Kompetensi Utama

Layanan


Bimtek Radio Genggam Meriahkan HUT Satelit LAPAN-A2 yang ke-4
Penulis Berita : Humas/DSY • Fotografer : Humas/AZ • 30 Sep 2019 • Dibaca : 712 x ,

Peserta bimtek mempraktekkan komunikasi melalui satelit

Bimbingan Teknis (Bimtek) komunikasi melalui Satelit LAPAN- A2/ LAPAN-ORARI (IO-86) dengan Radio Genggam yang digelar Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) LAPAN sukses digelar. Kegiatan yang berlangsung di kantor Pusteksat, Rancabungur, Bogor, pada 28 September 2019 ini diikuti sekitar 120 peserta. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan daerah.

Bimtek ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi satelit kepada masyarakat. Khususnya mengenai sistem komunikasi nirkabel melalui satelit sebagai sarana komunikasi alternatif ketika terjadi bencana. Sistem komunikasi ini bisa digunakan oleh masyarakat umum karena penggunaannya yang praktis, mudah dan ekonomis.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang implementasi gelombang radio dan frekuensi. Para peserta mendapat materi tentang sejarah teknologi satelit. Peserta juga akan diberikan pemahaman tentang cara merakit antena untuk komunikasi kebencanaan menggunakan radio genggam melalui Satelit LAPAN-A2/LAPAN–ORARI atau yang disebut IO-86. Peserta juga mendapat pemahaman tentang cara berkomunikasi dengan menggunakan satelit amatir, cara menggerakkan antena sesuai dengan pergerakan satelit, cara melihat jadwal satelit, dan lainnya.

Sekitar pukul 09.30 acara Bimtek resmi dibuka oleh Kepala Pusteksat, Mujtahid. Hadir pula Kepala Bidang Diseminasi Pusteksat, Wahyudi Hasbi; Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), serta para tamu undangan lainnya. “Tepat pada hari ini, 28 September 2019 Satelit LAPAN-A2 genap berusia 4 tahun. Terima kasih kepada para engineer dan operator satelit Pusteksat yang sudah menjaga dan menggaungkan satelit buatan anak bangsa,” ujarnya.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang satelit oleh Perekayasa Pusteksat, Mukhayadi. Pusteksat juga mengundang orang pertama yang berhasil melakukan komunikasi radio genggam melalui IO-86 ketika bencana di Palu setahun silam. Ia adalah Joko Santoso, narasumber istimewa yang mau berbagi pengalamannya ketika menyampaikan kondisi di Palu pasca bencana gempa dan tsunami.

Para peserta kemudian diajak berkeliling ke beberapa fasilitas Pusteksat, yaitu Mission Control Centre (MCC), dan Assembly Integration and Test (AIT). Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, sampailah pada acara puncak yaitu Bimtek komunikasi. Para peserta diajak praktik membuat antena sederhana secara langsung dengan didampingi anggota ORARI. Mereka juga diajarkan menggunakan aplikasi AmsatDroid untuk mengetahui arah datang serta lintasan satelit.

Tepat pada pukul 14.10 WIB, para peserta berkumpul di halaman Pusteksat dan mempraktikan langsung komunikasi menggunakan radio genggam melalui satelit LAPAN- A2/ LAPAN-ORARI. Meski sinar matahari sangat terik, para peserta tetap antusias. Agenda tahunan ini ditutup dengan ucapan syukur dan terima kasih dari Kepala Bidang Diseminasi Pusteksat, Wahyudi Hasbi. Ia merasa terharu karena satelit buatan anak bangsa ini bisa berguna sebagai komunikasi alternatif ketika terjadi bencana.

“Berawal dari ide sederhana yang muncul saat ngopi bareng teman-teman, saya tidak menyangka satelit A2 bisa sangat berguna untuk Indonesia. Harapannya semoga ke depan kami tetap bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara,” tutupnya.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL