Kompetensi Utama

Layanan


Badai Karhutla Segera Berlalu: Jambi 30 Hot Spot, Riau Tinggal 1
Penulis : Redaksi • Media : kaltengpos.co • 01 Oct 2019 • Dibaca : 1140 x ,

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah terus berkurang. Hujan yang terus turun mengurangi titik api (hot spot). Jarak pandang pun berangsur-angsur mulai normal. Namun, Provinsi Kalimantan Tengah belum sepenuhnya bebas dari asap.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah (Kalteng) Dimas Hartono menyebutkan, Sabtu siang (28/9) indeks standar pencemar udara (ISPU) di Kota Palangka Raya sempat membaik. Namun, kemarin pagi (29/9) udara kembali pekat dipenuhi asap dengan indeks PM 10 di angka 645 alias berbahaya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi penurunan signifikan jumlah titik panas di wilayah Indonesia. Menurut pantauan satelit Modis (Terra-Aqua), Suomi NPP, dan NOAA-20 selama tiga hari terakhir, yakni 26–28 September 2019, ada penurunan sebesar 78 persen bila dibandingkan dengan seminggu sebelumnya. ”Jumlah hot spot di wilayah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Timur fluktuatif. Sedangkan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan fluktuatif cenderung menurun sampai 28 September 2019,” jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo.

Sementara itu, di Jambi, dalam sembilan hari terakhir ada penurunan hot spot yang sangat signifikan. Pada 21 September, jumlah hot spot mencapai 799 titik. Namun, kemarin tinggal 30 titik api. Demikian pula Riau. Berdasar pantauan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hingga pukul 19.55, hanya ada satu titik api dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen. Hal tersebut membuat jarak pandang lambat laun pulih. ”Sekitar 7–10 km,” ujar Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT Posko TMC Pekanbaru Samba Wirahma.

Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, asap bahkan mulai menghilang. Jarak pandang mulai normal. Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT Posko TMC Palangka Raya Faisal Sunarto menuturkan, jarak pandang di sekitar Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, sudah mencapai 7.000 meter. Hujan dengan intensitas sedang terus mengguyur sejak Kamis (26/9).

”Puncak hot spot tertinggi terjadi Rabu (25/9), mencapai 1.875 titik api. Namun, Sabtu (28/9) tersisa 14 hot spot,” tutur Faisal.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menambah jumlah segel pada lahan perusahaan yang terbakar. Pada 25 September, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK telah menyegel 56 lahan milik perusahaan yang terbakar. Selanjutnya, pada 28 September, jumlahnya bertambah menjadi 62 lahan.(jpg)



Sumber : https://www.kaltengpos.co/berita/-32607-badai_karhutla_segera_berlalu:_jambi_30_hot_spot,_riau_tinggal_1.html#








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL