Kompetensi Utama

Layanan


Siswa dari Banjarmasin Juarai Putaran Final Kompetisi Roket Air Nasional
30 Sep 2019 • Dibaca : 136 x ,

LAPAN yang diwakili Peneliti Pusat Teknologi Roket (Pustekroket) menjadi juri dalam Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2019. Bertempat di Lapangan Rotunda kawasan Universitas Indonesia pada Hari Minggu Pagi 29 September 2019, Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menggelar Putaran Final Nasional. Pemilihan Lokasi didasarkan pada hasil rapat penyelenggara dimana ada beberapa lokasi dari Universitas untuk mengajukan menjadi tuan rumah, tetapi dipilih Universitas Indonesia (UI) yang juga pada minggu pagi itu ada Car Free Day (CFD) di lingkungan UI masyarakat sangat banyak dan antusias melihat acara ini, karena Lomba dimulai pada pukul 08:00 WIB.

Dewan Juri terdiri dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dua Juri dari LAPAN, dan juga Juri dari PP-IPTEK Itu sendiri. Pada lomba di pagi hari itu, tak kurang dari 280 buah Roket Air meluncur dengan 140 orang peserta. Peserta berasal dari berbagai daerah di tanah air dengan kualifikasi Umur 12-16 tahun dengan latar belakang mulai SMP/MTs dan SMA yang masih 16 tahun kebawah. Pemenang Juara 1 berasal dari dari SMA Darul Hijrah Putri Banjarbaru Kalimantan Selatan, Juara 2 dari MAN III Tambak Beras Jombang, dan Juara 3 dari MTsN I Pontianak, dan ada sampai Juara harapan III, Enam pemenang KRAN 2019 berkesempatan untuk menjadi perwakilan delegasi Indonesia dalam ajang International Water Rocket Competition.

Para pemenang ini nantinya akan diikutkan dalam ajang kompetisi roket air tingkat internasional yang akan digelar oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dalam kegiatan Asia-Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) di Jepang. Dalam penyelenggaraan tahun ini, workshop diadakan di PP-IPTEK peserta dibimbing untuk membuat struktur roket air secara baik dengan bahan botol bekas minuman bersoda ukuran besar. Pemilihan botol minuman berjenis ini dikarenakan memiliki ketahanan terhadap tekanan. Dilanjutkan dengan desain sirip pada bagian bawah badan roket juga diajarkan supaya optimal karena desain sirip roket akan mempengaruhi center of gravity.


Berbekal pengetahuan yang telah disampaikan pada materi workshop itu, para siswa berlomba-lomba mendesain roketnya masing-masing untuk meraih hasil yang optimal. Peraturan yang dipakai untuk kompetisi ini mengacu pada peraturan baku internasional dimana jarak ke sasaran sejauh 80 Meter. Dalam penjelasannya, Syachrial Annas selaku Direktur PP-IPTEK menjelaskan bahwa lomba ini menumbuhkan minat dan bakat terhadap sains dimana anak-anak peserta lomba dibawa untuk senang tapi santai dan memadukan dasar teori tentang Fisika, serta memacu kreativitas anak anak peserta lomba dengan desainnya.


Jasyanto selaku Kepala Bagian Humas LAPAN menambahkan bahwa agar para peserta rajin berlatih lagi dalam membuat rancang bangun roket air ini, diharapkan mereka lebih memahami karakter dari roket air maka akan diraih hasil yang optimal. Dan juga bagi yang belum juara harus terus berlatih dan kembangkan kreativitas. Kegagalan roket peserta juga ada faktor hempasan dari angin yang dapat menyebabkan arah akan berubah.










Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL