Kompetensi Utama

Layanan


Jadwal Gerhana Bulan dari 2019 Sampai 2023 Dapat Dilihat di Indonesia, Supermoon 2019 Tidak
Penulis : Amirul Yusuf • Media : tribunnews.com • 21 Jan 2019 • Dibaca : 2914 x ,

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jadwal Gerhana Bulan dari 2019 Sampai 2023 Dapat Dilihat di Indonesia, Supermoon 2019 Tidak

Fenomena Supermoon 2019 terjadi pada Bulan Januari 2019, bahkan, fenomena Super Blood Wolf Moon dapat dilihat mulai 21 Januari 2019.

Gerhana Super Blood Wolf Moon adalah fenomena Gerhana Bulan Total, namun gerhana bulan dan Supermoon Januari 2019 tidak terjadi di Indonesia.

Dikutip dari tribunnews.com, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat masih akan ada Gerhana bulan selanjutnya yang dapat teramati di Indonesia dalam waktu 5 tahun ke depan.

Berikut daftar Gerhana bulan selanjutnya yang dapat teramati di Indonesia dalam waktu 5 tahun ke depan, seperti penjelasan Lapan dalam laman resminya di Instagram @lapan_ri:

1. Gerhana bulan sebagian 17 Juli 2019

2. Gerhana bulan penumbra 11 Januari 2020

3. Gerhana bulan penumbra 6 Juni 2020

4. Gerhana bulan penumbra 30 November 2020

5. Gerhana bulan total 26 Mei 2021

6. Gerhana bulan penumbra 19 November 2021

7. Gerhana bulan total 8 November 2022

8. Gerhana bulan penumbra 5-6 Mei 2023

9. Gerhana bulan sebagian 29 Oktober 2023.

Gerhana bulan total berarti Matahari, Bumi, dan Bulan akan berada dalam garis lurus untuk waktu yang singkat dan bulan akan berada dekat dengan perigee (saat Bulan berada pada titik dekatnya dengan bumi).

Dilansir dari National Geographic melalui bobo.grid.id pada Kamis (10/1/2019), Super Blood Wolf Moon akan terlihat jelas di Amerika, Greenland, Islandia, Eropa barat, dan Afrika barat.

Namun, sebagian besar Asia tidak akan melihat pertunjukan langit Super Blood Wolf Moon ini.

Gerhana Super Blood Wolf Moon diperkirakan akan berlangsung selama 3 jam 14 menit.

Super Blood Wolf Moon sebenarnya berasal dari 3 fenomena bulan yaitu, Supermoon, Blood moon, dan Wolf moon.

Berikut uraian ketiga fenomena Bulan tersebut :

1. Supermoon

Supermoon terjadi ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi (perigee).

Supermoon membuat bulan tampak sedikit lebih terang dan lebih dekat dari biasanya.

Namun hal ini tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, teman-teman. Perlu alat khusus untuk melihat perbedaan ukuran Bulan biasa dengan Supermoon.

2. Blood Moon

Blood Moon terjadi ketika Bumi mengalami fenomena gerhana total.

Saat terjadi Blood Moon pemandangan di langit akan terlihat berbeda, lo, teman-teman. Hal ini karena Bulan yang biasanya berwarna putih menjadi merah atau cokelat kemerahan seperti warna darah.

Bulan akan terlihat kemerahan saat Bulan berada di umbra atau bayangan inti Bumi.

Bulan menjadi warna merah karena cahaya yang dipancarkan sangat redup.

3. Wolf Moon

Wolf Moon sebenarnya sama dengan Supermoon. Woolf moon adalah kondisi di mana bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi.

Nama Wolf Moon diberikan untuk memberi nama pada fenomena Supermoon yang terjadi di bulan Januari.

Hal itu karena pada bulan Januari merupakan musim kawin bagi serigala, sehingga serigala banyak melolong dan berburu makanan pada bulan Januari.

Kemudian orang-orang menyebut Supermoon yang terjadi di bulan Januari sebagai Wolf Moon.

(Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)






Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2019/01/21/jadwal-gerhana-bulan-dari-2019-sampai-2023-dapat-dilihat-di-indonesia-supermoon-2019-tidak?page=4.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL