Kompetensi Utama

Layanan


PLN Gandeng 5 PTN, LAPAN, dan TNI AD
Penulis : Redaksi • Media : jpnn • 04 Oct 2019 • Dibaca : 152 x ,

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Human Capital Management (HCM) PLN Muhamad Ali mengatakan, upaya melistriki wilayah Papua dan Papua Barat tersebut tidak mudah dilakukan.

Sampai Juli 2019 rasio elektrifikasi Provinsi Papua adalah 48,5 persen dan Papua Barat 91,22 persen.

Dengan jumlah desa 7.358 (sesuai Permendagri No. 137/2017), masih ada sekitar 1.724 desa yang masih gelap gulita.

Itulah awal mula yang sekaligus menjadi dasar pertimbangan, PT PLN (Persero) Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua, menetapkan program inisiatif strategis,”Ekspedisi Papua Terang,” di tahun 2018. Langkah awal yang dilakukan PLN untuk membangun sistem kelistrikan, adalah mengadakan survei kelistrikan, yang menjadi dasar menentukan tahapan atau langkah berikutnya.

Karena itu menurut Ali, sebagai kelanjutan dari Ekspedisi Papua Terang tahun ini PLN menetapkan “Program 1.000 Renewable Energy for Papua,” yang merupakan kerja sama PT PLN (Persero) Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua dengan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Cenderawasih, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Vita Khairunnisa, alumnus Mapala Departemen (Jurusan) Geografi Universitas Indonesia yang ikut dalam Ekspedisi Papua Terang 2018, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti ekspedisi tersebut.

Sejumlah manfaat diperolehnya antara lain berkesempatan melakukan riset sistem informasi geografis untuk pengembangan riset lebih lanjut, khususnya untuk memperoleh data pendukung secara lebih praktis dan efisien.

“Mengingat pelaksanaan riset sangat mahal apabila dilakukan sendiri, maka dengan mengikuti EPT, kami yang di tahun lalu juga tengah menyusun tugas akhir (skripsi), dapat sekaligus melakukan survei dan analisisnya. Memang tugas akhir saya dilakukan di daerah yang berbeda dengan lokasi EPT. Namun karena tema yang saya ambil untuk tugas akhir dengan tujuan EPT, maka dapat dilakukan data kompilasi dan kelengkapannya,” jelas gadis kelahiran 1996 ini.

Sejumlah manfaat diperolehnya antara lain berkesempatan melakukan riset sistem informasi geografis untuk pengembangan riset lebih lanjut, khususnya untuk memperoleh data pendukung secara lebih praktis dan efisien.

“Mengingat pelaksanaan riset sangat mahal apabila dilakukan sendiri, maka dengan mengikuti EPT, kami yang di tahun lalu juga tengah menyusun tugas akhir (skripsi), dapat sekaligus melakukan survei dan analisisnya. Memang tugas akhir saya dilakukan di daerah yang berbeda dengan lokasi EPT. Namun karena tema yang saya ambil untuk tugas akhir dengan tujuan EPT, maka dapat dilakukan data kompilasi dan kelengkapannya,” jelas gadis kelahiran 1996 ini.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL