Kompetensi Utama

Layanan


Kualitas Udara di Palembang Makin Buruk, Masuki Status Berbahaya
Penulis : Sadam • Media : intens.news • 19 Sep 2019 • Dibaca : 534 x ,

Kabut asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah Kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) membuat kualitas udara kian memburuk. Hingga hari ini, Kamis (19/9/2019), kualitas udara di Palembang sudah memasuki status berbahaya.

Dikutip dari situs resmi Badan Meteorologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG), pada pukul 10.00 WIB kualitas udara di Palembang mencapai angka konsentrasi 445,28 mikrogram.

Sementara dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), menyatakan pada hari ini terpantau ada 281 titik api di wilayah Sumatera Selatan akibat Karhutla.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bambang Beni mengungkapkan, wilayah yang paling banyak terdapat titik api yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 145 titik api.

Selain itu, di wilayah konservasi juga tidak lepas dari bahaya Karhutla. Di daerah konservasi terpantau ada 20 titik api.

Sejumlah wilayah yang kini terdapat titip api di antaranya ialah SP Padang, Banyuasin I, Pampangan, Pedamaran, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, Air Sugihan, Pedamaran, dan Mesuji.

Ia menerangkan, angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya dari tenggara dengan kecepatan 5-20 knot atau 9-37 kilometer per jam.

Hal itu mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutla ke wilayah Palembang dan sekitarnya. Intensitas asap umumnya meningkat terjadi pada dini hari menjelang pagi hari sekitar pukul 01.00-07.00 WIB. Hal ini akibat labilitas udara yang stabil pada saat tersebut.

Fenomena kabut asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara yang dihasilkan dari proses pembakaran.

“Hal ini berpotensi diperburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi yakni partikel basah atau uap air sehingga membentuk fenomena kabut asap,” jelas Bambang.

Kian tebalnya kabut asap di Palembang makin dikeluhkan masyarakat. Warga merasa terganggu dalam menjalankan aktivitas. Selain udara yang tidak sehat, jarak pandang juga kian terbatas.

“Jelas terganggu. Kami berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengatasi permasalahan ini. Karena sudah sering terjadi setiap tahun,” kata Budiman, warga Kecamatan Jakabaring Palembang.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL