Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Kenalkan Teknologi Zona Potensi Penangkapan Ikan
Penulis : Redaksi • Media : kaltim.prokal.co • 15 Mar 2019 • Dibaca : 3099 x ,

PROKAL.CO, PENAJAM–Tugas nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan semakin mudah. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) mengenalkan teknologi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI). Melalui teknologi tersebut, para nelayan dapat mengetahui potensi sebaran ikan. Tanpa perlu melaut selama berhari-hari. Teknologi ZPPI ini diperkenalkan kepada warga Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam, Kamis (14/3).

Dihadapan puluhan warga, peneliti LIPI menyosialisasikan penemuan yang diklaim bakal mendongkrak hasil tangkapan ikan. “Nantinya, nelayan yang berlayar tidak lagi kesulitan mencari ikan. Sudah ada koordinatnya, cukup dengan handphone. Mirip dengan aplikasi Google Map. Mereka akan dituntun ke potensi sebaran ikan,” kata Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN Winanto di Gedung Serbaguna Kelurahan Gunung Steleng.

Dia menambahkan, melalui teknologi ZPPI ini, data dari satelit yang merekam permukaan bumi akan diolah menjadi informasi.

Untuk informasi di darat, akan diolah memuat potensi perkebunan dan pertambangan. Sementara informasi yang ada di laut, diubah menjadi data yang memuat potensi perikanan. Data tersebut diolah stasiun bumi yang tersebar di Indonesia. Yakni stasiun bumi yang ada di Parepare (Sulawesi Selatan), Bogor dan Jakarta. “Jadi teknologi ini sudah hampir diterapkan di seluruh daerah di Indonesia. Untuk PPU masih belum. Tapi nanti kami siap, bertemu dengan nelayannya langsung. Dan Pemkab PPU akan kami bimbing untuk mengawasi teknologi ini,” ucapnya. Winanto melanjutkan, dengan menggunakan teknologi ZPPI ini, para nelayan juga dapat memperkirakan potensi bahaya di laut. Salah satunya badai.

Melalui data yang dikirim ke ponsel dalam bentuk portable document format (PDF). Data tersebut dikirim secara otomatis melalui mesin. Dan bisa disebar lewat aplikasi pesan WhatsApp. “Data ini bisa dipakai sampai empat hari. Misalnya dikirim jam 2 siang, bisa digunakan sebagai panduan selama empat hari ke depan,” ungkapnya. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Tohar menyampaikan, dalam pengenalan teknologi ZPPI tersebut, peserta yang hadir masih belum sepenuhnya memahami. Sehingga responnya terlihat sangat kurang menggembirakan.

Namun Pemkab PPU tetap mengapresiasi kegiatan yang digagas LAPAN ini. “Banyak teknologi yang dikelola oleh mereka. Yang berkenaan dengan aspek masyarakat. Bagi nelayan, maupun pertanian dan perkebunan.Cuma audiens-nya enggak nyambung. Sehingga tidak hidup diskusinya,” katanya. Anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim Ihwan Datu Adam yang menggagas pertemuan itu, berharap, bantuan teknologi dari LAPAN bisa digunakan bagi Pemkab PPU. Selain ZPPI, teknologi lainnya seperti peta satelit juga bisa dimanfaatkan untuk mengurai permasalahan batas wilayah.

“Intinya kami mengenalkan dengan masyarakat PPU, terkait teknologi milik LAPAN ini. Khususnya yang bisa digunakan pemkab setempat, untuk kemudahan masyarakat,” pungkas anggota fraksi Partai Demokrat ini. (*/kip/riz)











sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/352763-canggih-nih-pantau-sebaran-ikan-lewat-ponsel.html









Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL