Kompetensi Utama

Layanan


Hujan Meteor Perseid Masih Bisa Dilihat Nanti Malam. 50-75 Meteor Hiasi Langit
Penulis : suci • Media : tribunjambi.com • 14 Aug 2019 • Dibaca : 354 x ,

TRIBUNJAMBI.COM - Hujan meteor Perseid akan menghiasi langit Indonesia pada Rabu (14/8/2019) nanti malam.
Bahkan malam nanti merupakan puncak hujan meteor Perseid.
Hujan meteor perseid terjadi mulai Senin (12/8) pukul 22.00 WIB hingga Rabu (14/8) memasuki Subuh.
Hujan meteor Perseid merupakan pecahan dari komet Swift-Tuttle yang masuk ke atmosfer bumi sehingga menciptakan efek hujan meteor.
Demikian dijelaskan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) lewat akun Instagram-nya, @lapan_ri.
Arah hujan meteor, lanjut akun LAPAN, bisa dilihat pada konstelasi Perseus.
Atas dasar inilah diberi nama hujan meteor Perseid.
Hujan meteor Perseid menarik untuk diamati sebab bisa terlihat 50 - 75 meteor yang melintasi di langit.
Dari semua wilayah Indonesia, hujan meteor Perseid bisa dilihat bahkan dengan mata telanjang alias tidak perlu teleskop.

Namun untuk tahun ini, akan sedikit terganggu dalam mengamati hujan meteor Perseid.
Pasalnya, momen hujan meteor Perseid berdekatan dengan bulan purnama.
LAPAN menyarankan, bagi masyakat yang ingin melihat hujan meteor Perseid, pengamatan dilakukan dini hari, bukan tengah malam.
Selain itu, cari lokasi yang minim polusi cahaya, misalnya kawasan perbukitan atau gunung.
Dikutip dari Kompas.com, sebenarnya fenomena hujan meteor Perseid sudah berlangsung sejak 17 Juli kemarin.
Astronom amatir Marufin Sudibyo mengatakan, hujan meteor perseid akan berakhir pada 24 Agustus 2019.
Menurut situs Langit Selatan, hujan meteor perseid merupakan satu hujan meteor paling populer di kalangan pengamat, terutama yang ada di bagian utara.
Pasalnya, hujan meteor perseid selalu memberi "pertunjukan" hujan meteor menakjubkan, dengan sekitar 100 meteor melintasi langit setiap jamnya.
"Hujan meteor perseid memang tergolong kuat. Pada puncaknya dapat menghasilkan maksimum 100 meteor per jam," kata Marufin kepada Kompas.com, Sabtu (10/8/2019).
Marufin menerangkan, hujan meteor perseid merupakan fenomena langit periodik.

Artinya, hujan meteor perseid terjadi setiap tahun dengan jadwal kemunculan relatif sama dari tahun ke tahun, yakni dalam rentang waktu 17 Juli sampai 24 Agustus.
Marufin berkata, meteor-meteor dari hujan meteor perseid seakan berasal dari rasi Perseus yang ada di langit utara.
"Makanya, hujan meteor ini lebih mudah disaksikan dari belahan Bumi utara."
"Belahan Bumi selatan yang bisa menyaksikannya hanya terbatas sampai garis lintang 30 LS."
"Lebih ke selatan lagi tidak bisa," terang dia.
Hujan meteor perseid berasal dari sisa debu ekor komet Swift-Tuttle yang pernah melintasi Bumi dan diamati astronom Lewis Swift dan Horace Tuttle dari Amerika pada 1862.
Komet ini kembali teramati pada tahun 1992 dan memiliki periode 130 tahun.
Ia akan kembali ke Bumi pada 2126.
Saat melintas, debu ekor komet yang berupa batuan mengalami tarikan oleh gravitasi Bumi dan masuk dalam lapisan atmosfer Bumi serta terbakar di sana.
Debu yang masuk ke lapisan atmosfer atas tersebut akan membentuk plasma super panas di sepanjang lintasannya dan bergerak dengan kecepatan 60 km/detik.

Keistimewaan Hujan Meteor Perseid
Marufin berkata, hujan meteor perseid memiliki banyak perbedaan dengan hujan meteor lain.
Mulai dari jumlah meteor maksimum (Zenith Hourly Rate/ZHR) yang tergolong besar sampai 100 meteor per jam bila langit dalam kondisi sempurna.
"Kemudian sumber hujan meteor perseid juga berbeda dengan hujan meteor lain."
"Seluruh hujan meteor periodik berasal dari remah-remah komet, tapi hanya Perseids yang punya karakter hujan meteor kuat sementara komet induknya punya periode agak panjang," jelas Marufin.
"Beda lainnya, Perseids berpotensi memproduksi meteor terang atau fireball dalam puncak hujan meteornya," imbuh dia.
Bisakah hujan meteor perseid tahun ini dilihat dari Indonesia?
Marufin mengatakan, sebenarnya hujan meteor perseid bisa dilihat dari Indonesia.
"Hanya saja situasi langit sedang tak ideal karena (saat puncak meteor Perseid) ada Bulan yang tinggal tiga hari dari purnama," kata Marufin.
Karena puncak meteor perseid adalah H-3 sebelum bulan purnama, maka kondisi langit malam akan terlalu terang.
Fenomena langit seperti hujan meteor akan sulit dilihat.
Secara teori, rasi Perseus sudah terbit di langit timur sejak pukul 00.00 WIB.
Mulai saat itu pula, hujan meteor bisa dilihat.
"Karena ada Bulan yang masih sangat terang dan baru terbenam pukul 02.00 WIB, maka dalam praktiknya hujan meteor baru bisa dinikmati mulai jam 02.00 WIB dini hari sampai saat subuh," tutup Marufin.

sumber : https://jambi.tribunnews.com/2019/08/14/hujan-meteor-perseid-masih-bisa-dilihat-nanti-malam-50-75-meteor-hiasi-langit








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL