Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Bahas Roadmap Industri Pesawat Terbang Nasional
Penulis : Redaksi • Media : wartajakarta.com • 25 Sep 2019 • Dibaca : 213 x ,

WartaJakarta.com-Jakarta
Di akhir bulan September 2019 ini Lapan kembali menggelar AeroSummit 2019 dengan mengangkat tema ” Streamlining The Synergy in Aerospace Industri” pada 24-25 September 2019 bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
AeroSummit 2019 ini dihadiri oleh Menristekdikti, Prof Mohammad Nasir, Menteri Perhubungan , Budi Karya Sumadi, Kepala LAPAN Prof Thomas Djamaludin, Perwakilan dari Bappenas, Kementrian Perindustrian dan Kemenko Kemaritiman.Acara ini merupakan wujud Komitmen LAPAN serta para stakeholdernya untuk membangun ekosistem kedirgantaraan agar dapat tumbuh baik Industri maupun sumber daya manusianya.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin saat meresmikan peluncuran Dadali, drone atau pesawat tanpa awak untuk pengangkut manusia (urban transporter) yang diciptakan oleh PT Aeroterrascan dan PT Chroma International mengatakan ,Ini salah satu karya bangsa yang perlu kita apresiasi, dan Lapan mendorong industri kedirgantaraan, salah satunya drone Dadali,” ujarThomas saat membuka peluncuran drone Dadali di sela-sela acara Aero Summit 2019 di Jakarta pada Selasa.

Drone untuk pengangkut manusia ini dilengkapi 16 baling-baling, dengan diameter tiap baling 80 cm di mana luasan area yang dipakai untuk tempat pendaratan sekitar 3,5×3,5 m.

Dadali dapat bermanuver hingga ketinggian 40 meter di atas permukaan air laut. Karena tanpa awak, sehingga hanya perlu menentukan tujuan lokasi, Dadali akan bergerak sendirinya sampai ke lokasi.

Drone pengangkut manusia itu dapat menampung beban hingga 120 kilogram, yang mana 50 kilogramnya merupakan beban barang bawaan di luar berat badan penumpang. Drone ini dapat mengangkut satu penumpang karena memiliki satu tempat duduk.

Saat ini, pihak PT Aeroterrascan dan PT Chroma sedang mengembangkan drone yang diperlukan untuk pengiriman kargo dan logistik sehingga bisa dipakai untuk mengatasi pengiriman barang ke pulau-pulau terluar dan mampu melintasi perairan Indonesia.

Drone ini akan menjadi pengangkut barang antar pulau dengan medan yang sulit dan tidak terjangkau kendaraan. Drone ini jadi solusi,ujar Thomas.

Sementara, drone untuk kargo dan pengiriman logistik sedang dikembangkan untuk mampu mengangkut barang logistik hingga 120 kilogram.

Setelah mengembangkan drone untuk kargo, perusahaan tersebut akan melangkah lagi dengan pengembangan drone untuk keperluan kesehatan, yakni mengangkut seorang pasien misalnya yang terjebak bencana atau kemacetan.

Selain seorang pasien, drone ini dapat membawa hingga 50 kilogram peralatan pendukung kehidupan pasien.

Sementara pada hari kedua juga akan diadakan diskusi Panel dengan tema ” Peranan Institusi R&D dan pendidikan di dalam menunjang pelaksanaan Roadmap Pesawat Terbang Nasional Menuju Indonesia Emas”. AeroSummit 2019 ini merupakan kolaborasi LAPAN, PT Dirgantara Indonesia dan IAEC ( Indonesia Aeronautical Engineering Center) yang diisi dengan Diskusi, FGD dan Workshop maupun Pameran Teknologi hasil buatan putra putri Bangsa Indonesia.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL