakan di Bonn, Jerman, tanggal 13-16 November 2018.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL