Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN: Saat Tepat Sempurnakan Arah Kiblat
Penulis : Syahrul Munir • Media : validnews.co • 15 Jul 2019 • Dibaca : 678 x ,

JAKARTA – Hari ini menjadi momentum tepat untuk menyempurnakan atau memperbaiki arah kiblat. Alasannya, Senin (15/7) ini terjadi fenomena matahari persis di atas Kakbah. Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Agama Islam (Ditjen Bimas Islam) menyebutkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan kalibrasi kembali arah kiblat.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa saatnya menyempurnakan atau memperbaiki arah kiblat melalui fenomena matahari di atas Kakbah pada 15 Juli 2019. Thomas menyebut masih banyak masjid lama yang arah kiblatnya belum diukur dengan akurat.
"Musala di rumah juga mungkin baru dikira-kira arah kiblatnya. Panitia salat Ied mungkin sedang menyiapkan lokasi baru dan harus membuat garis saf," kata Thomas kepada Antara, Jakarta, Senin (15/7).
Untuk menyempurnakan arah kiblat, kata Thomas secara sederhana dapat melihat arah bayangan matahari sore hari antara pukul 16.22–17.32 WIB, pada tanggal 13–17 Juli. Pada saat itu, matahari sedang berada di atas Makkah. "Jadi, garis lurus bayangan itu merupakan arah kiblat," katanya.
Thomas menuturkan gerak tahunan matahari melintasi lintang Makkah sebanyak dua kali, yakni pada 27–28 Mei dan 15–16 Juli 2019. Pada saat tengah hari di Makkah yakni pukul 16.27 WIB, pada 15 Juli 2019, matahari tepat berada di atas Makkah.
"Matahari tepat di atas Makkah, artinya pada saat itu seluruh dunia yang melihat matahari berarti sedang menghadap ke arah Makkah. Itulah arah kiblat," ujarnya.
Arah kiblat, kata Thomas bisa ditentukan dari bayangan benda vertikal, misalnya tongkat, kusen jendela atau pintu, atau sisi bangunan. Untuk daerah yang mengalami siang bersamaan dengan Mekkah yakni Indonesia bagian Barat, Asia Tengah, Eropa dan Afrika dapat menggunakan jadwal berikut untuk menentukan arah kiblat, yakni pada 26–30 Mei 2019 pukul 16:18 WIB dan pada 14–18 Juli 2019 pukul 16:27 WIB.
Sementara, untuk daerah yang mengalami siang berlawanan dengan Makkah, yakni Indonesia Timur, Pasifik, dan benua Amerika dapat menentukan arah kiblat menurut waktu setempat, yakni pada 12– 16 Januari 2019 pukul 04:30 WIB dan pada 27 November –1 Desember pukul 04:09 WIB.
"Gunakan benda tegak, misalnya kusen jendela, untuk menentukan arah kiblat dari bayangannya pada waktu yang ditentukan. Beri tanda arah bayangan, misalnya dengan sajadah. Buat garis shaf baru berdasarkan arah yang telah ditentukan," ujar Thomas.
Sebelumnya, pada bulan Mei 2019, Kementerian Agama RI mengajak umat Islam di Indonesia untuk mengecek kembali arah kiblat saat periode pertama matahari tepat berada di atas Kakbah. Berdasarkan tinjauan astronomis/falak, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat, di antaranya menggunakan kompas, theodolit, serta fenomena posisi matahari melintasi tepat di atas Kakbah yang dikenal dengan istilah “Istiwa Azam” atau “Rashdul Kiblat”.
Tiga Hal
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Moh. Agus Salim menjelaskan teknik penentuan arah kiblat menggunakan Rashdul Kiblat sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Demikian halnya di Indonesia dan beberapa negara Islam yang lain juga banyak menggunakan teknik ini.
Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya. Yang diperlukan hanyalah sebilah tongkat dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari. Pada tanggal dan jam saat terjadinya Rashdul Kiblat tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat.
Agus Salim menambahkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat akan melakukan kalibrasi. Pertama pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan Lot/Bandul. Lalu kedua, permukaan dasar yang digunakan harus betul-betul datar dan rata.
Dan terakhir, ketiga jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom. Rentang waktu plus atau minus 5 menit masih cukup akurat untuk menentukan arah kiblat. Arah kiblat adalah dari tongkat ke ujung bayangan.

sumber : https://www.validnews.id/LAPAN--Saat-Tepat-Sempurnakan-Arah-Kiblat-vDS








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL