Kompetensi Utama

Layanan


Tak Banyak yang Tahu, Polusi Cahaya Ternyata Berpotensi Perburuk Kesehatan
Penulis : Endra Kurniawan • Media : malangtoday.net • 22 Feb 2019 • Dibaca : 678 x ,

MALANGTODAY.NET – Tidak hanya polusi udara, polusi cahaya ternyata juga berdampak buruk terhadap kesehatan manusia. Sebetulnya tidak hanya manusia, tetapi juga hewan-hewan nokturnal.

Polusi udara, kebanyakan menyerang secara langsung berupa penyakit-penyakit kronis seperti terganggunya sistem pernapasan. Sedangkan polusi cahaya, diketahui akan menyerang ritme sirkardian (jam biologis) tubuh terlebih dahulu.
Dilansir dari penelitian yang dilakukan oleh seorang fisiologi integratif, Ken Wright dari University of Colorado melalui Tirto.id (23/6/2016), ketika ritme sirkardian tubuh berubah, maka waktu produksi hormone akan terganggu.

Dalam hal ini, ketika ada polusi cahaya maka artinya ada paparan cahaya yang diterima tubuh saat malam hari. Hal ini menyebabkan menurunnya produksi hormon melatonin. Hormon melatonin berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, menginduksi tidur, membantu fungsi tiroid, pankreas, ovarium, testis, kelenjar adrenal, dan memiliki sifat antioksidan. Jika produksi hormon melatonin menurun, maka manfaat-manfaat hormon tersebut juga tidak akan didapat secara optimal.
Sebab dampak buruk terhadap kesehatan muncul secara tidak langsung, banyak masyarakat yang juga belum tahu bahwa salah satu penyebabnya adalah polusi cahaya.

Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung menyebutkan masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengenal polusi cahaya. “Pamor terkait kualitas langit ini belum begitu menggema dibandingkan yang umum. Saat ini yang paling dikenal adalah kualitas udara,” ujar Kepala Bidang Program dan Fasilitas Pussainsa LAPAN Bandung, Adi Witono, M.Sc dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan Polusi Cahaya di Indonesia yang digelar di Pussainsa LAPAN Bandung belum lama ini.

Tidak hanya itu, polusi cahaya juga berdampak buruk terhadap kualitas langit malam. Disadari atau tidak, kemunculan bintang-bintang di langit semakin berkurang seiring dengan pesatnya perkembangan kota. Perkembangan kota yang identik dengan infrastruktur megah dan bercahaya membuat bintang-bintang di langit meredup. Sebagai gambaran, lampu-lampu gedung akan semakin banyak, papan billboard menyala terang dimana-mana. “Kondisi yang saat ini dengan adanya perkembangan perkotaan dan perekonomian yang tinggi di kota-kota besar dan sedang berkembang, kita sulit menikmati keindahan langit malam yang sangat baik seperti kondisi-kondisi yang sedikit terpencil,” tandas Adi. Mengenai hal ini, masyarakat diimbau untuk bersama-sama meminimalisir polusi cahaya. Salah satunya dengan memasang tudung lampu agar sorot cahaya lampu tidak terhambur ke langit. (AL)



sumber : https://malangtoday.net/flash/bandung/bahaya-polusi-cahaya/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL