Kompetensi Utama

Layanan


Lebih dari 12 Jam, api hutan Gunung Merapi belum padam
Penulis : Aghnia Adzkia • Media : beritagar.id • 20 Aug 2019 • Dibaca : 1128 x ,

Kebakaran hutan Gunung Merapi di petak 36, Dusun Soko, Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, belum berhasil dipadamkan, hingga Senin (19/8/2019) pukul 10.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, menjelaskan hingga kini tim gabungan sebanyak 500 personil masih menyusuri titik lokasi kebakaran.

“Benar (masih dilakukan pemadaman oleh tim). Tim yang terlibat dari Taman Nasional Gunung Merapi, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, masyarakat, dan relawan,” ujar Edy ketika dihubungi Beritagar.id.

Mereka tiba pada pukul 09.15 WIB di Dusun Cawang Kulon, Kecamatan Srumbung untuk menuju titik lokasi kebakaran dengan berjalan kaki.

“Tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran dan luas lahan yang terbakar belum diketahui,” ujarnya.

Kebakaran terjadi sejak Minggu (18/8/2019) pukul 18.45 yang bermula dari terpantaunya titik api di Perairan Umum Darata (PUD) 5 atau yang dinamai Resa oleh penduduk setempat.

Dua jam kemudian, tim taman nasional menuju lokasi dengan membawa peralatan pemadaman api dan menggunakan mobil Slip On. Pada Minggu malam pukul 23.00 WIB, lokasi kebakaran belum bisa dijangkau karena kondisi gelap.

Medan yang sulit dijangkau dan minimnya sinyal untuk berkomunikasi menjadi penghambat lamanya penanganan kebakaran hutan di lereng gunung ini.

Sepekan sebelumnya, pada 10 Agustus 2019, Balai Taman Nasional Gunung Merapi bersama aparat Kepolisian mengetatkan patroli ancaman kebakaran hutan pada musim kemarau.

Menurut laporan Harian Jogja, daerah yang rawan kebakaran seperti di Kecamatan Srumbung dan Kecamatan Jurangjero di Magelang, serta Cangkringan, Pakem, dan Turi di Sleman.

Pada awal Agustus, sudah terjadi kebakaran yang melanda lereng gunung di Kecamatan Jurangjero seluas 25 meter persegi. Sementara itu, hingga akhir Juli 2019 terdapat 66 kebakaran di lereng gunung, atau menurun dari 77 kebakaran pada tahun sebelumnya.

Pada 1 Agustus 2019, api berkobar di kawasan Gunung Merapi dan terlihat dari kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi.

Sumber kebakaran bisa bermacam, seperti aktivitas warga membakar sampah atau kondisi alam.

Musim kemarau dengan curah hujan yang lebih sedikit serta suhu yang tinggi bisa memicu kekeringan. Kondisi kekeringan yang berkepanjangan bisa memicu kebakaran hutan dan lahan.

Menurut data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), terdapat 25 titik panas sejak 16 hingga 18 Agustus 2019 yang tersebar di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, seperti Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Grobogan, dan lainnya.

Titik panas merupakan suatu area yang memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan dengan sekitarnya yang dapat deteksi oleh satelit. Area tersebut direpresentasikan dalam suatu titik yang memiliki koordinat tertentu.

LAPAN menggunakan satelit NOAA, Terra/Aqua MODIS, maupun data satelit penginderaan jauh untuk mendeteksi titik panas.

Jumlah titik panas yang banyak dan menggerombol menunjukkan adanya kejadian kebakaran lahan atau hutan di suatu wilayah.




Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/lebih-dari-12-jam-api-hutan-gunung-merapi-belum-padam








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL