Kompetensi Utama

Layanan


Pemusnahan Arsip dengan Pencacahan, LAPAN turut serta dalam Penyelamatan Lingkungan
Penulis Berita : Humas/Wen • Fotografer : Arsip/Alam • 31 Dec 2018 • Dibaca : 516 x ,

Arsiparis LAPAN memusnahkan arsip inaktif periode tahun 1963 sampai dengan 2010

Pada hari Jumat (28/12/2018), LAPAN telah melaksanakan pemusnahan arsip inaktif periode tahun 1963 sampai dengan 2010 sebanyak 1526 nomor yang terdiri dari arsip perencanaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, administrasi, hubungan masyarakat, laporan, pengawasan, penginderaan jauh, sains, teknologi dirgantara, depanri dan arsip kerja sama. Pemusnahan arsip dilakukan dengan metode pencacahan di Gudang PT. Putraduta Buanasentosa atau yang lebih dkenal PT. Indoarsip, Klari, Karawang. Dari beberapa metode pemusnahan, yakni pembakaran, pencacahan, penggunaan bahan kimia, dan pembuatan bubur kertas, metode pencacahan dinilai aman terhadap lingkungan dan hasilnya dapat didaurulang menjadi kertas, tisu dan produk daur ulang lainnya.

Kepala Bagian (Kabag) Arsip LAPAN, Nur Kelana Rosdiani menyampaikan bahwa ini merupakan ketiga kalinya LAPAN bekerja sama dengan Indoarsip dalam kegiatan pemusnahan arsip. Pada tahun 2014 dan 2015, LAPAN telah memperoleh penghargaan dalam pelestarian lingkungan dengan mendaur ulang limbah kertas yang setara dengan penyelamatan 45 pohon.
 
Pada kesempatan tersebut, Inspektur, Ratih Pratiwi menyampaikan bahwa terdapat dua hal yang perlu mendapatkan perhatian bersama, kegiatan pemusnahan ini diharapkan dapat dilakukan secara periodik untuk terjaganya dokumen negara yang secara retensi dapat dimusnahkan dan menjaga keberlangsungan program pemerintah. 

Pemusnahan arsip merupakan salah satu bagian dari penyusutan arsip, selain pemindahan dan penyerahan arsip statis ke ANRI. Pemusnahan arsip dilakukan terhadap arsip yang tidak memiliki nilai guna baik nilai guna primer maupun nilai guna sekunder, telah habis retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan Jadwal Retensi Arsip, tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang dan tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara. Sementara, pemindahan arsip dilakukan terhadap arsip inaktif dari satuan kerja ke Unit Kearsipan 1. Sedangkan arsip yang bernilai guna permanen diserahkan kepada ANRI. 

Dalam memusnahkan arsip tidak boleh dilakukan sembarangan, perlu melewati serangkaian tahapan dan prosedur, mulai dari pembentukan Panitia Penilai Arsip, penyeleksian arsip, pembuatan daftar arsip usul musnah, penilaian oleh Panitia Penilai Arsip, permintaan persetujuan pemusnahan dari pimpinan pencipta arsip, penetapan arsip yang akan dimusnahkan oleh ANRI hingga pelaksanaan pemusnahan arsip. Adapun tujuan pemusnahan arsip antara lain adalah untuk efisiensi dan efektivitas kerja, serta penyelamatan informasi arsip itu dari pihak-pihak yang tidak berhak untuk mengetahuinya. 

Kegiatan pemusnahan arsip diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Arsip antara Inspektur, Kabag Arsip, Kasubbag Pengelolaan Arsip Inaktif, Kasubbag Persuratan dan Arsip Aktif, perwakilan Biro SDM, Organisasi dan Hukum, Panitia Penilai Pemusnahan Arsip, arsiparis LAPAN dengan PT. Indoarsip.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL