Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Sebut Polusi DKI Lebih Tinggi dari Bangkok, Dinas LH Beri Data Berbeda
Penulis : Arief Ikhsanudin • Media : detikNews • 10 Jul 2019 • Dibaca : 1755 x ,

Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebut polusi di Jakarta lebih parah daripada di Bangkok, Thailand, dan Singapura. Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta memberi data berbeda.

"Saya punya data tidak setinggi itu, kita kan juga punya alat ukur," ucap Kepala Dinas LH DKI Jakarta Andono Warih, kepada detikcom, Selasa (9/7/2019).

Lapan mengunggah citra satelit dari The Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS). Penghitungan tingkat polusi udara ini didasarkan pada sebaran partikel padat di udara ukuran di bawah 2,5 mikrometer (PM2,5) dan 10 mikrometer (PM10).

Citra satelit ini diambil pada Selasa (9/7) pukul 08.00 WIB. Data menunjukkan 180 mikrogram per meter kubik.

Andono kemudian memberikan data pemantauan milik Dinas LH DKI Jakarta dengan alat ukur PM 2,5. Ada tiga lokasi yang menjadi titik pemantauan, yaitu Bundaran HI, Kelapa Gading, dan Jagakarsa.


Pada waktu yang sama dengan data Lapan, data milik Dinas LH berada pada grafik antara 40 sampai 80 mikrogram per meter.

Menurut Andono, perbedaan data bisa karena metode pengambilan yang berbeda. CAMS menggunakan satelit, sedangkan Dinas LH memasang alat ukur di tanah.

"Saya tidak tahu metode dan alat digunakan oleh Lapan, mungkin beda, dia pakai satelit, itu sesuatu yang kita belum tahu (metodenya)... Itu data kami di ground (tanah) di tempat, bukan dari citra satelit," ucap Andono.

Saat ditanya perbandingan dengan kota-kota di Asean, Andono tidak menyebut apakah kualitas udara Jakarta lebih bagus. Baginya, tingkat kualitas udara bisa berbeda dari waktu ke waktu.

"Angka berubah terus. Kadang tinggi, kadang menurun tergantung kondisi, (seperti) kemacatan, cuaca, di situ ada apa. Kalau kita rengking berapa, tidak selamanya rangking satu, atau dua," ucap Andono.

"Intinya, secara rata-rata, udara Jakarta, satu, kita jumlah kendaraan banyak, masih macet, bahan bakar belum bersih, maka udara kita dalam satu tahun 365 hari itu, bisa dikatakan rata-rata moderat, atau sedang," ucapnya.

Jika dibandingankan dengan Singapura, Andono berpendapat udara di Singapura kemungkinan lebih bersih dibanding Jakarta. "Mungkin Siangapura lebih bersih, karena tingkat kemacetan tidak separah Jakarta. Bahan bakar lebih bersih dari Jakarta," ucap Andono.


Sebelumnya, Lapan mengabarkan kondisi polusi di Jakata lebih tinggi dibanding Singapura, dan Bangkok, Thailand. Perbandingan antara Indonesia dengan dua kota tersebut cukup jauh.

"Di Jakarta cukup berpolusi pagi ini sekitar 180 mikrogram per meter kubik, di banding Singapura & Bangkok yang cuma 28 & 35 mikrogram per meterk├╣bik," demikian keterangan dari Peneliti Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN, Dony Kushardono, di akun Instagram-nya, @donykushardono, Selasa (9/7/2019).

Dia mengatakan kota lain juga mengalami polusi udara. Kondisi ini ditandai warna oranye.

"Beberapa kota seperti Medan & Surabaya juga nampak udaranya berpolusi sekitar 75 mikrogram per meterkubik," kata Dony.

sumber : https://news.detik.com/berita/d-4617714/lapan-sebut-polusi-dki-lebih-tinggi-dari-bangkok-dinas-lh-beri-data-berbeda








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL