Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Deteksi 49 Hotspot di Kalteng, BNPB: Kualitas Udara Palangkaraya Tak Sehat
Penulis : Aditya Pratama • Media : inews.id • 16 Aug 2019 • Dibaca : 393 x ,

AKARTA, iNews.id – Sedikitnya ada 49 titik panas atau hotspot yang terdeteksi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Data ini berdasarkan catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Fire Hotspot per Kamis (15/8/2019) pukul 18.00 WIB.

Titik penyebarannya terdeteksi pada tujuh kabupaten dan 1 kota. Yakni di Kabupaten Pulang Pisau 21 titik panas, Barito Selatan 9, Kapuas 8, Barito Timur 4, Kotawaringin Timur 2, Lamandau 2, Seruyan 1 dan Kota Palangkaraya 2 titik panas.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, kondisi adanya titik panas ini berpengaruh terhadap kualitas udara di wilayah Kalteng.

“Kondisi saat ini, kualitas udara di Palangkaraya masuk dalam kategori sedang hingga tidak sehat. Sementara di wilayah lain seperti Pangkalan Bun, Sampit dan Muara Teweh menunjukkan kualitas udara baik,” ujarnya, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, asap yang masih terjadi di wilayah Kalteng juga berpengaruh pada jarak pandang atau visibilitas. BPBD Kalteng mencatat jarak pandang di Pangkalan Bun dan Sampit 9 Kilometer (Km), Palangkaraya 6 Km, Buntok 5 Km dan Muara Teweh 4 Km.

Saat ini dalam mengantisipasi bahaya asap, BPBD Kalteng bersama dinas terkait lainnya memberikan pelayan kesehatan kepada para petugas maupun sukarelawan yang berjibaku memadamkan karhutla. Selain itu, BPBD juga memberikan masker untuk murid-murid sekolah dasar, seperti SD Negeri 11 Langkai dan SD Negeri 3 Tanjung Pinang.

Hingga kini (15/8), BPBD di tingkat kabupaten dan kota serta provinsi terus berupaya untuk memadamkan api dan titik panas. Sebanyak 1.512 personel gabungan melakukan operasi pemadaman maupun pendinginan atau mopping up.

Ke-1.512 personel tersebut berasal dari warga 705 orang, TNI 500, Polri 205 dan BPBD 102 anggota. Tim gabungan ini tersebar di beberapa titik dengan tugas utama yaitu pencegahan. Mereka turun ke masyarakat untuk mengimbau agar tidak ada yang membakar lahan. Dan upaya pencegahan lain dengan ber patroli di wilayah rawan. Di samping pemadaman, petugas juga tentu melakukan penegakan hukum.

Sementara itu, Agus mengungkapkan jik satgas darat telah mendapat dukungan melalui udara melalui pengiriman helikopter untuk pengeboman air atau water bombing. Sejumlah helikopter telah memadamkan beberapa titik, seperti helikopter jenis Mi-7 di wilayah Bukit Tunggal dan Marang. Total ada 2 sorti pengeboman di wilayah tersebut yang menghabiskan air sebanyak 160.000 liter atau dengan 40 kali pengeboman.





Sumber : https://www.inews.id/daerah/regional/lapan-deteksi-49-hotspot-di-kalteng-bnpb-kualitas-udara-palangkaraya-tak-sehat








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL