Kompetensi Utama

Layanan


Masuk Puncak Musim Hujan, 11 Kelurahan di Kota Bogor Terancam Banjir
Penulis : ogi/feb/run/met/ysp • Media : radarbogor.id • 21 Jan 2019 • Dibaca : 2627 x ,

BOGOR-RADAR BOGOR, Hujan yang mengguyur Kota Bogor sejak pagi hingga malam beberapa waktu teraakhir ini rupanya menandakan puncak musim hujan yang berlangsung Januari hingga Maret mendatang.

Hal ini mengakibatkan Kota Bogor rawan bencanan. Tanah longsor hingga banjir lintasan kemungkinan bakal terjadi di sejumlah kecamatan dan kelurahan di Kota Bogor. Hal tersebut tentu mengharuskan masyarakat tetap waspada selama berada pada puncak musim hujan tahun ini.

Bagian Data dan Informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga Kabupaten Bogor Hadi Saputra mengatakan, intensitas hujan diprediksi bakal terjadi di sepanjang Januari hingga Maret mendatang.

Curah hujan dalam sekala tinggi dan menengah bakal berlangsung di sejumlah kawasan, baik Kabupaten maupun Kota Bogor.

“Januari hingga Maret hujan akan terus mengguyur di hampir seluruh wilayah,” katanya.

Hadi menjelaskan, curah hujan juga bakal berpotensi menyebabkan banjir lintasan di sejumlah wilayah di Kota Bogor. Tak hanya banjir, potensi longsor juga kemungkinan besar bakal terjadi di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kemiringan tinggi dan dipicu turunnya hujan lebat di kawasan tersebut.

“Sebagian besar wilayah Jawa Barat sudah memasuki puncak musim hujan. Artinya hujan akan semakin banyak frekuensinya. Potensi hujan lebat juga bakal terjadi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Yafies menjabarkan, dari enam kecamatan yang ada di Kota Bogor, tiga di antaranya masuk kategori kecamatan dengan potensi banjir dan longsor yang cukup tinggi.

“Berdasarkan data yang ada di BPBD, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor Selatan dan Tanahsareal, adalah tiga kecamatan yang cukup rawan adanya potensi banjir dan longsor,” bebernya.

Tak hanya itu, lima kelurahan yang berada di Kecamatan Bogor Selatan serta enam kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah, masuk kategori zona merah terjadinya potensi banjir.

“Secara garis besar, ada dua kecamatan yang paling tinggi berpotensi banjir. Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Tengah. Untuk potensi banjir di Kecamatan Bogor Tengah didominasi kategori sedang dan tinggi. Kalau di Bogor Selatan didominasi kategori rendah. Tapi kategori sedang dan tinggi juga ada di sana,” tutupnya.

Kepala Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim Badan Informasi Geospasial (BIG) Ferrari Pinem mengungkapkan, berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya menggunakan peta Replika Bumi Indonesia (RBI) Pulau Jawa, Skala 1 : 25.000, Citra Satelit, Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan), serta peta kawasan rawan gerak tanah dari Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), secara garis besar wilayah Bogor masuk kategori zona menengah dan tinggi kerentanan gerak tanah.

Jika suatu daerah masuk kategori zona menengah dan tinggi pergerakan tanah, hal tersebut tentu perlu diwaspadai. Sebab, bencana longsor di kawasan tersebut bisa terjadi kapan saja.

Terlebih wilayah dengan topografi (bentuk permukaan, red) dan konstruksi tanah dengan tingkat kemiringan lereng yang tinggi. Terlebih jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan tanah menjadi jenuh akan air.

“Kondisi material tanah yang gembur dan bersifat poros mengakibatkan tanah mudah menyerap air. Terlebih jika tingkat kemiringan lereng di atas 30 derajat, hal itu tentu sering menjadi pemicu terjadinya longsor. Hal ini tentu akan semakin parah dengan masuknya kita pada puncak musim hujan, di mana intensitas dan curah hujan yang sering terjadi belakangan ini,” tutupnya.








Sumber : http://www.radarbogor.id/2019/01/21/masuk-puncak-musim-hujan-11-kelurahan-di-kota-bogor-terancam-banjir/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL