Kompetensi Utama

Layanan


Bimbingan Teknis Komunikasi Satelit dengan Radio Genggam dan Antena Sederhana via Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI (IO-86)
26 Sep 2019 • Dibaca : 1017 x ,

Pontianak (23/09) - Berlokasi di pelataran Plasa Tugu Katulistiwa dengan menghadirkan Peneliti dari Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) LAPAN. Bimtek ini dihadiri oleh 200 orang siswa yang terdiri dari 104 orang Mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, 20 Orang Mahasiswa Politèknik Negeri Pontianak (POLNEP), 40 orang siswa - siswi SMKN 01 dan 40 Orang siswa - siswi SMKN 03 Pontianak. “Untuk keadaan yang sangat dibutuhkan dalam keadaan darurat seperti bencana dan atau sistem komunikasi yang rusak, sangat diperlukan alternatif komunikasi.”, ujar Kepala Bidang Diseminasi Pusteksat Wahyudi Hasbi. Atas dasar keadaan tersebut, penggunaan Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI ada juga yang memiliki kemahiran membangun suatu alat sederhana dan sangat berguna yaitu sistem pemancar dan penerima frekuensi radio.

Salah satu kegunaan satelit tersebut diantaranya adalah untuk komunikasi radio dan teknik komunikasi ini didiseminasikan melalui “Bimtek Komunikasi Melalui Satelit Amatir LAPAN – A2/ LAPAN – ORARI (IO-86) dengan Radio Genggam”. Bimtek ini bertujuan untuk mengenalkan suatu sistem komunikasi nirkabel yang dapat digunakan dengan praktis, ekonomis, dan dapat menjadi sarana komunikasi alternatif. Komunikasi suara yang biasa kita gunakan adalah komunikasi melalui telepon seluler, telpon kabel atau pesawat telpon rumahan, akan tetapi kita kurang familiar dengan sistem komunikasi yang justru populer lebih dahulu yaitu komunikasi melalui radio amatir. Komunikasi ini menjadi andalan pada saat keadaan darurat.

Untuk itulah mengapa kita membutuhkan keterampilan komunikasi dengan Handy Talky (HT) dan satelit, karena pada suatu saat pasti kita akan terganggu dengan komunikasi yang kita gunakan sekarang. Sebagai contoh, dengan adanya bencana seperti gempa maka semua Base Transceiver Station (BTS) akan terganggu dan rusak bahkan sumber energi dari PLN juga tidak beroperasi, makan terjadi kerusakan media komunikasi. Dengan uplink di 145.880 dan downlink di 435.880 yang memiliki cakupan luas, maka akan dapat berkomunikasi dengan pihak luar dalam jarak jangkau yang jauh sampai 2000 Km dari tempat sumber komunikasi. Komunikasi melalui satelit sebagai media yang tidak terhalang dan posisinya tinggi di atas ketinggian 650 KmDpl, dengan kemampuan tersebut maka kita dapat berkomunikasi dengan pihak luar dengan jarak jangkau yang sangat jauh bahkan hingga radius 4000 Km lebih dengan sifat yang realtime.

Dalam bimtek ini, para peserta diberikan materi tentang antena dan bagaimana melakukan komunikasi dengan satelit yang akan selalu bisa dirakit dimana saja. Antena yang digunakan adalah jenis Yagi Moxon. Bimtek ini membuktikan hukum - hukum fisika dan membuktikan teori yang didapat dikelas dalam pelajaran elektronika serta komunikasi. Pada kesempatan yang baik ini pula dikenalkan teknologi satelit dimana pembuatan suatu satelit sangat berguna bagi kepentingan umum dan diharapkan akan dapat menarik kecintaan para siswa/ mahasiswa untuk lebih mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi.

Komunikasi radio amatir via satelit ini menjadi jembatan antara bumi dan antariksa dan kembali lagi ke bumi ini sekaligus membuktikan hukum cepat rambat gelombang elektromagnetik. Keberhasilan dari Bimtek ini adalah dapat melakukan komunikasi dengan lawan bicara yang sangat jauh melalui satelit. Dengan kata kunci menginspirasi dan menarik diharapkan generasi penerus akan cinta dan memperdalam ilmu komunikasi via satelit dan mendorong Indonesia memiliki ahli di bidang telekomunikasi via satelit yang handal.

Unggul Satrio selaku Kepala Sub Bagian Komunikasi dan Edukasi Publik juga memperkenalkan layanan edukasi yaitu Edu Hub LAPAN yang merupakan layanan berbasis Android yang akan memiliki beberapa jenis layanan. Layanan ini akan diisi sub konten yang multi fungsi mulai dari permainan hingga koneksi terhadap Peneliti di LAPAN. Diharapkan dengan adanya layanan ini dapat menumbuhkan kecintaan pada bidang penerbangan dan antariksa sehingga akan mendorong penguasaan teknologinya demi tercapainya kemandirian bangsa. Di sela - sela pemberian materi, ada juga penambahan materi dari Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) dan Pusat Inovasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa (Pusispan).

Kepala Bidang Diseminasi Pustekbang, Agus Bayu Utama memaparkan bahwa untuk memantau bumi, saat ini LAPAN dapat menggunakan teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang telah dikembangkan LAPAN. Pesawat Tanpa Awak LSU-02 NGLD (LAPAN Surveillance UAV - 02 New Generation Low Drag) meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia Dunia (MURI) setelah berhasil terbang terjauh 405 kilometer. “Kedepannya, pesawat ini akan diaplikasikan untuk berbagai misi seperti pemantauan, mitigasi bencana, serta untuk memperkuat pengembangan sistem pemantauan maritim berbasis pesawat tanpa awak.”, ujar Agus Bayu Utama. Pada kesempatan ini pula, diberikan materi tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam hal ini LAPAN banyak sekali memiliki hasil litbangyasa yang sudah dipatenkan dan berguna untuk hilirisasi pada dunia industri. Sangat penting proteksi HKI dan ini dilakukan oleh Pusispan dalam keamanan penggunaan HKI LAPAN yang disampaikan Kepala Bidang Inovasi, Henny Sulistyowati. (Humas/UNG)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL