Kompetensi Utama

Layanan


Ratusan Petugas Gabungan Padamkan Api di Hutan Gunung Semeru, Polisi Sebut Penyebabnya karena ini
Penulis : Redaksi • Media : surya.co.id • 02 Oct 2019 • Dibaca : 1057 x ,

Surya.co.id, LUMAJANG - Ratusan petugas gabungan, relawan, dan warga memadamkan titik api penyebab kebakaran di kawasan Gunung Semeru, Selasa (1/10/2019). Personel gabungan TNI, POLRI, BPBD, TNBTS maupun relawan pecinta alam itu memulai pemadaman dari Desa Ranupani Kecamatan Senduro, Lumajang.

Personel pemadaman diberangkatkan oleh Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, dan Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi.

Sebelum pemberangkatan, mereka dibagi dalam beberapa kelompok agar penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) cepat diselesaikan.

Mereka disebar di beberapa titik api yang diketahui melalui satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban mengatakan, kebakaran di kawasan TNBTS di seputaran Gunung Semeru sudah berkurang dibandingkan beberapa hari lalu.

“Titik api sudah jauh berkurang dari yang sebelumnya ada 70 hot spot, saat ini sisa 4 hot spot titik api. Beberapa berada di medan yang sangat curam di lereng dengan kemiringan 70 derajat," ujar Arsal dalam siaran pers, Selasa (1/10/2019).

Tanaman yang terbakar adalah semak belukar. Sejumlah pohon besar juga ikut terbakar di bagian luar tubuh pohonnya.

“Semua pihak baik dari TNI, Polri, BPBD, TNBTS dan masyarakat semuanya telah bekerja secara maksimal agar kebakaran hutan di wilayah taman nasional ini segera teratasi. Seluruh personel telah kami kerahkan semua, peralatan untuk memadamkan api juga kami siapkan semuanya," imbuhnya.

Penyebab kebakaran hutan itu, lanjut Arsal, sejauh ini karena faktor alam yaitu musim panas yang berkepanjangan. Hal ini diperkuat dengan titik api yang ditemukan adalah di areal yang sulit dijangkau oleh manusia.

Arsal juga mengimbau kepada warga yang akan mendaki Gunung Semeru agar bersabar dahulu.

“Bagi pecinta alam, sebaiknya bersabar dulu karena jalur pendakian ditutup. Kami tak mau berisiko dengan membuka jalur pendakian,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Balai Besar TNBTS menyebut kebakaran hutan di seputaran Gunung Semeru (3.676 Mdpl) seluas 97 hektare.

Luas lahan terbakar berpotensi meluas sebab masih ditemukan titik api di kawasan Po’o Senthong dan Gunung Lanang.

Sejak terbakar pada 17 September 2019, petugas berhasil memadamkan api di beberapa kawasan.

Yakni Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Ayek-ayek dan Pusung Gendero. Begitu juga dengan titik api di Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-oro Ombo, dan Watu Tulis.



Sumber : https://surabaya.tribunnews.com/2019/10/01/ratusan-petugas-gabungan-padamkan-api-di-hutan-gunung-semeru-polisi-sebut-penyebabnya-karena-ini








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL