Kompetensi Utama

Layanan


Beredar Pesan Bahaya Radiasi Cahaya Cosmic (Asteroid), Warga Malaysia Heboh, LAPAN Pernah Ungkap Ini
Penulis : Edt. Siemen Martin • Media : tribunnews.com • 03 Jan 2019 • Dibaca : 8815 x ,

TRIBUNSUMSEL.COM- Warga Malaysia heboh dengan kabar adanya asteroid yang akan jatuh ke Bumi awal Januari 2019.

Bahkan warga Malaysia mendapatkan pesan berantai terkait kejadian hal tersebut.

Bahkan kabar tersebut juga pernah dialami oleh masyarakat Indonesia pada pertengahan tahun 2018 lalu.

Dimana dalam pesan tersebut tertulis peringatan.

Dini hari nanti gerhana bulan total terlama abad ini bakal menghiasi langit Indonesia.

Namun, disayangkan, beredar hoax yang meresahkan terkait kehadiran fenomena alam ini.

Dalam pesan yang beredar disebutkan imbauan agar mematikan gadget pada pukul 00.30-03.30 WIB nanti.

Dalam pesan yang beredar itu disebutkan akan ada radiasi tertinggi yang muncul akibat pancaran cahaya kosmis.

Berikut bunyi pesan tersebut:

"Malam ini antara jam 00.30 pagi hingga 03.30 pagi pastikan off HP, laptop dan lain-lain dan jauhkan dari badan anda.

TV Singapore telah mengumumkan berita tersebut.

Tolong beritahu keluarga dan sahabat-sahabat anda. Malam ini antara jam 00.30 pagi hingga 03.30 pagi bumi kita akan menghadapi radiasi yang paling tinggi.

Pancaran cahaya Cosmic akan melintasi dekat dengan bumi. Oleh itu off HP dan lain-lain dan jauhkan dari badan anda sebab akan menyebabkan kita mendapat efek radiasi yang berbahaya....

Boleh lihat di Google dan NASA dan berita BBC. Bagikan pesan ini kepada orang-orang lain yang penting bagi keluarga, teman, sahabat, dan juga anak-istri anda. Anda boleh menyelamatkan nyawa banyak orang dengan berbuat demikian...
Semoga bermanfaat. Amiin..."

Pesan berantai WhatsApp ini seringkali muncul ketika ada fenomena alam gerhana.

Seperti yang terjadi di tahun 2017 lalu.

Pernah juga Tribunsumsel.com mengonfirmasi kebenaran hal tersebut.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jasyanto menegaskan informasi berantai yang tersebar melalui watshapp.

Soal mematikan alat elektronik sehubungan radiasi tinggi malam ini adalah hoax atau tidak benar.

Hal itu dijawab Jasyanto melalui pesan singkat whatshapp dari Tribunsumsel.com, Senin (16/10/2017).

"Itu hoax, tidak benar," jawabnya singkat.

Kini kabar itu kembali tersebar.

LAPAN pun kembali menegaskan bahwa kabar itu hoax.

"Itu hoax," ujar Kabag Humas LAPAN

Sebelumnya, tersebar melalui pesan whatshapp tentang mematikan alat elektronik seperti laptop dan smartphone.

Dikarenakan malam ini, antara 00.30 sampai 03.30 akan terjadi radiasi tinggi disebabkan pancaran cosmic akan melintas dekat dengan bumi.

Oleh sebab itu sebaiknya menjauhkan benda tersebut agar terhindari dari radiasi tersebut.

Bukan Karena Gerhana Saja

Fenomena yang terjadi dengan waktu berratus tahun ini tentunya memberikan pengalama tak terlupakan bagi banyak orang.

Namun sayangnya, sempat beredar pesan yang menyebutkan akan adanya bahaya yang mengintai dari Gerhana Bulan Total tersebut.


Tak Lain adalah radiasi Cosmic yang bisa berbahaya bagi tubuh manusia

Pesan berantai tersebut meminta masyarakat untuk mematikan semua barang eletronik di rumah.

Tentunnya hal ini tidak lah benar dan dipastikan Hoax.

Namun poin pentingnya, jika Bahaya cosmic itu benar ada namun bisa terjadi saat ledakan besar di Matahari.

Dikutip dari Organisasi Public Health England (PHE) mempublikasikan laporan tentang implikasi kesehatan dari dampak radiasi matahari.

Dampak sinar kosmik tersebut ditujukan kepada para penumpang pesawat jarak jauh.

PHE telah membentuk The Cosmic Radiation Advisory Group yang beranggotakan para pakar dari British Airways, Kantor Kabinet Inggris.

Depertemen Kesehatan, dan sejumlah universitas.

Mereka meyakini adanya bahaya dari udara yang datang dari antariksa.

Contohnya, Coronal Mass Ejection yang berarti ledakan besar di Matahari dan banyak partikel bermuatan magnet yang terlempar ke ruang angkasa.

Dalam laporan PHE disebutkan bahwa peradaban manusia hanya memiliki waktu 12 jam peringatan

mengenai 'kedatangan' semburan dari Matahari tersebut sebelum pada akhirnya merusak jaringan listrik, saluran pipam dan sinyal kereta api.

Tak hanya itu, laporan PHE juga menyatakan badai Matahari cenderung memengaruhi aktivitas masyarakat yang sedang bepergian melalui udara, khususnya di rute melintasi lautan.

Tim peneliti sudah mulai melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruhnya untuk di daratan

Sebab pengaruh bahaya dari sinar kosmik sudah jelas berpotensi memengaruhi para awak pesawat terbang.

Penelitian yang didanai oleh NASA itu kemudian menemukan bukti badai Matahari bisa memicu radiasi berbahaya yang mengakibatkan masalah kesehatan dalam berbagai tingkatan

Tak hanya yang berada di udara, namun juga di daratan.

"Neutron memang lebih menyerang udara di ketinggian penerbangan pesawat. Bisa mengakibatkan kanker kulit, cacat lahir, dan lainnya," ujar profesor Adrian Melott dari University of Kansas, mengutip situs The Telegraph.

Sementara partikel yang lebih membahayakan permukaan Bumi adalah muon. "Muon sudah seperti 'sepupu' elektron.

Mereka diproduksi dari sinar kosmik langsung," lanjut Melott.

Sementara untuk kehidupan bawah laut, tim peneliti mengatakan, pengaruh radiasi Matahari memang terlalu lemah.

Namun masih mungkin terjadi 'serangan' kedua dari partikel pengion yang mampu merusak atom dan molekul.













Sumber : http://sumsel.tribunnews.com/2019/01/03/beredar-pesan-bahaya-radiasi-cahaya-cosmic-asteroid-warga-malaysia-heboh-lapan-pernah-ungkap-ini?page=4.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL