Kompetensi Utama

Layanan


DKI Tanam Lidah Mertua Atasi Polusi, Walhi Nilai Belum Cukup
Penulis : • Media : CNN Indonesia • 22 Jul 2019 • Dibaca : 938 x ,

Jakarta, CNN Indonesia -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengapresiasi langkah yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangipolusi udara di wilayah ibu kota RI tersebut. Namun, upaya tersebut dipandang tidak cukup.

"Sebagai satu langkah untuk memilih tanaman yang lebih menyerap polusi bagus, tapi itu tidak cukup," kata Manajer Kampanye dan Perkotaan Walhi Dwi Sawung kepada CNNIndonesia.com, Minggu (21/7).

Dwi Sawung mengatakan seharusnya Gubernur DKI Anies Baswedan menaruh perhatian utamanya atas sumber-sumber polusi. Selama sumber polusi itu dibiarkan, kata Sawung, langkah pengurangan polusi yang dilakukan Pemprov DKI akan terjadi sementara saja.


"Selama sumber polutannya tidak dihentikan atau dicegah, hanya jadi sementara saja," ujarnya.

Soal penanaman tanaman, Sawung mengingatkan Anies dan jajarannya tak fokus hanya pada lidah mertua saja. Menurutnya penting pula untuk mengembalikan tanaman-tanaman yang sempat dibabat guna pembangunan moda raya terpadu (MRT), lintas rel terpadu (LRT), dan pelebaran trotoar dan jalan di kawasan Sudirman-Thamrin.

"Selain lidah mertua, harus mengembalikan juga tanaman-tanaman yang dulu ada di Jalan Thamrin Sudirman, Kuningan yang dibabat oleh pembangunan," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan telah berkoordinasi dengan instansi dan kantor pemerintahan terkait rencana penempatan tanaman lidah mertua di atap-atap gedung perkantoran.

"Kemarin sudah ada proses lelang dan saat ini sedang masuk masa sanggah. Mudah-mudahan akhir Juli sudah bisa mulai pelaksanaan di lapangan. Kantor kami akan jadi proyek percontohan awal dan kami berharap kantor suku dinas dan wali kota juga menerapkan hal serupa," kata Darjamuni seperti dikutip Antara.

Darjamuni menerangkan lidah mertua yang bernama latin Sansiviera memiliki kemampuan untuk menjadi antipolutan sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi polusi udara ibu kota.

Tidak hanya gedung perkantoran pemerintahan, Darjamuni berharap proyek lidah mertua pun diterapkan di gedung-gedung perkantoran swasta di seluruh wilayah DKI Jakarta.

"Sekian banyak gedung di Jakarta, kalau bisa kita tempatkan lidah mertua kan bisa membantu mengurangi polusi udara. Makanya kami melakukan lelang karena butuh banyak tanaman untuk ditempatkan di atap-atap gedung ibu kota," katanya.
Polusi udara di ibu kota makin menjadi perhatian dalam beberapa bulan terakhir. Terkini, pada 17 Juli lalu, berdasarkan pemantauan satelit oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tercatat kondisi polusi udara di Jakarta semakin mengkhawatirkan. Selain Jakarta, kondisi serupa juga terjadi di Medan dan Surabaya.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan menurunnya kondisi udara terjadi karena kontribusi gas buang kendaraan bermotor, industri, dan musim kemarau di Indonesia.

"Peningkatan emisi atau pelepasan PM 2,5 dari kendaraan bermotor, industri, ditambah kondisi memasuki musim kemarau membuat polusi udara berada di tingkat yang perlu diwaspadai," ungkap Thomas kepada CNNIndonesia.com usai seminar Inderaja di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/7).

Kondisi musim kemarau menurutnya memicu peningkatan PM2,5 di Jakarta. Laporan IPB mencatat PM2.5 (particulate matter) memiliki diameter kurang dari 2,5 mikrometer yang diyakni oleh para pakar lingkungan dan kesehatan masyarakat sebagai pemicu infeksi saluran pernapasan.

Itu terjadi karena partikel padat PM2,5 bisa mengendap dalam saluran pernapasan yang berujung pada gangguan kesehatan hingga mengganggu pandangan mata.

Thomas mengatakan kualitas udara di Jakarta tergolong lebih buruk dibandingkan Bangkok dan Singapura. Penggunaan transportasi pribadi yang tinggi disebut turut berkontribusi membuat kualitas udara Jakarta semakin memburuk.


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190722061346-20-414214/dki-tanam-lidah-mertua-atasi-polusi-walhi-nilai-belum-cukup?









Related Posts
Hotspot kebakaran hutan dan dampaknya pada kualitas udara Sumbar
13 Sep 2019
Sejak Kamis (12/9) pekan ini kabut asap terpantau di sebagian besar wilayah Sumatera Barat. Jarak pandang di Padang dan Bukittinggi mencapai jarak terendah yaitu sekitar kurang dari 5 kilometer.Secara kasat…
Kabut asap kian pekat, anak-anak paling terdampak
12 Sep 2019
Anak-anak menjadi kalangan paling terdampak kabut asap kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau. Mereka menderita sesak napas dan infeksi saluran pernapasan akut.Sejak Januari lalu, menurut BPPD Riau, sekitar 4.118 hektare lahan…
382 Hotspot Terpantau di Kalbar, Singkawang dan Pontianak Nihil
15 Aug 2019
382 Hotspot Terpantau di Kalbar, Singkawang dan Pontianak NihilPONTIANAK - Berdasarkan hasil pengolahan data lapan Sejak Rabu (14/8/2019) hingga hari Kamis (15/8/2019) pukul 07.00 WIB, sebanyak 382 hotspot terpantau di…
DKI Tanam Lidah Mertua Atasi Polusi, Walhi Nilai Belum Cukup
22 Jul 2019
Jakarta, CNN Indonesia -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengapresiasi langkah yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangipolusi udara di wilayah ibu kota RI tersebut. Namun, upaya tersebut dipandang tidak…
Darurat Udara Jakarta, Pantauan Satelit LAPAN Kualitas Udara Jakarta Masuk Level Waspada
17 Jul 2019
Pemantauan satelit penginderaan jauh yang dilakukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat kondisi polusi udara di Jakarta semakin mengkhawatirkan. Selain Jakarta, kondisi serupa juga dihadapi oleh Medan dan Surabaya.Kepala…
Satelit LAPAN Catat Polusi Udara Jakarta di Level Waspada, Ini Pemicunya
17 Jul 2019
Jakarta, faktapers.id – Berdasarkan hasil pantauan satelit penginderaan jauh yang dilakukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat kondisi polusi udara di Jakarta kian mengkhawatirkan. Selain Jakarta, kondisi serupa juga…
LAPAN Sebut Kualitas Udara Jakarta Lebih Buruk Dibanding Bangkok dan Singapura
17 Jul 2019
Bandungkita.id, JAKARTA – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menyebut kualitas udara Kota Jakarta semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pemantauan satelit penginderaan jauh, udara Ibu Kota Lebih buruk jika dibandingkan Bangkok dan Singapura.Kepala…
Kualitas Udara Buruk Bikin Warga Jakarta Cepat Tua
14 Jul 2019
GenPI.co - Data dari Indeks kualitas udara (Air Quality Index/ AQI) menyebutkan kalau Jakarta disebut sebagai kota dengan polusi udara terburuk nomor tiga di dunia setelah Santiago, Chile dan Chongqing,…
LAPAN Sebut Polusi DKI Lebih Tinggi dari Bangkok, Dinas LH Beri Data Berbeda
10 Jul 2019
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebut polusi di Jakarta lebih parah daripada di Bangkok, Thailand, dan Singapura. Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta memberi data berbeda."Saya punya…
Lebih Tinggi dari Singapura-Bangkok, Begini Polusi Udara di DKI Pagi Tadi
09 Jul 2019
akarta - Berdasarkan citra satelit, kondisi polusi udara di Jakarta pagi tadi cukup tinggi. Tingkat polusi udara di DKI lebih tinggi dibanding di Singapura dan Bangkok.Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional…
LAPAN Sebut Polusi Jakarta Melebihi Bangkok
09 Jul 2019
Jakarta: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut udara Jakarta hari ini berpolusi. Berdasarkan data, terdapat sebaran partikel padat dengan ukuran di bawah 2,5 dan 10 mikrometer (PM2.5 & PM10).…
Tak Banyak yang Tahu, Polusi Cahaya Ternyata Berpotensi Perburuk Kesehatan
22 Feb 2019
MALANGTODAY.NET – Tidak hanya polusi udara, polusi cahaya ternyata juga berdampak buruk terhadap kesehatan manusia. Sebetulnya tidak hanya manusia, tetapi juga hewan-hewan nokturnal.Polusi udara, kebanyakan menyerang secara langsung…
Pembangunan Observatorium Timau telan biaya Rp400 miliar
10 Jul 2018
Kupang (AntaraNews NTT) - Pembangunan Observatorium Nasional di pegunungan Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai observatorium terbesar di Asia Tenggara menelan biaya sebesar Rp400 miliar. Kepala Lembaga Penerbangan…
Pembangunan Observatorium Timau telan biaya Rp400 miliar
10 Jul 2018
"Pembangunan Observatorium Nasional di pegunungan Timau, Kabupaten Kupang, NTT sebagai observatorium terbesar di Asia Tenggara menelan biaya sebesar Rp400 miliar. "Kupang (AntaraNews NTT) - Pembangunan Observatorium Nasional di pegunungan Timau,…
Pembangunan Observatorium di NTT BUtuh Dana Rp 400 Miliar
09 Jul 2018
REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Pembangunan Observatorium Nasional di pegunungan Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai observatorium terbesar di Asia Tenggara menelan anggaran sebesar Rp 400 miliar. Kepala Lembaga Penerbangan…
LAPAN Serukan Malam Langit Gelap, tapi Jakarta Masih Terang Benderang
06 Aug 2016
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Negara (LAPAN) menginisiasi kampanye 'Malam Langit Gelap atau Dark Sky Night' untuk menyaksikan indahnya Galaksi Bima Sakti, malam ini. Caranya dengan mematikan lampu pada…
LAPAN Mengajak Masyarakat Matikan Lampu
04 Aug 2016
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengajak masyarakat seluruh Indonesia untuk mematikan lampu pada 6 Agustus 2016 selama satu jam dari pukul 20.00 sampai 21.00 waktu setempat.…
Kabut Asap di Jawa, Kata LAPAN Ini Sumbernya
26 Oct 2015
TEMPO.CO, Bandung - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, kabut di beberapa kota di Jawa hasil campuran asap kebakaran hutan di Jawa dan polusi udara. Kabut…
Peran Observatorium Nasional Khusus Riset, Bosscha Masih Bisa Melengkapi Data Keantariksaan
31 May 2015
JAKARTA, KOMPAS — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional berencana memanfaatkan observatorium nasional yang akan dibangun di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dikhususkan pada penelitian. Pembangunan observatorium nasional itu tidak untuk menggantikan…
BLH Riau Gandeng LAPAN Sosialisasikan Deposisi Asam
30 Apr 2015
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau dan Lapan akan menyelenggarakan sosialisasi deposisi asam di Riau. Hal tersebut disepakati dalam pertemuan kedua instansi di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA)…
Pengaruh Konsentrasi Polutan Terhadap Radiasi Global
02 Jan 2015
Studi mengenai polusi udara di Indonesia terus berkembang begitupun mengenai masalah cuaca dan iklim yang berhubungan dengan polusi udara terus dikaji. Kasus polusi di kota-kota besar perlu pengawasan dan…
Paparkan Hasil Litbang, Lapan Rintis Kerja Sama dengan Lembaga Sandi Negara
03 Oct 2014
Sejak adanya Undang-undang No. 21 Tahun 2013 Tentang Keantariksaan, kegiatan litbang ilmu pengetahuan dan teknologi keantariksaan di Lapan semakin kuat. Guna mendukung kegiatannya, Lapan juga perlu bekerja sama dengan…

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL