Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Susun Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Bidang Penerbangan dan Antariksa
Penulis Berita : Humas/EN • Fotografer : Humas/EN • 02 Sep 2019 • Dibaca : 632 x ,

Suasana FGD yang diselenggarakan LAPAN dalam upaya menyusun strategi dan kebijakan infrastruktur dan penerapan standar penilaian kesesuaian bidang penerbangan dan antariksa

Senin (02/09), berlangsung Focus Group Discussion (FGD) yang membahas strategi dan kebijakan infrastruktur penerapan standart dan penilaian keseusaian di bidang penerbangan dan antariksa. Acara diselenggarakan di Gedung Indriya Bhuana, Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN, Pekayon, Jakarta. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan PT. TUV Rheinland. Acara ini dihadiri jajaran pejabat LAPAN.

Dalam sambutannya, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin mengatakan, di dalam Undang-undang Keantariksaan No. 21 Tahun 2013, dinyatakan bahwa LAPAN sebagai penyelenggaraan Keantariksaan. Dalam konteks peran LAPAN sebagai instansi pembina bidang penerbangan dan antariksa, maka LAPAN menentukan Standar, dengan membentuk Pusat Inovasi dan standar Penerbangan dan Antariksa (Pusispan). Untuk itu, LAPAN mempunyai inovasi standar yang salah satunya menjadi internest bekerja sama dengan BSN dan BPPT.

Untuk itu, ia berharap agar dengan adanya FGD ini akan ditemukan terobosan dan mekanisme kesesuaian. Hal tersebut untuk mencari langkah seperti apa dalam melakukan tata kelola dan cara, serta evaluasi organisasi yang dilakukan. Dari diskusi yang berlangsung juga diharapkan akan muncul banyaknya masukan untuk penerapan standar.

Sementara, Kepala Pusispan, Yuliantini Erowati memaparkan pembahasan bertemakan “Evaluasi Kebijakan Pelaksnaan standarisasi Penerbangan dan Antariksa”. Ia menjelaskan, LAPAN telah mengusulkan RSNI Bidang Penerbangan dan Antariksa Tahun 2019. “Usulan tersebut telah ditetapkan di tahun 2019, yaitu ada enam Komtek RSNI 49-01. Keenamnya yaitu terkait Sistem Keantariksaan - Satelit Kubus, Sistem Keantariksaan - Persyaratan Mitigasi Sampah Antariksa, Sistem Keantariksaan - Persyaratan Keselamatan; Komtek SNI 49-02, Radar Hujan; Komtek SNI 07-01, Pengolahan Data Penginderaan Jauh - Koreksi Geometrik Data Citra Optis Satelit Penginderaan Jauh Skala Menengah, dan Pengolahan Data Penginderaan Jauh – Klasifikasi Terbimbing Penutup Lahan dengan Citra Resolusi Rendah dan Menengah.

Dalam paparannya, Yuli juga menyampaikan Roadmap Pengembangan Standarisasi Penerbangan dan Antariksa 2016-2025. Di dalam pelaksanaannya, LAPAN menghadapi beberapa tantangan, antara lain jaminan keamanan dan keselamatan penyelenggaraan keantariksaan, belum adanya instansi teknis sebagai regulator nasional, bentuk terbentuknya sistem penerapan, penilaian, dan pengawasan yang sesuai standar, serta masih terbatasnya kualitas sumber daya yang mendukung. 

Ia menambahkan, yang menjadi proyeksi LAPAN saat ini dan untuk mendatang yaitu lembaga sertifikasi, lembaga laboratorium pengujian, dan lembaga inspeksi. Sehingga, ia berharap agar pertemuan ini menjadi media penyampaian informasi potensi fasilitas litbangyasa keantariksaan sebagai Lembaga Penilaian Kesesuaian berdasarkan hasil pengukuran kesiapan akreditasi.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL