Kompetensi Utama

Layanan


Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam
Penulis : Redaksi • Media : radartegal.com • 15 Oct 2019 • Dibaca : 752 x ,

JAKARTA - Tujuh helikopter bom air dikerahkan untuk penanganan darurat kebakaran hutan lahan (karhutla) dan kabut asap di Sumatera Selatan. Operasi teknologi modifikasi cuaca juga telah menebarkan 14.300 kilogram garam NaCl. Operasi udara yang dilakukan didukung personel darat gabungan mencapai 8.000 orang lebih.

"Penanganan darurat di wilayah Sumatera Selatan masih terus berlangsung hingga kini. Air yang digunakan untuk bom air sudah mencapai 66 juta liter," jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, kemarin (14/10).

Hingga Senin pukul 09.00 WIB, titik panas di Sumatera Selatan mencapai 1.184 titik, berdasarkan citra satelit modis-catalog Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) selama 24 jam. "Arah sebaran asap di Sumatera Selatan menyebar ke arah Barat Laut. Terpantau titik panas berada di wilayah-wilayah, seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin," tuturnya.

Kebakaran hutan lahan dan kabut asap di Sumatera Selatan yang mengganggu kegiatan masyarakat akhirnya membuat Pemerintah Kota Palembang meliburkan kegiatan pendidikan.”Kualitas udara berdasarkan indikator PM2,5 di wilayah Sumatera Selatan mencapai pada tingkat berbahaya atau pada angka 921,” jelasnya.

Kualitas udara di Ibu kota Provinsi Sumsel itu mencapai level hingga di atas 250 mikrogram/m3. Sesuai kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), jika kualitas udara berapa pada level 0-50 mikrogram/m3 dalam kondisi baik, sedangkan pada level 50-150 sedang, 150-250 tidak sehat, 250-350 sangat tidak sehat, dan pada level lebih dari 350 mikrogram/m3 berbahaya.

Berdasarkan data sementara dalam dua bulan terakhir ada ratusan warga terkena Ispa yang telah diberikan pelayanan kesehatan dengan baik. Untuk mencegah semakin banyak warga terkena Ispa, pihaknya berupaya mengimbau warga agar menggunakan masker untuk meminimalkan kontak langsung dengan asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah Sumatera Selatan.

Selain menggunakan masker, untuk menghindari penyakit Ispa dan gangguan kesehatan lainnya akibat udara tercemar asap karhutla, warga diimbau untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), ujar kadinkes.

Sebelumnya kabut Asap pekat sebagai dampak dari Karhutla yang terjadi di Provinsi Jambi kembali menyelimuti Kota Jambi. Dalam dua hari terakhir, pada pagi hari kabut asap di Kota Jambi begitu pekat. Asap ini merupakan asap kiriman dari daerah kabupaten yang mengalami karhutla di provinsi itu.

Terpisah, Guru Besar dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Azwar Maas mengatakan lahan gambut yang sudah terbakar disarankan agar tidak ditanami dengan tumbuhan lahan kering. "Konsesi yang lahannya terbakar tersebut bisa menanam sagu atau tanaman hutan jenis lainnya," terangnya, lewat sambungan telepon.

Ia menjelaskan apabila gambut yang sudah terbakar kembali ditanami dengan tanaman lahan kering, maka harus menyesuaikan kembali. Di sisi lain, gambut tersebut membutuhkan cadangan air.

Namun, apabila tanaman tersebut bisa beradaptasi dengan kondisi lahan gambut tidak ada masalah. Hal itu pun harus didukung dengan tutupan tanah yang cukup lebat untuk menghindarkan gambut yang mudah kering. "Akar tanaman-tanaman yang cukup tinggi itu bisa masuk ke tanah sehingga air yang ada di dalam bisa naik ke permukaan," katanya.

Selain menyarankan agar tidak melakukan penanaman tumbuhan di lahan kering, Azwar Maas menyebut pencegahan kebakaran dan pengaturan muka air merupakan langkah-langkah memperpanjang umur gambut. "Salah satu penyebab kebakaran hutan dan lahan diakibatkan oleh defisit air yang berlebihan oleh sebab itu perlu menjadi perhatian," katanya.

Pada dasarnya, kata dia, pemerintah, konsesi dan pihak terkait hanya bisa memperpanjang umur gambut agar terhindar dari kebakaran. Karena, lahan yang sudah bukan hutan alami akan selalu mengalami penurunan.

Lebih jauh ia menjelaskan, apabila lahan gambut sudah digarap maka akan ada proses subsidens atau gerakan udara secara perlahan ke bawah, pelepasan karbon serta kebakaran.

Seperti diketahui BNPB menyatakan sejak Januari hingga Agustus 2019 tercatat 328.722 hektare (ha) lahan terbakar akibat karhutla di sejumlah daerah di Indonesia.Untuk Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 19.490 ha, Kalimantan Tengah 44.769 ha, Kalimantan Barat 25.900 ha, Riau 49.266 ha, Jambi 11.022 ha dan Sumatera Selatan 11.826. 

LINK
https://radartegal.com/berita-nasional/kurangi-kabut-asap-karhutla-bnpb-tebar-14300-kg.36336.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL