Kompetensi Utama

Layanan


Malam Gelap Itu Romantis
Penulis : M Zaid Wahyudi • Media : kompas.id • 12 Aug 2019 • Dibaca : 337 x ,

Polusi cahaya, khususnya di perkotaan, membuat langit malam jadi terang. Akibatnya, cahaya aneka benda langit seperti bintang, planet, meteori, gugus bintang hingga galaksi menjadi sulit diamati. Jika tak segera diselamatkan, manusia di masa depan dikhawatirkan tidak bisa lagi menikmati keindahan langit malam.

Polusi cahaya, khususnya di perkotaan, membuat langit malam jadi terang. Akibatnya, cahaya aneka benda langit seperti bintang, planet, meteori, gugus bintang hingga galaksi menjadi sulit diamati. Jika tak segera diselamatkan, manusia di masa depan dikhawatirkan tidak bisa lagi menikmati keindahan langit malam.

Untuk itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali mengampanyekan Langit Malam Gelap, Selasa (6/8/2019). Program yang digagas sejak 2016 itu dimaksudkan untuk menjaga keindahan langit malam yang makin sulit dinikmati.
Sejak awal peradaban manusia, malam yang gelap tak hanya identik dengan kesuraman, mistisme atau kejahatan. Keindahan langit malam juga menjadi sumber inspirasi, keindahan, pengetahuan hingga romantisme manusia. Hampir semua budaya di dunia memiliki memori dan keterikatan mendalam dengan megahnya panorama langit malam.

Dengarlah apa yang disuarakan Fairuz, legenda Lebanon yang melantunkan Udzkuriny atau Ingatlah Aku. “Udzkuriny kullama al-fajru bada’/wa’dzkuriny al-ayyam laila al-sahari…” yang artinya kurang lebih, ingatlah aku setiap fajar terbit dan ingatlah hari-hari saat malam berbulan. Bulan jadi penanda yang mengingatkan seseorang pada kekasihnya.

Terangnya cahaya bulan, terlebih saat purnama tiba, memang menimbulkan suasana romantis bagi siapapun. Seperti halnya juga yang dinyanyikan Frank Sinatra dalam Fly Me to The Moon untuk merayu kekasihnya. “Fly me to the moon/let me play among the stars/let me see what spring is like/on Jupiter and Mars/in other words/holds my hand/in other words/baby kiss me.”

Dalam kampanye Langit Malam Gelap yang dilaksanakan, Selasa (6/8/2019), Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menghimbau masyarakat mematikan lampu di luar rumah antara pukul 20.00-21.00 waktu setempat. “Imbauan ini bersifat umum, ke depan diharapkan ada partisipasi massal dan kesadaran bersama (untuk mematikan lampu luar), walau satu jam saja,” tambahnya.

Imbauan ini bersifat umum, ke depan diharapkan ada partisipasi massal dan kesadaran bersama (untuk mematikan lampu luar), walau satu jam saja.

Padamnya lampu di luar rumah dan jalanan itu diharapkan akan membuat langit sedikit lebih gelap dari biasanya sehingga sejumlah obyek langit pun bisa diamati. Sejumlah benda langit yang bisa diamati malam itu antara lain Bulan nyaris separuh yang hampir tenggelam di langit barat, planet Jupiter dan Saturnus yang ada di atas kepala, serta bintang Alfa Centauri dan Beta Centauri yang ada di dekat ufuk selatan.

Untuk rasi bintang, ada rasi Layang-layang atau masyarakat pesisir menyebutnya Ikan Pari. Masyarakat Barat menyebutnya Crux atau Salib Selatan yang jadi panduan arah selatan. Orang Jawa yang agraris menamainya rasi Gubug Péncéng alias gubuk miring, sedang orang Bugis memanggilnya bintoéng bola képpang atau bintang rumah belum jadi.

Orang Jawa menyebut bintang Alfa Centauri (Rigil Kentaurus) dan Beta Centauri (Hadar) sebagai Lintang Wulanjar Ngirim. Kedua bintang itu masuk dalam 11 bintang terterang di langit malam. Dalam mitologi Jawa, kedua bintang itu jadi perlambang mata gadis jelita atau sumber lain menyebut sebagai mata indah Nyai Wulanjar, janda tanpa anak.

Kisah Lintang Wulanjar Ngirim tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Gubug Péncéng. Keduanya, mengandung cerita nan romatis. Syahdan, Nyai Wulanjar hendak pergi mengantarkan makanan ke sawah. Di tengah perjalanan, ia melintas di depan sekelompok lelaki yang sedang membangun rumah. Keindahan sorot matanya membius para lelaki itu hingga tanpa disadari rumah yang dibangun miring hingga diabadikan sebagai Gubug Péncéng.

Selain rasi Layang-layang, pada langit Selasa malam juga terdapat rasi Scorpius atau si kalajengking dan rasi teko atau Sagittarius. Kedua rasi ini mudah dikenali dari bentuknya yang mirip dengan sebutannya. Kebetulan, saat itu Scorpius terletak di dekat Jupiter dan Saturnus di dekat Sagittarius.

Sumber: https://bebas.kompas.id/baca/utama/2019/08/12/mati-lampu-itu-romantis/








Related Posts
Malam Gelap Itu Romantis
12 Aug 2019
Polusi cahaya, khususnya di perkotaan, membuat langit malam jadi terang. Akibatnya, cahaya aneka benda langit seperti bintang, planet, meteori, gugus bintang hingga galaksi menjadi sulit diamati. Jika tak…

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL