Kompetensi Utama

Layanan


Kabut Asap Makin Parah, Sekolah di Palembang Diliburkan
Penulis : aji yk putra • Media : tribunjogja.com • 15 Oct 2019 • Dibaca : 100 x ,

TRIBUNJOGJA.COM - Kota Palembang dan beberapa kota di sekitarnya terpapar kabut asap ekstrem, sehingga membuat jarak pandang berkurang drastis pada Senin (14/10/2019).

Akibat kabut asap dari Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini, aktivitas belajar mengajar pun diliburkan.

Menurut pesan digital yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Palembang, kegiatan belajar mengajar diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Bambang Beny Setiaji mengatakan, angin permukaan umumnya dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan 5-20 knot (9-37kilometer/per jam).

Kondisi ini mengakibatkan potensi masuknya asap akibat kebakaran hutan dan lahan ke wilayah kota Palembang.

Selain itu, sumber dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat, beberapa titik panas di wilayah sebelah tenggara kota Palembang, memiliki tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

Hal itu berkontribusi masuknya asap ke wilayah kota Palembang dari Banyuasin, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran, Pemulutan, Cengal, Pematang Panggang dan Mesuji.

Total titik panas untuk wilayah Sumsel sebanyak 260 titik. Titik panas terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan jumlah 139 titik panas dan Kabupaten Banyuasin sebanyak 67 titik panas.

"Kondisi ini menjadikan kondisi paling ekstrem selama berlangsungnya karhutla dengan indikasi kuantitas dan jarak pandang yang terjadi," kata Bambang.

Menurut Bambang, intensitas asap umumnya meningkat pada pagi hari (04.00-08.00 WIB) dan sore hari (16.00-20.00).

"Hal itu disebabkan labilitas udara yang stabil (tidak ada massa udara naik) pada waktu-waktu tersebut,"kata Bambang.

Bambang mengatakan, fenomena asap tersebut diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara.

Indikasi lainnya, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, mengganggu pernapasan dan matahari terlihat berwarna oranye/merah pada pagi/sore hari.

Hal ini berpotensi memburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi (partikel basah/uap air), sehingga membentuk fenomena kabut asap yang umumnya terjadi pada pagi hari.

"Jarak pandang terendah pada pagi hari ini berkisar hanya 50-150 meter dari jam 06.30-08.30 WIB, dengan kelembapan pada saat itu 95-96 persen. Keadaan ini berdampak pada 7 penerbangan di Bandara SMB II Palembang mengalami delay,"ujar Bambang.

Bambang mengatakan, curah hujan diperkirakan akan terjadi pada tiga hari ke depan. (Tribun Jogja/Aji YK Putra)



Sumber : https://jogja.tribunnews.com/2019/10/14/kabut-asap-makin-parah-sekolah-di-palembang-diliburkan?page=2









Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL