Kompetensi Utama

Layanan


Indonesia-India Bahas Kelanjutan Kerja Sama Pengembangan Program Keantariksaan
Penulis Berita : Humas/DH-Adhimantara • Fotografer : Humas/DH • 14 Dec 2018 • Dibaca : 3897 x ,

Suasana pertemuan Indonesia-India dalam The 5th Indonesia-India Joint Committee Meeting on Outer Space

Indonesia dan India melaksanakan pertemuan dalam rangka menindaklanjuti kerja sama tentang program keantariksaan yang selama ini telah berjalan. Acara yang bertemakan "The 5th Indonesia-India Joint Committee Meeting on Outer Space" ini berlangsung pada 13-14 Desember di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Selaku tuan rumah, delegasi Indonesia diwakili oleh LAPAN, Kementerian Luar Negeri, dan PT. Telkomsat yang merupakan anak perusahaan PT. Telkom Indonesia Tbk. Sedangkan Delegasi India diwakili oleh ISRO dan Kedutaan Besar India untuk Indonesia.

Sekretaris Utama, Prof. Dr. Erna Sri Adiningsih, selaku pimpinan delegasi Indonesia menyampaikan, saat ini naskah kerja sama Indonesia-India tengah memasuki proses ratifikasi. "Kami akan terus memantau proses tersebut dan diharapkan dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur ISTRAC, V. V. Srinavasan, selaku pimpinan delegasi India mengatakan, pihaknya akan menghormati segala bentuk proses dan aturan yang berlaku di Indonesia. Ia berharap, agar kerja sama tersebut dapat disepakati dan menguntungkan kedua belah pihak.

Dalam kegiatan ini, dibahas juga agenda mengenai beberapa program seperti pengoperasian, pemeliharaan, dan pembaruan fasilitas Stasiun Bumi Biak. Sejauh ini, LAPAN dan ISRO telah bekerja sama dalam optimalisasi Stasiun Bumi Biak. Pelaksanaan program tersebut dirasakan perlu dipertegas pembagian kerjanya.

Selain itu, dibahas juga rencana peluncuran Satelit LAPAN A4 dan A5. LAPAN telah meluncurkan 3 satelit eksperimen, yaitu LAPAN A1/LAPAN-Tubsat, LAPAN A2/LAPAN-Orari, dan LAPAN A3/LAPAN-IPB. Tiga satelit tersebut diluncurkan menggunakan roket peluncur satelit (PSLV) milik ISRO di India.

Kegiatan selanjutnya, membahas rencana Transfer of Technology (ToT) tentang pengembangan roket sonda dan pelatihan bagi peneliti/perekayasa LAPAN mengenai satelit navigasi dan komunikasi. Kedua belah pihak setuju untuk melakukan kegiatan pelatihan bersama mengenai program-program tersebut.

Pihak India juga mengajukan pembahasan mengenai pembangunan Stasiun Bumi Biak-3. Terkait hal tersebut, pihak Indonesia merasa perlu adanya pengkajian lebih lanjut, khususnya tentang regulasi yang akan mengakomodir rencana tersebut. Dalam hal ini, implementasi dapat melibatkan PT. Telkomsat sebagai institusi pelaksana. Bentuk keterlibatannya akan dibahas secara mendalam dalam diskusi internal.

Pertemuan diakhiri dengan pembahasan mengenai transfer data AIS, pembaruan fasilitas stasiun bumi, program sains antariksa, dan pembangunan bandar antariksa di Indonesia. LAPAN telah memanfaatkan data AIS yang diperoleh dari Satelit LAPAN A2/LAPAN-Orari untuk pemantauan kapal laut dan komunikasi darurat dalam penanganan bencana alam. Sedangkan untuk pembangunan kawasan bandar antariksa, saat ini masih dalam proses pengkajian secara mendalam. Terkait program sains antariksa, ISRO bersedia memberikan akses data Satelit observasi Bulan, Matahari, dan Mars, kepada pihak Indonesia untuk tujuan penelitian sains antariksa di Indonesia.

Dari hasil pertemuan ini, dirasakan perlu adanya pertemuan lanjutan untuk membahas mengenai progres yang telah dilakukan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL