Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN hadiri launching Platform Jurnalismedata.ID
Penulis Berita : Humas/Fir • Fotografer : Humas/Fir • 04 Feb 2019 • Dibaca : 264 x ,

LAPAN menghadiri peluncuran platform atau laman jurnalismedata.id yang dilaksanakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Laman ini menjadi sarana belajar bagi para jurnalis terkait dengan jurnalisme data. Menurut AJI bahwa jurnalisme data ini adalah sesuatu yang sangat penting, minat untuk mempelajari jurnalisme data ini sangat tinggi, para jurnalis yang memerlukan keterampilan ini sangat banyak, untuk itu AJI meluncurkannya secara online dalam bentuk jurnalsimedata.id," Launching dilakukan oleh Ketua Umum AJI Abdul Manan di Hotel Mercure, Sabang, Jakarta Pusat, Senin , 4 Februari 2019. 

Dalam laman jurnalismedata.id, terdapat beberapa fitur utama, di antaranya 'Data' yang berisi dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan non-pemerintah; 'Tools' yang berisi aplikasi-aplikasi pengolah data; serta 'Belajar' di mana para jurnalis bisa belajar tentang jurnalisme data melalui kelas secara online.

Selain itu ada juga fitur 'Webinar' yang berisi tentang jadwal seminar jarak jauh dengan tema berbeda, seperti menambang data serta bagaimana menjadi bagian dari jurnalisme data.

Dalam sambutannya Deputi II KSP Yanuar Nugroho menyinggung pentingnya data dalam era keterbukaan informasi. "Jadi ada kaitan erat keterbukaan informasi itu dengan data. Dan saya kira itu yang sekarang ini kita bicarakan. Kita tidak bicara 'katanya', tidak bicara 'saya dengar', nggak. Data. Mau lawan hoax? Ya pake data. Keterbukaan informasi yang bukan pepesan kosong, kebebasan pers yang bukan kebohongan, di mana melawan itu? Data. Di mana sekarang ini the only weapon we have, data," ujar Yanuar.

Menurut Yanuar, media memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan publik melalui berita. Yanuar menilai di situlah pentingnya data dalam jurnalisme. "Jadi kriteria the good, yang baik untuk media adalah whether the content is civilizing or not. Bukan hanya edukasi. Kuncinya di zaman seperti sekarang ini, kuncinya data," ucapnya. Mudah-mudahan kita menjadi lebih mendapatkan konteks mengapa ini kita kerjakan. Mengapa di era disrupsi ini data menjadi penting, dan makin penting hakikatnya media itu bukan hanya mengabarkan, memberitakan, tetapi mendidik dan mencerdaskan publik," jelas Yanuar.

Yanuar juga menuturkan, saat ini pemerintah tengah menginisiasi platform Satu Data Indonesia yang dapat menjadi wadah kumpulan data dari kementerian/lembaga yang bisa diakses secara terbuka oleh publik, termasuk para jurnalis.
"Tugas kami sebagai pemerintah mendorong kementerian agar datanya lebih valid. Kita punya pembina data. Karena data itu bukan hanya statistik. Data statistik pembina datanya BPS, data geospasial pembina datanya BIG. Makin ke sini data itu makin beragam," tuturnya.

Lebih lanjut, Yanuar mengatakan regulasi mengenai Satu Data Indonesia ini tengah digodok oleh pemerintah. Regulasi tersebut akan tertuang dalam peraturan presiden (perpres).

"Perpres tentang Satu Data Indonesia. Perpres itu akan mengatur mengenai tata kelola data, bagaimana data itu diproduksi oleh kementerian/lembaga. Ada wali data, ada pembina data, kalau ada dispute data, itu akan ada di situ. Ini tidak akan mengurangi peran BPS sama sekali, malah memperkuat. Jadi perpres ini adalah perpres mengenai tata kelola data, gimana data diproduksi, bagaimana divalidasi, dipastikan akurat dan diseminasi," jelasnya



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL