Kompetensi Utama

Layanan


Pengumuman Pemenang Komurindo – Kombat 2019
Penulis Berita : Humas/EN-And • Fotografer : Humas/Itto • 26 Aug 2019 • Dibaca : 1185 x ,

Foto bersama para pemenang Komurindo - Kombat 2019 dengan Tim Juri dan Tim Teknis

Minggu malam (25/08) merupakan saat yang mendebarkan bagi peserta Komurindo – Kombat 2019. Malam itu menjadi momentum bersejarah bagi mereka terhadap hasil kerja kerasnya selama mengikuti kompetisi tahapan demi tahapan. Di mana, pada puncak kompetisi berlangsung dua tahapan penilaian, yaitu uji darat dan uji terbang. Pada hari yang sama uji terbang, malamnya berlangsung pengumuman pemenang kompetisi di halaman Ruang Kontrol Peluncuran Roket LAPAN, Kantor LAPAN Garut, Jawa Barat.

Para pemenang kategori Muatan Roket yaitu Juara I (StarpenskyX7 - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Juara II (Graksa Ganesha - Institute Teknologi Bandung), Juara III (Kratakatau TSAT -Universitas Teknokrat Indonesia), Juara IV (Albatros - Universitas Tekom), dan Juara V (Arundat - Universitas Komputer Indonesia).

Sementara pemenang kategori Wahana Sistem Kendali adalah Juara 1 (EEPISky - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Juara II (LEGACY-TY - Universitas Teknologi Yogyakarta), Juara III (ICAROS - Universitas Negeri Yogyakarta), Juara IV (Angkasa – Universitas Komputer Indonesia), Juara V (ROCKET E205 - Institute Teknologi Sepuluh November).

Sedangkan pemenang kategori Muatan Balon Atmosfer yaitu Juara I (POLAR - Politeknik Negeri Batam), Juara II (MR CHU – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Juara III (EEPISky_Baloon05 -Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Juara IV (ERGSAT_XIX - Univ. Komputer Indonesia), dan Juara V (Agro Ballon - Politeknik Negeri Jember).

Untuk pertama kalinya dari setiap periode penyelenggaraan lomba, Tim Juri memberikan apresiasi berupa Penghargaan Kinerja Tertangguh. Penghargaan tersebut diberikan kepada Tim Ugrasena (Universitas Gadjah Mada). Menurut salah satu Tim Juri, Endrawanto, penghargaan tersebut diberikan karena pertimbangan tim juri kepada peserta yang pantang menyerah selalu berusaha memperbaiki ide dan gagasannya dalam melakukan strategi uji terbang roket. 

Sekretaris Utama, Prof. Dr. Erna Sri Adiningsih, dalam sambutannya menyampaikan, acara ini merupakan ajang rutin yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk mengolah dan meningkatkan kompetensinya dalam merancang bangun muatan roket dan balon atmosfer. “Jangan dilihat siapa juaranya, tetapi kita semua peserta adalah juaranya, bagi yang gagal kali ini jangan dilihat kegagalannya tetapi mempelajari apa kekurangannya, ujarnya.

Untuk menyemangati peserta, Erna memberi contoh nyata kegiatan riset di LAPAN, di mana para engineer dan peneliti yang selalu bekerja keras, berupaya memperbaiki seluruh rancang bangun dan ide penelitiannya, bahwa semua hasil yang baik berawal dari kegagalan. Prinsipnya adalah kegagalan yang tertunda. 

Maka ia berharap, seluruh peserta tetap semangat meneruskan upayanya dalam meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan untuk terus meningkatkan kemampuan dan nama besar universitas. Sehingga, pada suatu saat, dengan bertambahnya generasi muda yang maju, mendorong peningkatan kompetensi di bidang penerbangan dan antariksa. Indonesia mampu meluncurkan sendiri roket dan satelit dari bumi Indonesia. 

Sementara, Wakil Ketua Panitia, Jasyanto menjelaskan, pada kompetisi kali ini, peserta menghadapi tantangan yang cukup besar, yaitu kecepatan angin yang cukup tinggi sehingga sedikitnya mempengaruhi hasil uji terbang. Terutama untuk kategori wahana sistem kendali, peserta sangat tertantang dengan kecepatan angin yang bisa mempengaruhi kinerja roket yang dirancang bangun. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL