Kompetensi Utama

Layanan


Asap Karhutla Tak Bisa Ditolerir Lagi, Rakyat Mulai Protes
Penulis : MIECHELL OCTOVY KOAGOUW • Media : rri.co.id • 16 Sep 2019 • Dibaca : 936 x ,

Berdasarkan pantauan satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), per Sabtu, 14 September 2019 kemarin, terdapat 2.720 titik api di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. Hal ini menjadi jawaban atas kabut asap yang semakin parah menyelimuti beberapa Provinsi dan wilayah sekitarnya di Pulau Sumatera sampai Kalimantan dalam satu bulan terakhir.

Dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), semua Satuan Tugas (Satgas) Karhutla menggunakan berbagai cara pemadaman. Salah satunya yang dilakukan Satgas Karhutla dari Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menggunakan alat suntik gambut (Sunbut) saat berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (14/9/2019).

Kebakaran lahan di sejumlah wilayah Provinsi Kalsel juga mengakibatkan Kota Banjarmasin terpapar kabut asap dengan aroma yang menyengat dan bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, sejumlah kendaraan roda empat yang melintas di flyover Jalan Ahmad Yani harus berjuang hati-hati menembus kabut asap. Mereka nampak perlahan menjaga jarak antara satu kendaraan dengan lainnya, Minggu (15/9/2019).

Sedangkan bagi warga yang menggunakan sepeda motor dan sepeda kayuh, selain harus menjaga jarak kendaraan dengan pengguna mobil, juga harus menggunakan masker berlapis guna melindungi pernapasan.

Sementara dari Pulau Sumatera, kabut asap akibat Kebakaran lahan gambut telah mengganggu lalu lintas transportasi air khususnya sungai di Provinsi Jambi. Jarak pandang sangat terbatas dan para pengguna transportasi juga sudah wajib mengenakan masker.

Keadaan tersebut nampak jelas pada para pengemudi kapal cepat yang menyusuri Sungai Batanghari yang diselimuti kabut asap di Simpang, Berbak, Tanjungjabung Timur, Jambi.

Menyikapi penanganan kebakaran lahan yang sangat sulit hingga jadi berlarut-larut, sekelompok warga dari Aliansi Kami Akan Mati, melakukan aksi saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau dikenal sebelumnya dengan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Wujud kepedulian dari aksi melawan asap tersebut adalah untuk menuntut pemerintah segera menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan yang berdampak buruk bagi manusia dan llingkungan.








Related Posts
Kabut Asap Kalimantan yang Kian Pekat dan Mengancam Warga
17 Sep 2019
JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan. Sehubungan dengan kabut asap yang kiat pekat dan mengakibatkan jarak pandang terbatas, sejumlah penerbangan…
Asap Karhutla Tak Bisa Ditolerir Lagi, Rakyat Mulai Protes
16 Sep 2019
Berdasarkan pantauan satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), per Sabtu, 14 September 2019 kemarin, terdapat 2.720 titik api di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. Hal ini menjadi…
LAPAN Deteksi 5.111 Titik Panas, 50 Helikopter Padamkan Api di Riau
14 Sep 2019
Indonesia kembali terlilit bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bahkan kini juga memasuki periode darurat asap. Samarinda bagian utara juga diselimuti asap untuk dua hari terakhir. Di atas sungai Mahakam…
In Picture: Kebakaran Lahan di Kabupaten Ogan Ilir
10 Aug 2019
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Desa Muara Baru, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (10/8/2019).Berdasarkan pantauan satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)…
Kebakaran Hutan dan Kabut Asap Kembali Hantui Indonesia, Asia Tenggara Terancam
09 Aug 2019
Siap-siap, sepekan terakhir sebagian penduduk Indonesia harus mengalami sesak napas berat: musim kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan telah datang. Seperti biasa, tidak hanya warga negara ini yang sengsara, tetangga…

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL