Kompetensi Utama

Layanan


Mengungkap 5 Teori Konspirasi Pendaratan Manusia ke Bulan
Penulis : • Media : CNN Indonesia • 22 Jul 2019 • Dibaca : 233 x ,

Jakarta, CNN Indonesia -- Tepat 50 tahun lalu dua pasang kaki umat manusia pertama kali berpijak di permukaan Bulan pada 20 Juli 1969. Pijakan kaki Neil Armstrong yang mewakilkan pijakan pertama umat manusia di Bulan, disusul oleh Edwin 'Buzz' Aldrin melalui Apollo 11.

Misi pendaratan di Bulan menjadi puncak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga saat ini. Akan tetapi, banyak orang yang tidak mempercayai pencapaian luar biasa Apollo 11.

Sejumlah teori konspirasi pun bermunculan akibat rasa tidak percaya. Pada intinya, teori-teori ini menyimpulkan bahwa manusia tidak pernah mendarat di bulan dan bulan hanyalah buatan rumah produksi film. Anggaran untuk mendanai program Apollo yang memakan 2,5 persen produk domestik bruto (GDP) Amerika Serikat pun disebut hanyalah bualan belaka.


CNNIndonesia.com merangkum beberapa teori-teori konspirasi pendaratan Bulan. Tiga nara sumber yakni Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, Marufin Sudibyo dari International Crescent Observations Project (ICOP), dan Pendiri Jogja Astro Club Mutoha Arkanuddin memberikan penjelasan terkait teori konspirasi pendaratan manusia ke Bulan.

Bintang tidak terlihat di Bulan
Pada foto-foto dokumentasi Apollo 11 di Bulan, tidak terlihat adanya bintang-bintang di langit Bulan. Padahal kalau di Bumi bintang terlihat dengan jelas.

Ketiga ahli sepakat jika bendera yang terlihat berkibar lantaran NASA memasang pipa horizontal berbentuk L terbalik. Hal ini membuat bendera yang tertahan oleh pipa dan kerutan menciptakan efek berkibar.

"Bintang tidak terlihat pada foto karena kalah cahayanya dengan cahaya latar depan dari permukaan bulan," ujar Thomas kepada CNNIndonesia.com.

Senada, Ma'rufin mengatakan jika hasil foto berupakan bagian dari teknik fotografi yangm embuat permukaan Bulan memantulkan cahaya dalam kualitas lebih besar ketimbang permukaan Bumi.

"Makanya bukaan rana kamera harus paling kecil dan exposure time juga harus paling kecil, sekitar 1/1000 detik atau bahkan lebih kecil," ujarnya.

"Dalam setting kamera seperti itu, bintang takkan bisa difoto. Untuk mengabadikan bintang dalam kamera butuh rana lebar dan exposure time lebih besar 1/10 detik."

Ketiga ahli setuju bahwa bintang bukan tidak terlihat di Bulan, tapi para astronaut ke Bulan bukan untuk memotret bintang. Oleh karena itu, akibat permukaan Bulan sangat terang pengaturan foto disetel dengan eksposure pendek untuk menghindari gambar-gambar terlalu terang

"Bukan tidak terlihat, tapi tidak tertangkap kamera, di Bumi juga kalau kita langsung foto langit berbintang dengan kamera teknologi waktu itu tentu tidak bakal muncul itu bintang," kata Mutoha.

"Tapi sebenarnya astronaut secara visual dapat melihat. Pemotretan bintang butuh pencahayaan over agar bisa terlihat di hasil foto."

Bendera berkibar, padahal tidak ada angin di Bulan
Fakta menunjukkan bahwa tidak ada angin di Bulan. Akan tetapi, foto-foto menunjukkan bahwa bendera Amerika berkibar.

Thomas menjelaskan getaran yang ditancapkan tiang memberi kesan seakan-akan bendera berkibar.

"Bendara dibuat agak kaku dan ada tangkai penahan di atasnya agar saat dipasang tampak jelas bendera AS, kebetulan saya melihat bendera replikanya di museum Houston. Tampak berkibar karena efek getaran saat menancapkan tiang bendera," ucap THomas.


Ma'rufi mengatakan tiang bendera berbentuk L dan bagian atas bendera yang dibentuk tabung kain memberi kesan seperti berkibar.

"Bendera tidak berkibar. Mereka membuat tiang bendera berbentuk L + bagian atas bendera dibentuk tabung kain. Sehingga bagian atas bendera bisa dimasukkan ke tiang datar dan mengesankan seperti berkibar," ujar Marufin.

"Bukan berkibar tapi bendera itu memang tergantung di sisi atasnya, efek pegas saat bendera terbuka dan gerakan tangan astronaut menimbulkan kesan seolah berkibar," ucap Mutoha. (jnp/evn)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190722153800-199-414397/mengungkap-5-teori-konspirasi-pendaratan-manusia-ke-bulan/2








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL