Kompetensi Utama

Layanan


Perhitungan Penentuan Awal Bulan Puasa Ramadhan 1440 H/2019 Menurut LAPAN RI
Penulis : Redaksi • Media : kabarmedia.co • 10 Mar 2019 • Dibaca : 3948 x ,

Sebentar lagi umat Muslim akan menyambut bulan puasa Ramadhan 1440 H/2019.

Lalu awal bulan puasa Ramadhan 1440 H/2019 jatuh di tanggal berapa?

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melalui akun Instagram miliknya, @lapan_ri, Jumat (8/3/2019), memprediksi awal puasa Ramadan, Syawal, serta Dzulhijjah 1440 H/2019.

Dalam unggahanya, Lapan membagikan garis tanggal yang dibuat dengan aplikasi Accurate Hijri Calendar (AHC).

Garis tanggal inilah yang digunakan untuk menentukan secara hisab awal Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah 1440 H/2019.

Kepala Lapan sekaligus Anggota Tim Hisab Rukyat Kemeterian Agama, Thomas Djamaluddin dalam pemaparannya di unggahan tersebut menyebut bahwa secara hisab awal Ramadhan 1440 H/2019 jatuh pada 6 Mei 2019.

Namun, untuk kepastiannya masih menunggu hasil sidang isbat yang akan menggabungkan dengan hasil rukyat (pengamatan) hilal pada saat maghrib 5 Mei 2019.

Sementara untuk Idul Fitri, secara hisab awal bulan Syawal 1440 H/2019 jatuh pada 5 Juni 2019.

Namun, seperti penentuan awal bulan Ramadhan, kepastian awal bulan Syawal masih menunggu sidang isbat yang akan menggabungkan dengan hasil pengamatan hilal pada saat maghrib 3 Juni 2019.

Sedangkan awal bulan Dzulhijjah 1440 H/2019, secara hisab jatuh pada 2 Agustus 2019 dan Idul Adha jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019.

Namun, menurut kriteria internasional dan usulan Rekomendasi Jakarta 2017, pada saat maghrib 1 Agustus 2019 posisi bulan belum memenuhi kriteria, sehingga menurut kriteria tersebut awal Dzulhijjah jatuh pada hari berikutnya, 3 Agustus 2019.

Kepastian Idul Adha akan menunggu hasil sidang itsbat yang akan menggabungkan dengan hasil pengamatan hilal pada saat maghrib 1 Agustus 2019.

Berikut keterangan Lapan mengenai perhitungan penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah 1440 H/2019, seperti yang dikutip TribunWow.com dari Instagram @lapan_ri:

Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah 1440 H

Garis tanggal yang dibuat dengan aplikasi Accurate Hijri Calendar (AHC) digunakan untuk menentukan secara hisab awal Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah 1440

Slide 1 : Garis tanggal Ramadhan 1440 berdasarkan kriteria Wujudul Hilal (antara arsir merah dan putih), ketinggian bulan 2 derajat (antara arsir putih dan biru), dan kriteria Odeh (antara arsir biru dan hijau). Slide 2 : Garis tanggal Ramadhan 1440 berdasarkan Rekomendasi Jakarta 2017.

Semua kriteria yang berlaku di Indonesia, Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah dan ketinggian bulan 2 derajat yang digunakan NU, serta kriteria internasional (kriteria Odeh) dan usulan Rekomendasi Jakarta 2017(yang kriterianya sudah digunakan Persis), semuanya menunjukkan pada saat maghrib 5 Mei 2019 posisi bulan telah memenuhi kriteria. Artinya, secara hisab ditentukan awal Ramadhan 1440 jatuh pada 6 Mei 2019. Kepastiannya menunggu hasil sidang itsbat yang akan menggabungkan dengan hasil rukyat (pengamatan) hilal pada saat maghrib 5 Mei 2019.

Slide 3 : Garis tanggal Syawal 1440 berdasarkan kriteria Wujudul Hilal (antara arsir merah dan putih), ketinggian bulan 2 derajat (antara arsir putih dan biru), dan kriteria Odeh (antara arsir biru dan hijau). Slide 4 : Garis tanggal Syawal 1440 berdasarkan Rekomendasi Jakarta 2017.

Semua kriteria yang berlaku di Indonesia, Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah dan ketinggian bulan 2 derajat yang digunakan NU, serta kriteria internasional (kriteria Odeh) dan usulan Rekomendasi Jakarta 2017(yang kriterianya sudah digunakan Persis), semuanya menunjukkan pada saat maghrib 3 Juni 2019 posisi bulan belum memenuhi kriteria. Artinya, secara hisab ditentukan awal Syawal (Idul Fitri) 1440 jatuh pada hari berikutnya, 5 Juni 2019. Kepastiannya menunggu hasil sidang itsbat yang akan menggabungkan dengan hasil rukyat (pengamatan) hilal pada saat maghrib 3 Juni 2019.

Slide 5 : Garis tanggal Dzulhijjah 1440 berdasarkan kriteria Wujudul Hilal (antara arsir merah dan putih), ketinggian bulan 2 derajat (antara arsir putih dan biru), dan kriteria Odeh (antara arsir biru dan hijau). Lanjut di kolom komentar

Slide 6 : Garis tanggal Dzulhijjah 1440 berdasarkan Rekomendasi Jakarta 2017.
Semua kriteria yang berlaku di Indonesia, Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah dan ketinggian bulan 2 derajat yang digunakan NU, semuanya menunjukkan pada saat maghrib 1 Agustus 2019 posisi bulan telah memenuhi kriteria. Artinya, secara hisab ditentukan awal Dzuhijjah 1440 jatuh pada 2 Agustus 2019 dan Idul Adha pada 11 Agustus 2019. Namun menurut kriteria internasional (kriteria Odeh) dan usulan Rekomendasi Jakarta 2017 (yang kriterianya sudah digunakan Persis), pada saat maghrib 1 Agustus 2019 posisi bulan belum memenuhi kriteria, sehingga menurut kriteria tersebut awal Dzulhijjah jatuh pada hari berikutnya, 3 Agustus 2019.

Kepastiannya menunggu hasil sidang itsbat yang akan menggabungkan dengan hasil rukyat (pengamatan) hilal pada saat maghrib 1 Agustus 2019.

Sesuai Rekomendasi Jakarta 2017, bila ada perbedaan karena beda kriteria atau beda dengan hasil rukyat (pengamatan) hilal maka kita merujuk keputusan Pemerintah sebagai otoritas tunggal, demi persatuan ummat.

Disajikan oleh Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin (Professor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN & Anggota Tim Hisab Rukyat, Kementerian Agama)."








Sumber : http://kabarmedia.co/berita/lainya/perhitungan-penentuan-awal-bulan-puasa-ramadhan-1440-h2019-menurut-lapan-ri








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL