Kompetensi Utama

Layanan


Akreditasi Jurnal Nasional
Penulis Berita : humas/RB • Fotografer : humas/RB • 22 Feb 2019 • Dibaca : 3694 x ,

"Riset jangan based on activity, riset harus based on output. Riset bukan hanya berdasarkan pada aktivitasnya apa saja, tetapi hasilnya apa yang telah kita lakukan”. Hal ini disampaikan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Mohamad Nasir saat memberikan sambutan pada acara Geliat ARJUNA Akreditasi Jurnal Nasional yang bertempat di The Margo Hotel, Depok (22/02). 

Acara Geliat ARJUNA terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan dengan Universitas Pancasila, Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Direktur Jenderal Pembelajaran Mahasiswa, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Rektor Universitas Pancasila, Pejabat di Lingkungan Kementerian serta diikuti oleh 400 pengelola jurnal di Indonesia.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Mohamad Nasir mengatakan riset harus dikawal agar ada hasil yang jelas dan tidak terjadi pengulangan. Pemetaan riset saat ini sudah tertuang pada Perpres no 38 tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017-2045. Terdapat 10 bidang riset yang menjadi sorotan utama, yaitu pertanian, kesehatan, teknologi informasi, transportasi, nanotechnology, pertahanan dan keamanan, energi baru terbarukan, maritim, manajemen bencana, sosial humaniora.

Sebelumnya, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Dr. Muhammad Dimyati dalam salam sambutannya memaparkan mengenai keterbatasan ketersediaan jurnal nasional telah dapat diatasi dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Ristekdikti No 9 Tahun 2018 Tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah yang diluncurkan pada tanggal 4 Juli 2018.

“Dengan adanya Peraturan Menteri tersebut yang dulunya akreditasi jurnal ilmiah dilakukan oleh Kementerian Ristekdikti dan LIPI, sekarang menjadi satu pintu satu atap satu ruang yaitu hanya di Kementerian Ristekdikti. Jurnal terakreditasi meningkat luar biasa yang sebelumnya berjumlah 530 jurnal yang terakreditasi menjadi 2275 jurnal”, ujar Dimyati

Sebagai lembaga penelitian dan pengembangan di bidang teknologi penerbangan dan antariksa LAPAN telah memiliki 4 jurnal yang telah terakreditasi secara nasional dan terindeks di SINTA kategori S2 ( nilai akreditasi 70-85 ). Jurnal LAPAN tersebut yakni International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences, Jurnal Teknologi Dirgantara, Jurnal Sains Dirgantara, dan Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital. Keempat jurnal telah dikelola secara daring melalui www.jurnal.lapan.go.id.




Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL