Kompetensi Utama

Layanan


Tim Hex-Savior URO Unila Lolos Final Kompetisi Aerofest 2019
Penulis : Dhendavid Renzar • Media : Kumparan • 08 Jul 2019 • Dibaca : 674 x ,

Lampung Geh, Bandar Lampung - Tim Robotik Unila (Universitas Lampung), Hex-Savior lolos ke babak Final Kompetisi Desain UAV Aerofest 2019 yang diadakan di Pusat Teknologi Penerbangan, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) yang diumumkan 26 Juni lalu.

Hex-Savior merupakan tim robotik dari Unila Robotika dan Otomasi (URO). Tim ini dibimbing oleh Mona Arif Muda Batubara seorang dosen Teknik Elektro di Unila dan 3 orang tim yang diketuai M. Abdul Fattah (Teknik Elektro 2017), dan dua anggota M. Abdul Rosyid dan Fathima Azmi (Teknik Elektro 2016).


Ketiga orang ini lolos ke tahap final dalam Kompetisi Desain UAV Aerofest 2019 yang diadakan oleh Pusat Penerbangan dan LAPAN yang akan dilaksanakan pada 8 dan 9 Juli 2019 di Rumpin, Bogor.


Hex-Savior mengangkat judul inovasi "Implementasi Hexarotor sebagai Instrumen Penyelamat Korban Bencana Alam Berbasis Kamera Thermal" dengan membuat jenis Drone Hexacopter.


"Jenis drone-nya hexacopter, wahana ini dirancang untuk mendeteksi adanya korban bencana menggunakan kamera thermal yang terintegrasi dengan mini PC," ungkap Rosyid selaku Tim Hex-Savior saat menjelaskan desain robotnya.


Drone Hexacopter, jenis wahana pendeteksi korban bencana, Senin (8/7).
Rosyid pun menambahkan bahwa drone ini dirancang apabila korban terdeteksi maka wahana akan menjatuhkan kotak P3K dan Glow Stick.


"Setelah korban terdeteksi maka wahana akan menjatuhkan kotak P3K dan Glow Stick, dan mini PC mengirimkan informasi berupa koordinat lokasi korban sehingga dapat membantu tim evakuasi (SAR) dalam melakukan penyelamatan dengan cepat," tambahnya.


Kompetisi Aerofest terdiri dari beberapa rangkaian acara salah satunya Lomba Desain UAV yang diadakan Teknologi Penerbangan LAPAN. Desain UAV sendiri adalah kompetisi dalam merangkai Pesawat Tanpa Awak atau juga disebut drone untuk mengimplementasikan kegunaan lain yang bermanfaat.


Pada 21 - 25 Juni lalu LAPAN melakukan seleksi proposal sebagai babak penyisihan dan pada 26 Juni pengesahan 10 proposal terbaik yang akan mengikuti final dalam kompetisi tersebut, di antaranya dari kampus Universitas Gunadarma, Universitas Andalas, Universitas Udayana, STTKD Yogyakarta, ITB, UNILA, UGM dan PENS.

Pada 8 - 9 Juli para finalis mempresentasikan hasil karyanya dan terakhir akan diumumkan semua pemenang dalam perlombaan di Aerofest 2019 ini.


Tim Hex-Savior berharap agar rancangan teknologi yang dibuat dapat dikembangkan dan bukan hanya sebatas lomba.


"Mohon doa dan dukungannya agar teknologi yang kami rancang ini bisa dikembangkan bukan sebatas lomba ini saja tetapi bisa diterapkan dan bermanfaat bagi banyak orang," ujar Fattah selaku Ketua Tim Hex-Savior.

sumber : https://kumparan.com/lampunggeh/tim-hex-savior-uro-unila-lolos-final-kompetisi-aerofest-2019-1rQYB6C22q0








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL