Kompetensi Utama

Layanan


FGD Inisiasi Pembangunan Infrastruktur Navigasi Berbasis Satelit
23 Apr 2019 • Dibaca : 5260 x ,

Dalam rangka peningkatan dan perluasan aplikasi satelit navigasi di Indonesia, LAPAN mengadakan FGD Inisiasi Pembangunan Infrastruktur Navigasi Berbasis Satelit yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 25 April 2019 sebagai upaya pencarian mitra strategis pembangunan SBAS (Satellite-Based Augmentation System) di Indonesia. Lokasi kegiatan akan dilakukan di Kantor Pusat Sains Antariksa LAPAN, Ruang Matahari Gd. I Lt. 3. Acara FGD ini dimulai pukul 09:00 hingga 12:00. Narasumber yang diundang berasal dari Kementrian Perhubungan (udara, laut dan perkeretaapian), AirNav, Litbang dari Kementerian Pertahanan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta beberapa satker yang ada di LAPAN (Pusat Teknologi Satelit, Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa dan Pusat Sains Antariksa sendiri).

Penggunaan satelit navigasi GPS sudah umum diterapkan di Indonesia. Namun untuk menjamin kelangsungan, keterbukaan dan bebas monopoli maka beberapa negara berinisiatif mengembangkannya dengan menambahkan konstelasi lain seperti GLONASS (Rusia), Beidou (Cina), dan Galileo (Eropa). Kesemuanya disebut dengan GNSS atau Global Navigation Satellite System.

Walaupun GNSS memiliki sistem yang baik namun belum bisa memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh badan yang mempunyai otoritas penerapan teknologi baru di moda transportasi. Tingkat kepercayaan informasi (integrity) merupakan kunci dalam moda transportasi, selain akurasi yang lebih tinggi.

Untuk menjawab kebutuhan ini dibangunlah sebuah sistem pembantu (augmentasi) yang disebut dengan SBAS. SBAS pada mulanya dibangun untuk menjawab kebutuhan tranportasi udara agar lebih memperkecil biaya navigasi penerbangan dengan mengganti infrastruktur yang lebih murah, mengefektifkan lintasan dan mengirit bahan bakar dengan optimasi ruang udara. Dewasa ini, penelitian dilakukan untuk mengembangkan SBAS ke dalam beberapa versi SBAS yang lebih tinggi untuk menjawab persyaratan transportasi lain selain penerbangan. Selain itu penelitian juga diperlebar pada penggunaan surveyor di area terpencil dan pada penerapan precision farming.

Pembangunan infrastruktur SBAS akan memicu inovasi lain pada aplikasi satelit navigasi pada model transportasi, pertanahan dan pertanian. Namun pembangunan SBAS memerlukan kerjasama dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan sistem ini. Hampir seluruh wilayah di dunia sudah dilingkupi dengan rencana layanan SBAS selain negara-negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Layanan SBAS di Indonesia diharapkan berpotensi untuk mencakup beberapa wilayah negara tetangga sekitarnya dan bisa interoperable (harmoni) dengan layanan lain sehingga kinerja receiver GNSS bisa meningkat secara kontinyu disemua wilayah.








Narahubung:
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Ir. Jasyanto, MM. (Hp. 08111735071)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL