Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Memperkenalkan Bimtek Komunikasi Melalui Satelit Amatir IO-86 ( LAPAN-A2/LAPAN-Orari)
23 Apr 2019 • Dibaca : 3832 x ,

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ikut serta dalam acara Indonesia Science Day (ISD) yang akan dilaksanakan di Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu, 27 April 2019. Tema yang diangkat dalam acara ISD 2019 ini adalah “Mendorong Terciptanya Sumberdaya IPTEK memasuki era Industri 4.0”. Acara ini bertujuan untuk menciptakan inovasi sebagai suatu solusi dari aksi menyelesaikan masalah bangsa pada umumnya dan komunikasi darurat pada khususnya melalui bimbingan teknis (bimtek) IO-86 komunikasi satelit melalui radio genggam.

Dalam acara ini, Pusat Teknologi Satelit LAPAN bersama Amateur Radio Satellite Indonesia (AMSAT ID) / Organisasi Radio Amatir Indonesia ORARI menjadi narasumber dengan topik pembahasan mengenai “Bimtek Komunikasi Melalui Satelit Amatir LAPAN – A2/ LAPAN – ORARI (IO-86) Dengan Radio Genggam”. Pembahasan mengenai bimtek operasi satelit ini akan diikuti oleh para peserta dari SMA hingga masyarakat umum yang bertujuan untuk mengenalkan suatu sistem komunikasi nirkabel yang mana dapat digunakan dengan praktis dan harga yang ekonomis serta dapat menjadi sarana komunikasi alternatif.

Komunikasi suara yang biasa kita gunakan adalah komunikasi melalui Handphone ataupun telpon kabel atau pesawat telepon rumahan, akan tetapi pada umumnya kurang familiar dengan sistem komunikasi yang justru populer lebih dahulu yaitu komunikasi melalui satelit amatir. Komunikasi ini lebih dahulu dikenal. Dan menjadi andalan pada saat perang dan keadaan darurat, mengapa kita membutuhkan keterampilan komunikasi dengan Handy Talky (HT).

HT dan Satelit karena pada suatu saat pasti kita akan terganggu dengan komunikasi yang kita gunakan sekarang, suatu contoh dengan adanya bencana seperti gempa maka semua BTS akan terganggu dan rusak bahkan sumber energi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga tidak beroperasi maka disinilah akan merusak seluruh sistem komunikasi di 900 MHz dan 1800 MHz di Handphone (HP) yang biasa kita gunakan akan tidak berfungsi komunikasi dan jika bencana seperti ini, pasti kabel pun terputus. Maka tidak ada lagi fasilitas dari semua alat komunikasi yang kita miliki. Kita akan menjadi terisolir dan tidak dapat menyampaikan pesan penting maka, satu - satunya komunikasi dapat melalui HT dengan repeater dari Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI. Dengan Uplink di 145.880 dan Downlink di 435.880 yang memiliki cakupan luas maka akan dapat berkomunikasi dengan pihak luar dalam jarak jangkau yang jauh bahkan bisa sampai 1200 Km dari tempat sumber komunikasi karena komunikasi ini melalui satelit sebagai pengulang yang tidak terhalang dan tinggi diatas dengan ketinggian 650 KmDpl maka akan sangat jauh cakupannya.

Dengan kesempatan yang baik ini pula LAPAN mengenalkan teknologi satelit yang mana pembuatan suatu satelit sangat berguna untuk keperluan umum dan diharapkan akan dapat menarik minta dan kecintaan masyarakat untuk lebih mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Juga diharapkan generasi penerus akan cinta dan memperdalam ilmu komunkasi dan menjadikan Indonesia negara yang memiliki ahli - ahli dibidang telekomunikasi yang handal.





Nara Hubung :
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN, Ir. Jasyanto, MM. (Hp. 08111735071)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL