Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Pontianak Ajak Saksikan Gerhana Matahari Cincin Pada Festival Kulminasi Matahari
21 Sep 2019 • Dibaca : 1445 x ,

LAPAN ikut meramaikan acara festival kulminasi matahari yang diselenggarakan pada tanggal 21-23 September 2019. Acara ini setiap tahun diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pemuda , Olahraga dan Pariwisata. Pada kegiatan festival kulminasi, LAPAN melalui Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) LAPAN Pontianak menampilkan beberapa kegiatan dan peralatan diantaranya planetarium mini, simulator penerbangan pesawat tanpa awak, teleskop matahari dan miniature pesawat N219 dan satelit LAPAN A3. Adapun kegiatan yang diberikan diantaranya edukasi dan diseminasi hasil litbang LAPAN diantaranya tentang Sistem Pengamatan Cuaca (SADEWA, SANTANU) dan Penanggulangan Bencana (SIPANDORA yaitu SIMBA dan SIPANDA), pembuatan roket, pesawat N219 dan satelit A3 serta tentang Sains Antariksa.

Pada kesempatan tersebut, LAPAN melalui Kepala Bagian Humas Ir. Jasyanto, M.M juga mengatakan, “Acara kulminasi sangat baik untuk mendukung kemampuan memajukan daerah menarik wisatawan juga sebagai ajang peningkatan SDM melalui edukasi sains penerbangan dan antariksa”. Selain daripada itu disampaikan juga tentang peristiwa fenomena antariksa yang akan terjadi pada tanggal 26 Desember 2019, yaitu peristiwa Gerhana Matahari Cincin (GMC). Peristiwa ini sangat langka mengingat tidak semua negara atau daerah dapat menyaksikan fenomena tersebut. 

Kepala BPAA LAPAN PONTIANAK, Kuncoro Wisnu, S.E,M.M menegaskan khusus untuk Kalimantan Barat, GMC dapat disaksikan secara utuh menyerupai cincin hanya di bagian wilayah Kalimantan Barat, diantaranya Kota Pontianak, Mempawah, Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas sedangkan pada daerah atau kabupaten lain hanya berupa Gerhana Matahari Sebagian (GMS). Untuk even kegiatan GMC di Provinsi Kalimantan Barat melalui kerjasama antara LAPAN dengan Pemerintah Kota Singkawang akan dilaksanakan di Kota Singkawang yang telah dilaunching pada kegiatan festival kulminasi matahari bersama-sama dengan Walikota Pontianak dan Walikota Singkawang.

Menurut pejabat fungsional perekayasa ahli muda, Nata Miharja, M.T. fenomena GMC dimulai kontak pertama bayangan bulan menutupi matahari pada pukul 10.55 WIB dan puncaknya seperti cincin diperkirakan terjadi untuk wilayah Kota Pontianak (12.41 WIB), Mempawah (12.42 WIB) dan Kota Singkawang pada pukul (12.42 WIB). Peristiwa GMC tidak berdampak apapun terhadap kondisi bumi namun hanya sebatas fenomena antariksa saja serta untuk menghilangkan mitos-mitos terhadap fenomena tersebut. Selain itu peristiwa GMC mengandung unsur edukasi dan religius, yaitu pendidikan sains antariksa dan pelaksanaan shalat gerhana.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyaksikan peristiwa GMC atau GMS, yaitu tidak boleh menatap langsung penglihatan kita ke matahari. Hal ini dapat menyebabkan mata merah, gatal dan bengkak yang dapat menyebabkan kebutaan. Adapun beberapa peralatan yang dapat digunakan seperti kacamata khusus pengamatan GMC, Teleskop yang telah dipasangi filter matahari, Pin Hole (lobang kecil) yang dibuat pada selembar kertas.

Fenomena GMC selain merupakan ajang edukasi juga dapat digunakan untuk menarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun internasional. Seperti yang terjadi pada saat gerhana matahari total di Amerika serikat tahun 2017, tingkat hunian hotel telah dibooking satu tahun sebelumnya untuk menyaksikan fenomena tersebut. Dan untuk kesempatan ini terjadi di Kalimantan Barat, Kota Pontianak dan Singkawang bisa memanfaatkannya.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL