Kompetensi Utama

Layanan


Kampung Bunsur Mulai Bersiap dari Sekarang
Penulis : Laporan EKA G PUITRA, Siak Sri Indrapura • Media : riaupos.co • 18 Feb 2019 • Dibaca : 1132 x ,

Tahun ini, gerhana matahari cincin (GMC) bakal melintasi Tanah Air. Kejadian yang diprediksi terjadi pada 26 Desember 2019 itu juga bakal terlihat di Riau. Kampung Bunsur di Sungai Apit, Kabupaten Siak salah satu spot terbaik menyaksikan fenomena alam itu secara sempurna.


RIAUPOS.CO - Selain Indonesia, GMC akan terlihat di Malaysia, Singapura dan Semenanjung Arab. Diprediksi terjadi pukul 10.34 WIB dan berakhir pukul 13.57 WIB. Puncaknya terjadi tepat pukul 12.17 WIB selama 3 menit 39 detik. Setiap manusia, kemungkinan hanya bisa menyaksikan fenomena ini sekali seumur hidup.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sudah melakukan kunjungan ke seluruh kota di Indonesia yang bakal dilintasi GMC 2019. Berdasarkan data mereka, Siak atau tepatnya di Kampung Bunsur Kecamatan Sungai Apit yang berjarak 45 menit dari ibukota Siak Sri Indrapura menjadi spot terbaik.

“Siak merupakan tempat terbaik melihat fenomena alam yang bakal terjadi akhir tahun ini,” ujar peneliti muda Pusat Sains Antariksa Lapan Zamzam Nurzami.

Lapangan di tepi Selat Kampung Bunsur, sebuah desa yang bergelimpangan durian. Jumat (15/2) malam cuacanya cerah. Cahaya bulan redup separuh. Dari lapangan, terlihat di seberang temaram kerlip dari sebuah perusahaan. Menambah cantik malam akhir pekan di pertengahan Februari.

Masyarakat berkumpul, sudah pula meluber ke luar tenda yang disediakan. Berbagai seni dan teater tersaji. Juga ada pemutaran video berisi tentang GMC yang sudah-sudah. Memang indah. Lokasi ini merupakan tempat launching GMC 2019, atau 10 bulan jelang terjadinya anugerah Tuhan itu.

Gerhana cincin merupakan gerhana yang terjadi apabila piringan bulan ketika mencapai puncak gerhananya hanya bisa menutupi sebagian piringan saja. Gerhana jenis ini terjadi apabila piringan bulan ternyata lebih kecil dibandingkan piringan matahari. Sehingga tepat pada bagian sisi atau pinggirnya tidak tertutup sempurna dan membentuk layaknya cincin. Karena yang tidak tertutup adalah piringan matahari, maka sisinya bercahaya dan terlihat seperti cincin.

Gerhana matahari memang terjadi ketika matahari, bulan serta bumi berada di satu posisi yang sejajar atau segaris dan saat bulan sedang melintas di antara matahari dan juga bumi atau saat fase bulan baru. Akibatnya cahaya matahari menjadi terhalang dan menyebabkan adanya bayangan. Pengamat yang berada di kawasan penumbra tidak akan menerima perubahan karena sorot cahaya matahari dan tidak akan mengalami perubahan yang sangat drastis.

Namun cahaya yang diterima akan kurang dari 100 persen. Hal ini terjadi karena sebagian cahaya yang tertutup oleh benda langit si pembentuk bayang-bayang. Semakin dekat ke umbra maka semakin besar cahaya matahari yang terhalangi, namun tidak setiap gerhana matahari yang terjadi bisa membuat bumi gelap sempurna layaknya malam hari.

“Fenomena ini dapat disaksikan masyarakat, dan bisa hanya dinikmati sekali seumur hidup. Sebagai tempat terbaik, memang cara melihatnya tidak boleh langsung melihat ke matahari, harus menggunakan alat bantu, seperti kacamata matahari,” jelas Zamzam.

Menurut peneliti muda tersebut, pihak Lapan nantinya juga akan turun mengamati di Kampung Bunsur. Tentunya dengan membawa beberapa teleskop guna mengamati fenomena ini. Menurut Zamzam, nantinya bukan saja masyarakat sekitar dan tim Lapan yang bakal mengamati namun penikmat tata surya pun bakal hadir dari berbagai penjuru di kampung tersebut.

Pemkab Siak pada pertengahan tahun lalu sudah menerima Kepala Lapan Thomas Djamaluddin yang melakukan ekspose tentang GMC 2019. Dalam upaya memeriahkan pengamatan GMC pula digelar launching di daerah yang akan menjadi spot pengamatan terbaik.

“Dalam memeriahkan pengamatan GMC Desember 2019, kami mulai grand launching langsung di lokasi pengamatan. Yakni Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit. Kegiatan dimulai sejak Jumat pagi hingga acara puncak malam diikuti Bupati Siak dan pihak Lapan,” kata Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Siak Basriansyah sambil menjelaskan launching di lapangan bola Kampung Bunsur.

Dikatakannya, kegiatan didukung dengan kegiatan lomba mewarnai dan melukis bagi pelajar dari tingkat TK, SD dan SMP. Pemenang disiapkan hadiah dan piagam serta sertifikat dengan peserta terbuka bagi pelajar se Kecamatan Sungai Apit yang diserahkan langsung Bupati Siak H Syamsuar. Kegiatan launching berdasarkan pantauan Riau Pos, juga dimeriahkan dengan orkestra melayu, tari kontemporer, teatrikal dan juga ada tari joget lambak dari Suku Akit Sungai Apit.

Pemkab Siak melalui Dispar mengimbau kepada camat setempat agar mempersiapkan diri, seperti homestay bagi para wisatawan yang bakal hadir 10 bulan ke depan. Antusias masyarakat yang menyaksikan launching GMC di lapangan itu juga diharapkan Bupati Siak H Syamsuar yang dalam hitungan hari lagi bakal menjabat Gubernur Riau. Dijelaskan Syamsuar sebagai sebuah keberkahan yang diperoleh dalam menikmati gerhana matahari ini diharapkannya bisa jadi berkah bagi masyarakat.

“Semua sudah ketentuan Allah SWT, dan memberi petunjuk lewat Alquran dengan menunjukkan keberkahannya. Jelang 26 Desember, tentu mari kita promosikan,” kata Syamsuar.

Dikatakan Syamsur, bukan saja wisatawan lokal saja yang hadir, tapi juga nasional dan internasional yang minat dengan fenomena alam ini. Syamsuar mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar menyiapkan diri dari sekarang. Mulai dengan menginformasikan perihal brand wisata Siak. Yakni ako (akar) yang berangkat dari MISI (Melayu Islam Sungai dan Istana).

“Mari kita jual dan promosikan Ako Siak ini, berikut mengenalkan pariwisata di Siak,” sambungnya.

Dengan GMC yang baru terjadi akhir tahun nanti atau 10 bulan lagi, di mana jabatannya sudah sebagai gubernur, Syamsuar mengaku bakal hadir melihat fenomena alam itu. “In sya Allah hadir,” tambahnya.

Sebagai fenomena alam yang jarang terjadi, ditambah masih ada rentan waktu cukup lama hingga 26 Desember, Syamsuar mengingatkan agar Pemkab Siak menyiapkan banyak kegiatan. Kemudian juga harus memperhatikan infrastruktur dan sarana serta prasarana, dan terutama promosi. Masyarakat disebutnya juga harus mempersiapkan diri.

“Berkaitan dengan infrastruktur bisa disiapkan, seperti toilet umum, karena sebelum terjadi gerhana mungkin turis-turis akan lebih dulu kesini,” sambungnya.

Sebagai gubernur nantinya pihak provinsi dipastikan Syamsuar juga bakal ikut mempromosikan.

“Pasti, demamnya akan digelorakan provinsi,” tegasnya.***









sumber : http://riaupos.co/new/194796-berita-kampung-bunsur-mulai-bersiap-dari-sekarang-page-1.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL