Kompetensi Utama

Layanan


Izin Perusahaan Pembakar Lahan Terancam Dibekukan
Penulis : Redaksi • Media : harian.analisadaily.com • 10 Aug 2019 • Dibaca : 1010 x ,

Pontianak, (Analisa). Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyatakan pihaknya akan memanggil se­jumlah perusahaan yang terindikasi mem­bakar lahan berdasarkan pantauan titik panas dari satelit Lapan.

"Kemarin kita merilis ada sepuluh peru­sahaan yang disekitar kawasan HGU-nya ada titik api. Kemungkinan jumlahnya akan bertambah, dan Senin (12 Agustus) kita akan panggil mereka," kata Sutarmidji di Pontianak, Jumat (9/8).

Dia mengatakan, dalam pemanggilan tersebut pihaknya akan meminta penang­gung jawab perusahaan yang akan datang agar perusahaan yang terindikasi membakar lahannya bisa langsung mengambil tindakan setelah pertermuan tersebut.

"Kalau yang datang sekelas staf, akan kita suruh pulang. Kita mau ini cepat diatasi, makanya, sekelas manager atau pegawai yang bisa mengambil kebijakan yang akan kita panggil," tuturnya.

Dalam pemanggilan tersebut, katanya, Pemprov Kalbar akan meminta klarifikasi dari pihak perusahaan terkait titik panas yang terpantau di perusahaannya.

"Jika mereka ingin mengklarifikasi, kita berikan kesempatan untuk membela diri, karena kita sudah mendapatkan titik koor­dinat titip api dari pantauan Lapan dan titik panas itu terindikasi berada di sekitar se­jumlah perusahaan," katanya.

Dia menyatakan, akan tegas terhadap aturan. Jika memang terbukti lahan itu se­ngaja dibakar, pihaknya akan membekukan izin perusahaannya. Menurut Sutarmidji, jika kebakaran lahan terjadi dalam radius dua kilometer di sekitar perusahaan, maka perusahaan tersebut ber­ke­wajiban untuk memadamkan apinya.

"Kita akan berikan perusahaan-perusa­haan ini kesempatan untuk mengklarifikasi hal ini dalam waktu 3x24 jam dan akan kita dengar alasan mereka. Jangan enak saja membakar lahan, yang repot kita, karena yang sakit masyarakat akibat udara tak sehat," tuturnya. Sebagai gubernur, dirinya tidak akan melihat perusahaan itu milik siapa. Karena tindakan yang akan diberikan berlaku untuk semua perusahaan yang terbukti berbuat salah.

Terkait masyarakat yang dengan sengaja membakar lahan untuk membuka ladang, menurutnya, hal itu juga menjadi perhatian. Menurutnya, aktivitas pembakaran lahan itu untuk meningkatkan kesuburan tanah akibat langkanya pupuk bagi petani.

"Untuk itu kita akan mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani, agar ke depan, masyarakat tidak lagi mem­bakar lahan," katanya. Di tempat yang sama, Pangdam XXI/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab mengatakan pihaknya akan men­dukung penuh langkah Gubenur Kalbar terkait penanggulangan Karhutla di Porvinsi itu.

"Karena ini juga sudah menjadi perintah presiden, maka, apa pun kebijakan yang diambil oleh Gubernur Kalbar untuk me­ngantisipasi Karhutla akan kita dukung penuh," tuturnya. (Ant)









Sumber : http://harian.analisadaily.com/nasional/news/izin-perusahaan-pembakar-lahan-terancam-dibekukan/778102/2019/08/10








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL