Kompetensi Utama

Layanan


Pantau Laut dan Illegal Fishing, LAPAN Kembangkan Satelit Baru
Penulis : Tria Sutrisna • Media : Akurat.co • 30 Jul 2019 • Dibaca : 2082 x ,

AKURAT.CO, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tengah mengembangkan satelit A5 untuk kebutuhan pemantauan illegal fishing di Indonesia. Hal ini memungkinkan pihaknya melakukan pengawasan kegiatan yang dilakukan di laut Indonesia.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan saat ini pihaknya juga sedabg mengembangkan sistem indentifikasi otomatis (AIS) yang mampu memantau pergerakan kapal. Pihaknya berupaya menggunakan kamera rada berteknologi Syntethic Aperture Radar (SAR) yang bisa menembus awan.

"Masalah di Indonesia ini kan awan, jadi kalau memiliki satelit dengan detektor radar maka gerak kapal itu bisa dilihat secara fisik," ujar Thomas, seperti dikutip dari Antara, Selasa (30/7/2019).
Menurutnya, teknologi itu bisa memantau sekitar dua juta lebih kapal dari seluruh dunia dan akan dimasukkan dengan permintaan lainnya.

Selain itu, melalui penginderaan jarak jauh ini diharapkan juga bisa diketahui suhu permukaan laut dan klorofilnya. Karena sangat berguna untuk melihat wilayah yang memiliki banyak potensi ikan.

Thomas mengungkapkan pihak ingin memberi potensi tersebut pada satelit A5 agar dapat memberikan informasi pada nelayan sekaligus memberi informasi kepada Badan Keamanan Laut (Bakamla) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Saat ini, Indonesia memiliki kemampuan mengembangkan satelit sendiri. Walaupun itu baru dimulai dari kelas kecil dengan segala keterbatasan anggaran dan Sumber Daya Manusianya.

Sebelumnya, sudah ada tiga satelit yang diluncurkan, antara lain LAPAN A1, LAPAN A2, dan LAPANA3. Namun, satelit A2 dan A3 hanya melakukan pemantauan sehari sekali. Thomas menilai hal itu sangat kurang untuk wilayah perairan Indonesia yang luas.

"Kami sekarang sedang menyiapkan Satelit LAPAN A4 ditargetkan tahun depan bisa diluncurkan. Kemudian Satelit LAPAN A5, ditargetkan tahun 2022. Dan A5 ini akan menjadi satelit konstelasi sekitar delapan atau sembilan satelit," jelas Thomas.









Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL