Kompetensi Utama

Layanan


HAPS Diperkirakan Bakal Jadi Jaringan Telekomunikasi Baru
Penulis : Rahmad Fauzan • Media : Bisnis.com • 01 Oct 2019 • Dibaca : 824 x ,

High-altitude platform station (HAPS) diperkirakan menjadi jaringan telekomunikasi baru di Indonesia setelah jaringan tulang punggung, serat fiber, dan satelit.

Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam Sigit Priyono mengatakan perlunya penerapan teknologi HAPS tidak terlepas dari rentannya jaringan telekomunikasi yang sudah ada terhadap kerusakan ketika terjadi bencana alam, terutama gempa bumi.

"Teknologi HAPS ini memang cocok untuk negara kepulauan. Terutama karena negara-negara tersebut rawan bencana," ujar Sigit kepada Bisnis di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Dia mencontohkan kerusakan jaringan telekomunikasi pada saat gempa Palu beberapa waktu lalu. Menurut Sigit, kejadian seperti itu ke depannya dapat diatasi dengan diterapkannya tenologi HAPS di Indonesia.

Adapun, selain untuk diterapkan dalam kondisi darurat seprti bencana alam, HAPS juga akan diterapkan untuk kebutuhan pengawasan maritim, terutama untuk mengawasi kegiatan-kegiatan ilegal seperti pencurian ikan di perairan Indonesia.

Meski demikian, penerapan teknologi tersebut di Indonesia tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini, pemerintah dikatakan masih berada di tahap observasi, penjajakan, dan pengembangan.

Namun, tidak hanya Indonesia. Negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara juga belum memulai penerapan teknologi HAPS. Menurut Sigit, kondisi tersebut merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk dapat mencuri start.

Di Indonesia sendiri, penerapan teknologi HAPS dikatakan bakal sangat bergantung dari langkah politik dan visi misi pemerintah ke depan. Namun, beberapa hal seperti membangun kesadaran, menentukan tingkat urgensi, dan masalah pembiayaan masih menjadi pertimbangan pemerintah.

Selain itu, pembahasan teknologi HAPS akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pasalnya, lanjut Sigit, dalam penerapannya teknologi tersebut terikat dengan penegakan kedaulatan teritorial sehingga diperlukan fungsi kontrol dari TNI AU sesuai dengan peraturan perundang-perundangan.

Adapun, teknologi HAPS yang menyediakan layanan wireless narrowband serta telekomunikasi broandband beroperasi pada ketinggian 5–20 km di lapisan stratosfer.

"20 km sampai 30 km masih di bawah kedaulatan Indonesia. Karena sesuai dengan peraturan perundang-undangan wilayah di bawah 110 km berada di bawah kedaulatan negara," imbuhnya.

Ke depan, penerapan teknologi HAPS diharapkan dapat mendorong industri lokal agar bisa berperan aktif bersama-sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), pihak lembaga dan kementerian, dan pelaku industri telekomunikasi.

"Ini sebenanrnya tempat bersatunya stakeholder teknologi. Inilah sebenarnya miniatur teknologi indonesia," ujarnya. 








Related Posts
Amateur helicopter maker wishes to complete his project
19 Nov 2019
Jakarta (ANTARA) - Jujun Junaedi, an amateur helicopter maker from a village in Sukabumi, West Java, hopes to complete his own-cost production of an aircraft following discussions with researchers at…
HAPS Diperkirakan Bakal Jadi Jaringan Telekomunikasi Baru
02 Oct 2019
Bisnis.com, JAKARTA - High-altitude platform station (HAPS) diperkirakan menjadi jaringan telekomunikasi baru di Indonesia setelah jaringan tulang punggung, serat fiber, dan satelit.Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam Sigit…
HAPS Diperkirakan Bakal Jadi Jaringan Telekomunikasi Baru
01 Oct 2019
High-altitude platform station (HAPS) diperkirakan menjadi jaringan telekomunikasi baru di Indonesia setelah jaringan tulang punggung, serat fiber, dan satelit.Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam Sigit Priyono mengatakan perlunya…
Agar Tak Mudah Disadap, Pejabat Bisa Pake JAM
28 Aug 2019
RMco.id Rakyat Merdeka - DI era digital sekarang ini, Jaringan Aman Mandiri (JAM) sudah sangat mendesak guna mewujudkan kedaulatan telekomunikasi. Apalagi, penggunaan jaringan komunikasi khususnya Internet publik selalu berpotensi menimbulkan…
Indonesia unveils passenger aircraft for remote regions
11 Dec 2015
Plane N219 disclosed to the pubic on Rool Out or Premiere of aircraft in the hangar N219 PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, West Java, on Thursday (December 10, 2015). (ANTARA/Fahrul…
Indonesia participating in GNSS training
26 Aug 2014
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia currently has the capability to control satellite navigation applications and is working towards developing the system, stated an official."We have just mastered aspects related to satellite…

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL