Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN: Sempurnakan arah kiblat dengan fenomena matahari di atas Kabah
Penulis : Martha Herlinawati S • Media : antaranews • 15 Jul 2019 • Dibaca : 273 x ,

Jakarta (ANTARA) - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan saatnya menyempurnakan atau memperbaiki arah kiblat melalui fenomena matahari di atas kabah pada 15 Juli 2019.

"Masih banyak masjid lama yang arah kiblatnya belum diukur dengan akurat. Mushola di rumah juga mungkin baru dikira-kira arah kiblatnya. Panitia shalat Ied mungkin sedang menyiapkan lokasi baru dan harus membuat garis shaf," kata Thomas kepada Antara, Jakarta, Senin

Untuk menyempurnakan arah kiblat, maka dapat melihat arah bayangan matahari sore hari antara pukul 16.22 WIB- 17.32 WIB pada 13 - 17 Juli. Pada saat itu, matahari sedang berada di atas Mekkah. "Jadi, garis lurus bayangan itu merupakan arah kiblat," katanya.

Thomas menuturkan gerak tahunan matahari melintasi lintang Mekkah sebanyak dua kali, yakni pada 27-28 Mei dan 15-16 Juli 2019. Pada saat tengah hari di Mekkah yakni pukul 16.27 WIB pada 15 Juli 2019, matahari tepat berada di atas Mekkah.

"Matahari tepat di atas Mekkah, artinya pada saat itu seluruh dunia yang melihat matahari berarti sedang menghadap ke arah Mekkah. Itulah arah kiblat," ujarnya.

Arah kiblat bisa ditentukan dari bayangan benda vertikal, misalnya tongkat, kusen jendela atau pintu, atau sisi bangunan.

Untuk daerah yang mengalami siang bersamaan dengan Mekkah yakni Indonesia bagian Barat, Asia Tengah, Eropa dan Afrika dapat menggunakan jadwal berikut untuk menentukan arah kiblat, yakni pada 26–30 Mei 2019 pukul 16:18 WIB dan pada 14–18 Juli 2019 pukul 16:27 WIB.

Sementara, untuk daerah yang mengalami siang berlawanan dengan Mekkah, yakni Indonesia Timur, Pasifik, dan benua Amerika dapat menentukan arah kiblat menurut waktu setempat, yakni pada 12– 16 Januari 2019 pukul 04:30 WIB dan pada 27 November –1 Desember pukul 04:09 WIB.

Rentang waktu plus atau minus 5 menit masih cukup akurat untuk menentukan arah kiblat. Arah kiblat adalah dari tongkat ke ujung bayangan.

"Gunakan benda tegak, misalnya kusen jendela, untuk menentukan arah kiblat dari bayangannya pada waktu yang ditentukan. Beri tanda arah bayangan, misalnya dengan sajadah. Buat garis shaf baru berdasarkan arah yang telah ditentukan," ujar Thomas.

sumber : https://www.antaranews.com/berita/956757/lapan-sempurnakan-arah-kiblat-dengan-fenomena-matahari-di-atas-kabah








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL