Kompetensi Utama

Layanan


Gak Nyangka, Ternyata 7 Karya Antariksa Ini Buatan Orang Indonesia
Penulis : Redaksi • Media : idntimes.com • 19 Mar 2019 • Dibaca : 4013 x ,

Indonesia merupakan negara yang nyatanya kaya dengan orang-orang cerdas. Pasalnya, meski tidak termasuk ke dalam kategori 10 negara terpintar di dunia, tetapi Indonesia memiliki ilmuwan-ilmuwan hebat yang memiliki hasil karya mendunia.

Salah satunya adalah karya di bidang antariksa. Penasaran? Simak info berikut ini untuk mengetahui karya orang Indonesia dalam bidang antariksa yang telah mendunia!





1. Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT)
ECVT atau Electrical Capacitance Volume Tomography adalah teknologi pemindai 4D pertama di dunia yang dirancang dan diciptakan oleh ilmuwan asal Indonesia bernama Dr. Warsito. ECVT sendiri pada dasarnya merupakan teknologi yang mirip dengan CT Scan dan MRI. Akan tetapi, ECVT tidak hanya dapat digunakan untuk melihat apa yang terjadi di dalam tubuh manusia saja.

Pemindaian menggunakan ECVT dapat dilakukan di luar tubuh, bahkan dapat langsung menampilkan hasil berupa gambar dua dimensi. Teknologi ECVT ini juga sudah diakui dan dipakai oleh lembaga antariksa Amerika (NASA).



2. Radar 3 Dimensi
Sebuah radar yang berfungsi untuk mengirimkan informasi prediksi cuaca dalam bentuk 3 dimensi nyatanya pernah dirancang dan dibuat oleh ilmuwan asal Indonesia bernama Josaphat T.S Sumantyo. Hasil karyanya tersebut sudah resmi tersebar di 118 negara di dunia dan telah diaplikasikan tidak hanya di bidang antariksa saja, tetapi juga di bidang telekomunikasi, transportasi, kesehatan, dan militer. Karya berbentuk radar tersebut bermanfaat untuk mengetahui pergerakan lempeng bumi serta pemantauan musibah dan manajemen bencana berbasis penginderaan jarak jauh.



3. Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Ai-X1
Unmanned Aerial Vehicle(UAV) Ai-X1 adalah pesawat nirawak (tanpa awak) pertama yang diluncurkan di Indonesia pada akhir 2016 lalu. Pesawat karya desain dan produksi AeroTerrascan ini dibuat dari bahan fiber composite dan mampu terbang hingga mencapai ketinggian 30 km di atas permukaan tanah.



4. INASAT-1
INASAT-1 merupakan satelit pertama buatan Indonesia yang berhasil diluncurkan pada tahun 2006 silam. Satelit ini merupakan satelit metodologi pengindraan yang berfungsi untuk memotret cuaca buatan LAPAN. Selain itu, satelit ini dirancang untuk mengumpulkan data yang berhubungan erat dengan data lingkungan maupun rumah tangga, yang digunakan untuk mempelajari gerak serta penampilan sistem satelit.



5. LAPAN-TUBSAT
LAPAN-TUBSAT merupakan satelit mikro pertama di Indonesia yang dirancang berdasarkan satelit lain bernama DLR-TUBSAT dan menyertakan sensor bintang yang baru. Satelit ini merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Antariksa di Indonesia (LAPAN) dengan dengan Universitas Teknik Berlin (Technische Universitat Berlin). 

Satelit yang berbentuk kotak ini digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi Bumi, seperti: kebakaran hutan, gunung berapi, dan banjir. Kemudian informasi tersebut akan disimpan dan diteruskan ke wilayah Indonesia.



6. LAPAN A2 / ORARI
Tidak hanya berhenti sampai situ, LAPAN juga membuat satelit keduanya yang diberi nama LAPAN-A2 atau LAPAN Orari. Berbeda dengan LAPAN TUBSAT, satelit LAPAN yang kedua ini tidak hanya dibuat oleh orang Indonesia saja, akan tetapi juga dibuat langsung d Indonesia dengan bimbingan dari Jerman. Fungsi utama dari satelit ini adalah pemantauan bencana dan pemantauan kapal-kapal di perairan Indonesia.



7. LAPAN A3/IPB
Setelah sembilan bulan meluncurkan LAPAN A2, LAPAN kembali menciptakan satelit ketiganya yang diberi nama LAPAN A3 IPB. Satelit ketiga LAPAN ini merupakan hasil kerjasama antara LAPAN dengan Institut Pertanian Bogo,r yang dirakit dan diuji selama 1,5 tahun. Peluncuran satelit A3 ini bertujuan untuk pemantauan lahan pertanian dengan kamera multispektral, pemantauan kapal laut dengan sensor AIS seperti LAPAN A2, pemantauan medan magnet bumi, dan pengujian instrumen satelit yang dikembangkan LAPAN.

Itu dia beberapa hasil karya Indonesia di bidang antariksa yang mendunia. Sepanjang sejarah, sebenarnya Indonesia telah memiliki hasil karya di bidang antariksa dari tangan anak bangsa hingga mencapai puluhan banyaknya, termasuk satelit yang telah diluncurkan sejak 1976.

Untuk itu, Indonesia tengah mempersiapkan kemandiriannya dalam bidang antariksa dengan upaya menciptakan teknologi canggih dan pengembangan satelit. Semoga bisa tercapai dengan lancar ya!







sumber : https://www.idntimes.com/science/discovery/m-tarmizi-murdianto/karya-antariksa-indonesia-yang-sudah-mendunia/full








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL