Kompetensi Utama

Layanan


Regulasi dan Kebijakan Penerbangan dan Antariksa Dorong Percepatan Pembangunan Nasional
Penulis Berita : humas/rz • Fotografer : humas/rz • 13 Aug 2019 • Dibaca : 2404 x ,

Teknologi penerbangan dan antariksa merupakan salah satu teknologi yang mampu mendukung pembangunan negara. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menguasai teknologi tersebut. Teknologi yang canggih, berbiaya mahal, beresiko besar dan memiliki manfaat yang luas ini hanya mampu dikuasai oleh beberapa negara. Usai kemerdekaan, Indonesia bertekad kuat untuk menjadi pelopor dalam pengembangan teknologi tersebut.

LAPAN sebagai lembaga pembina kegiatan keantariksaan di Indonesia melalui kompetensi utamanya yakni penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, sains antariksa dan atmosfer,dan kebijakan penerbangan dan antariksa terus mendorong tercapainya kemandirian di bidang teknologi tersebut. Kegiatan keantariksaan tidak bisa dilakukan oleh LAPAN saja, tapi perlu melibatkan banyak stakeholder sehingga nantinya menjadi sinergi nasional antara lembaga litbang, perguruan tinggi dan dunia industri sehingga manfaat dari teknologi keantariksaan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Undang-Undang No. 21 Tahun 2013 tentang keantariksaan dan Perpres No.45 Tahun 2017 tentang rencana induk keantariksaan tahun 2016-2040 merupakan payung hukum dan landasan yang kuat dalam penyelenggaraan kegiatan keantariksaan di Indonesia. Saat ini di Asia Tenggara , hanya Indonesia yang memiliki landasan yang kuat dalam menyusun program-program keantariksaannya dan ini menjadi kebanggaan sekaligus membuka peluang dan tantangan dalam pengembangan kegiatan keantariksaan.

Dalam Seminar Nasional Kebijakan Penerbangan dan Antariksa ke IV yang digelar di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat dari tanggal 13 – 14 Agustus 2019, Kepala LAPAN Prof Thomas Djamaluddin mengatakan, undang-undang keantariksaan dan rencana induk keantariksaan 2016-2040 adalah sebagai dasar utama dalam melakukan perumusan kebijakan di bidang penerbangan dan antariksa di Indonesia. “Rencana induk keantariksaan ini harus mampu diimplementasikan guna mempercepat penguasaan dan pemanfaatan teknologi antariksa untuk pembangunan di Indonesia,” ujarnya. 

Ia juga mengingatkan kembali mengenai apa yang disampaikan oleh Bung Karno pada tahun 1960 an apabila Indonesia ingin menjadi negara maju harus mampu menguasai 2 hal yakni teknologi nuklir dan antariksa. Prof Thomas berharap dengan adanya Seminar Nasional Kebijakan Penerbangan dan Antariksa ke IV dengan tema “Kebijakan dan Regulasi dalam Pengembangan IPTEK Berbasis Penerbangan dan Antariksa sebagai Penggerak Sektor Pembangunan” ini, LAPAN mampu menggali dan merumuskan regulasi/ kebijakan yang mampu menjawab tantangan pengembangan Iptek penerbangan dan antariksa serta aspek dalam penyelenggaran kegiatannya.

Seminar yang terselenggara atas kerja sama Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa LAPAN dan Fakultas Hukum, Universitas Padjajaran ini turut mengundang para pakar dan ahli sebagai pembicara utama antara lain mewakili perguruan tinggi Plt. Rektor Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Rina Indiastuti, Guru Besar Ilmu Hukum Internasional FH UNPAD dan Dekan FH UNPAD, Prof Dr An An Chandrawulan, Guru Besar Hukum Udara dan Ruang Angkasa FH UNIKA Atmajaya, Prof Dr I.B.R. Pembicara utama lainya yang hadir adalah Ketua ICASL, Prof Atip Latipulhayat, Direktur Utama PT. Pasifik Satelit Nusantara, Ir. Adi Rahman Adiwoso dan PT Dirgantara Indonesia, Palmana Banandhi.

Beberapa topik yang akan dibahas dalam seminar ini berkaitan dengan teknologi penerbangan dan antariksa mulai dari aspek-aspek ekonomi, politik, hukum udara dan antariksa baik dari strategi pertahanan dan kerja sama (nasional dan internasional), manajemen litbang, aset, SDM dan isu-isu strategis lainnya.

Sinas KPA ke IV ini bertujuan untuk memasyarakatkan hasil penelitian kajian kebijakan penerbangan dan antariksa yang dilakukan oleh berbagai pihak khususnya LAPAN. Sinas KPA ini menjadi forum untuk berbagi pandangan dan memperoleh masukan dari pakar dan stakeholders terkait kebijakan dan regulasi di bidang penerbangan dan antariksa.

Selain para pembicara utama diatas seminar ini juga diisi oleh peserta yang memaparkan makalah terkait dengan tema dan topik yang berkaitan dengan kegiatan ini. Hasil dari Seminar ini akan diterbitakan ke dalam jurnal dan prosiding. Acara ini dihadiri sekitar 200 orang, yang terdiri dari peneliti Pusat KKPA, perwakilan unit kerja LAPAN lainnya, Kementerian/Lembaga terkait, organisasi internasional, perguruan tinggi, industri, lembaga swadaya masyarakat, dan perorangan.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL