Kompetensi Utama

Layanan


Pesawat N250 Rancangan Habibie Masuk Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta
Penulis : Putra Prima Perdana • Media : Kompas.com • 12 Sep 2019 • Dibaca : 217 x ,

Pesawat N250 rancangan BJ Habibie dipastikan tidak lagi bisa terbang. Untuk itu, PT Dirgantara Indonesia (DI) berencana untuk mengembalikan pesawat berjuluk Gatotkoco tersebut ke Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan. "N2350 dulu sudah produksi tiga sampai empat unit. Ini aset milik negara karena dulu yang membiayai negara," kata Irlan Budiman, Plt Sekretaris Perusahaan PT DI saat ditemui di hanggar Delivery Service PTDI, Kamis (12/9/2019).

Pesawat N250 yang dulu pernah melakukan terbang perdana pada 10 Agustus 1998 akan segera dikirimkan ke Museum Dirgantara Mandala. Sisanya akan dikirim ke Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

 "Sudah ada Pembicaraan dengan TNI AU. Secepatnya kalau selesai prosesnya kita serahkan ke museum. Yang dikirim ke Yogyakarta akan kita bongkar sayapnya karena tidak mungkin diterbangkan," tuturnya.

 Irlan berharap, dengan dimasukkannya N250 ke museum, nama BJ Habibie bisa dikenang dan diingat oleh masyarakat. "N250 harus jadi wadah mengenang jasa beliau sebagai tokoh dirgantara Indonesia," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI ketiga, BJ Habibie telah wafat Rabu (11/9/2019). Namun warisannya, pesawat N250  Gatot Koco masih tersimpan apik di salah satu hanggar milik PT Dirgantara Indonesia (DI) yang dulunya bernama Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN).

Kompas.com berkesempatan mengunjungi hanggar Delivery Service PT DI yang didalamnya terdapat pesawat N250.

Pesawat kebanggaan Indonesia ini terlihat masih sangat mulus. Cat warna putih berpadu garis biru tampak mengkilap.

Sementara di sisi kiri sebelum hidung pesawat gambar tokoh wayang serta tulisan Gatotkoco juga masih terawat baik dan tidak mengelupas. 

Kaki-kaki pesawat pun tampak bersih. Tidak terlihat sama sekali ada oli atau pelumas yang bocor. Bannya juga tidak gembos sehingga kuat untuk menopang pesawat N250 hingga terlihat berdiri tegap. 

"Ini pesawat N250 yang asli yang pertama kali diterbangkan perdana pada tahun 1995. Saat pertama kali diterbangkan, pesawat ini menunjukkan kepada dunia bahwa lewat IPTN saat itu Indonesia mampu menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia  mampu membuat pesawat terbang," kata Irlan Budiman, Plt Sekretaris Perusahaan PT DI saat ditemui di hanggar, Kamis (12/9/2019). 

Di luar boleh kinclong, tapi ternyata, pesawat ini sudah tidak bisa terbang. 

Irlan mengatakan, pesawat N250 buatan BJ Habibie ini tidak bisa terbang karena sejak tahun 1998 mesinnya dibiarkan begitu saja. 

"Tidak bisa terbang sejak 1998 karena memang tidak pernah dinyalahin mesinnya. Kalau gambar wayang Gatotkoco masih asli. Bodinya pernah kita cat ulang satu kali," jelasnya. 

Selain mesinnya tidak pernah dinyalakan dan dirawat, faktor lain yang tidak memungkinkan untuk menerbangkan N250 adalah terkait izin terbang. 

Irlan menceritakan, sejak Indonesia memasuki masa krisis moneter di tahun 1998, pemerintah saat itu menandatangani kerjasama dengan bantuan dengan IMF. 

Salah satu syarat dari IMF saat itu adalah Indonesia diminta untuk berhenti mendanai proyek pengembangan pesawat N250. 

"Waktu dihentikan memang N250 sudah terbukti bisa terbang. Tapi itu belum cukup, ada sertifikasi lain yang harus dipenuhi sehingga menyisakan beberapa hal salah satunya uji terbang," tuturnya.



Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pesawat N250 Rancangan Habibie Masuk Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta", https://bandung.kompas.com/read/2019/09/12/18513791/pesawat-n250-rancangan-habibie-masuk-museum-dirgantara-mandala-yogyakarta?page=all.
Penulis : Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Editor : Khairina









Related Posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL