Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN: Tujuh Provinsi Rawan Kebakaran Hutan
Penulis : Redaksi • Media : cnnindonesia.com • 18 Jul 2019 • Dibaca : 2525 x ,

Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggunakan satelit penginderaan jauh untuk memetakan tujuh provinsi rawan kebakaran hutan saat musim kemarau. Selama periode Juni hingga Juli, LAPAN mencatat provinsi Riau memiliki potensi titik api tertinggi dibandingkan provinsi lain.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menuturkan kemunculan titik api belum tentu mengindikasikan terjadi kebakaran hutan. Namun temuan itu bisa menjadi peringatan agar perangkat daerah dan masyarakat mewaspadai potensi kebakaran hutan di tujuh provinsi.

"Ketujuh provinsi yang masuk kategori rawan kebakaran hutan yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Satelit kami kerap menemukan titik api di tujuh provinsi tersebut dan bisa menjadi peringatan dini bagi aparat daerah setempat," ungkap Thomas usai seminar nasional Penginderaan Jauh di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/7).

Rokhis Komaruddin, Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN menuturkan pihaknya mengembangkan sistem peringatan dini pemantauan harian lokasi potensial terjadinya kebakaran hutan. Cara ini dimaksudkan agar perangkat daerah mulai dari Polsek hingga Kementerian Kehutanan bisa melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan.

"Satelit kami memetakan Riau memiliki peningkatan titik api selama Juni-Juli, kendati jumlahnya 10 persen lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Namun hal ini tetap harus menjadi peringatan kebakaran hutan dan lahan, terlebih kalau el nino lemah dan diperparah dengan musim kemarau," kata Rokhis.

Selain memetakan titik-titik berpotensi kebakaran hutan (hotspot), Rokhis mengatakan satelit LAPAN juga akan memperhatikan aspek pendukung kebakaran hutan, termasuk potensi adanya asap di koordinat tertentu.

"Kalau ada asap, kami akan sampaikan ke KLHK untuk mengecek apakah ada kebakaran hutan. Nantinya tim akan diterjunkan untuk memantau secara berkala setiap harinya langsung ke lokasi sesuai koordinat yang dipetakan oleh satelit," ucap Rokhis.

Secara teknis, Rokhis menerangkan setelah satelit menemukan hotspot maka tim lapangan akan melakukan patroli sesuai koordinat. Selain mengerahkan drone, tim lapangan juga akan melakukan patroli untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan. (evn/asa)








Related Posts
Dukung Pengendalian Perubahan Iklim, LAPAN Pamerkan Teknologi Keantariksaan
02 Oct 2019
Perubahan iklim merupakan isu yang menjadi perhatian nasional maupun internasional. Kondisi ini perlu disikapi dengan tindakan nyata salah satunya dengan upaya mitigasi bencana serta mengurangi emisi gas rumah kaca. Upaya…

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL