Kompetensi Utama

Layanan


Semarakkan Festival Kulminasi Matahari di Pontianak, LAPAN Kenalkan Teknologi Antariksa
Penulis Berita : humas • Fotografer : humas • 21 Sep 2019 • Dibaca : 1733 x ,

Warga antusias mendirikan telur ketika terjadi kulminasi matahari di Pontianak

Kulminasi matahari merupakan fenomena alam yang hanya terjadi di titik 0° garis Khatulistiwa, dan kota Pontianak dapat secara langsung merasakan fenomena alam. Keunikan dari fenomena ini adalah matahari tegak lurus di atas garis khatulistiwa sehingga bayangan benda di sekitar Tugu Khatulistiwa menjadi tidak terlihat.

LAPAN memanfaatkan momen itu untuk menggelar kegiatan edukasi keantariksaaan dalam rangka festival kulminasi matahari di Kalimantan Barat, Pontianak pada tanggal 21-22 September 2019. Rangkaian kegiatan edukasi dimulai dengan sosialisasi yang dihadiri mahasiwa dan dosen pembimbing dari Politeknik Negeri Pontianak di Aula Balai Pengamatan Penerbangan Antariksa dan Atmosfer, Pontianak (21/09), LAPAN mengenalkan berbagai capaian hasil litbang, roadmap kegiatan penyelenggaraan kegiatan keantariksaan, pembangunan obsevatorium nasional di NTT, profil LAPAN dan kegiatan edukasi keantariksaan seperti komurindo-kombat. 

Kepala Subbagian Tata Usaha,BPAA Pontianak Miswari mengajak para mahasiwa dan para stakeholder untuk dapat memanfaatkan data dan atmosfer yang telah LAPAN hasilkan untuk berbagai keperluan. Beberapa aplikasi yang bisa dimanfaatkan antara lain terkait dengan informasi dini tentang cuaca ekstrim dan cuaca antariksa melalui sistem informasi bernama Satellite Disaster Early Warning System (SADEWA), Sistem Embaran Maritim (SEMAR), Sistem Informasi Komposisi Atmosfer Indonesia (SRIKANDI) dan Space Weather Information And Forecast Services (SWIFTS).

Kabag Humas LAPAN, Jasyanto menyampaikan bahwa “Sosialisasi ini untuk memberikan motivasi agar mahasiwa dapat mengenal teknologi keantariksaan serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. LAPAN sebagai satu-satunya lembaga pemerintah di Indonesia yang berwenang dalam kegiatan litbang penerbangan dan antariksa”. Jasyanto juga berharap adanya jalinan kerja sama antara LAPAN dan Politeknik Negeri Pontianak dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan teknologi keantariksaan.

Sementara itu, keesokan harinya dalam puncak acara festival kulminasi matahari di Plaza Tugu Khatulistiwa warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyaksikan fenomena alam tersebut. Merekapun menyempatkan diri untuk mengunjungi booth LAPAN yang menampilkan berbagai hasil litbangnya seperti, pesawat tanpa awak (LSU), miniatur pesawat N219, mock up satelit satelit LAPAN A2/ ORARI, A3/IPB, dan roket. Tidak hanya itu, LAPAN juga membawa mini planetariumnya dan simulator pilot pesawat LSU. Hal inilah yang menarik bagi Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Walikota Pontianak, Edi Rusdi serta pejabat lainnya untuk mengunjugi booth LAPAN dan mencoba simulasi pilot. 

Didi Haryono juga berharap data LAPAN terkait dengan pemantauan titik api (fire hotspot) dapat disinergikan dengan peran masyarakat di lapangan sehingga nantinya petugas pemadam kebakaran dan kelompok sadar masyarakat dapat segera bertindak melakukan pemadaman berdasarkan titik api yang sudah terdeteksi.

Rasa keingtahuan khususnya anak-anak juga begitu besar ketika mereka rela mengantri di Planetrium Mini untuk menyaksikan pemutaran film tentang pergerakan pergerakan benda langit dan karakteristik masing masing objek langit lainnya seperti matahari, bulan dan bintang.

Disela-sela acara ini, Kabag Humas, Jasyanto juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan fenomena alam lainnya pada tanggal 26 Desember 2019 yakni gerhana matahari cincin yang akan melintasi Kalimantan Barat, tepatnya di Wilayah Singkawang.

Selain itu, Pemkot Pontianak juga menghadirkan berbagai kegiatan lainnya seperti pemecahan rekor MURI mendirikan 1220 telur di titik kulminasi, lomba perahu naga yang dimeriahkan oleh tiga negara tetangga yaitu Austalia, Malaysia dan Brunei, serta lomba lari 10K yang diikuti oleh masyakarat dan peserta dari negara lain.

Namun sangat disayangkan untuk kulminasi matahari kali ini terhalang oleh kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak. Festival kuliminasi matahari ini menjadi agenda tahunan yang dapat menarik wisatawan nusantara.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL