Kompetensi Utama

Layanan


BNPB: Perubahan Gunung Anak Krakatau Begitu Cepat
Penulis : Redaksi • Media : jarrak.id • 13 Jan 2019 • Dibaca : 3794 x ,

JAKARTA – JARRAK.ID – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitter @Sutopo_PN pada Minggu, (13/01/2019), menunjukkan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau begitu cepat sejak diamati citra Satelit TerraSAR-X pada tanggal 30/08/2018, 29/12/2018, dan 09/01/2019.

Sutopo mengunggah foto tahapan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau hasil pengamatan citra Satelit TerraSAR-X tersebut.

Dalam keterangan foto itu disebutkan, pada 29 Desember 2018, tubuh Gunung Anak Krakatau di sisi darat dan barat daya telah hancur diduga mengalami longsor dan masuk laut.

Namun pada 9 Januari 2019, bagian yang sebelumnya masuk laut tadi, muncul ke permukaan akibat akumulasi erupsi yang terkumpul di sekitar kawah bagian barat -barat daya tersebut.

“Perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau yang begitu cepat. Pasca longsor bawah laut (22/12/2018) menyebabkan kawah berada di bawah permukaan laut. Namun pada 9/1/2019 bagian barat-barat daya yang sebelumnya di bawah permukaan laut, saat ini sudah di atas permukaan laut,” tulis Sutopo.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memang baru saja merilis citra satelit Gunung Anak Krakatau.

Citra satelit tersebut menunjukkan perubahan morfologi gunung tersebut mulai dari Agustus 2018 hingga Januari 2019.

Seperti dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat, (11/01/2019), LAPAN menjelaskan bahwa gembar tersebut didapatkan dari pengamatan citra satelit TerraSAR-X. LAPAN membandingkan citra satelit dari tiga waktu, yaitu 30/08/2018, 29/12/2018, dan 09/01/2019. Citra satelit mengambil waktu pengamatannya pada pukul 05.47 WIB.

“(Dari ketiga pengamatan citra satelit tersebut) dapat diketahui bahwa ada perubahan morfologi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau dengan cukup berat,” tulis Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, Rokhis dalam keterangan persnya.

“Terlihat pada citra tanggal 29/12/2018, bagian tubuh Anak Krakatau bagian barat-barat daya telah hancur, diduga mengalami longsor dan masuk ke laut dengan estimasi luasan area yang berkurang sekitar 49 Ha,” katanya.

Meski telah mengalami longsor, tapi area tersebut dengan cepat “memulihkan diri”. Hal itu terlihat citra satelit pada 09/01/2019.

Akumulasi erupsi setelah mengeluarkan material vulkanik yang terkumpul di sekitar kawah sehingga bagian barat-barat daya Gunung Anak Krakatau kembali muncul ke atas permukaan air seperti yang terlihat pada citra tanggal 09/01/2019.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL