Kompetensi Utama

Layanan


Karhutla Belum Teratasi, Seluruh Sekolah di Kota Jambi Diliburkan
Penulis : Redaksi • Media : beritasatu.com • 18 Oct 2019 • Dibaca : 590 x ,

Jambi, Beritasatu.com - Seluruh satuan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Kota Jambi dan beberapa kabupaten yang diselimuti asap tebal akhirnya diliburkan. Libur SMA dan sedarajat tersebut diberlakukan selama tiga hari, Kamis – Sabtu (17 – 19/9/2019).

“Kami terpaksa meliburkan seluruh SMA dan sederajat karena asap yang menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten semakin tebal dan kualitas udara sangat buruk. Sebelumnya, sejak Senin – Selasa (14 – 15/10/2019), kami hanya mengurangi jam belajar siswa akibat asap,”kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Agus Herianto di Kota Jambi, Rabu (16/10/2019) malam.

Dijelaskan, selain meliburkan siswa, ibu guru yang sedang hamil atau mengandung dan menyusui juga diberikan dispensasi tidak masuk sekolah selama asap tebal masih menyelimuti daerah itu. Sedangkan para guru dan staf administrasi sekolah tetap masuk kerja seperti biasa.

“Kami juga meminta guru memberikan pekerjaan rumahkepada para siswa agar siswa tetap belajar di rumah. Penggunaan masker di luar ruangan juga tetap kami wajibkan bagi guru – guru yang masuk kerja,”katanya.

Dijelaskan, berdasarkan data yang diterima Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dariDinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi, Rabu pagi hingga siang sempat mencapai 1.360 partikel per million (ppm) atau kategori udara sangat berbahaya membuat Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memutuskan meliburkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat selama tiga hari, Kamis – Sabtu (17 -19/10/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Agus Herianto di Jambi, Rabu mengatakan, asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi Rabu membuat kualitas udara benar-benar sangat berbahaya. Dalam kondisi kualitas udara seperti itu, tidak dimungkinkan lagi siswa tetap sekolah. Siswa harus diliburkan di tengah kondisi udara yang berbahaya agar mereka tidak sampai terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).



Sumber : https://www.beritasatu.com/nasional/580406/karhutla-belum-teratasi-seluruh-sekolah-di-kota-jambi-diliburkan

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Arman mengatakan, pihaknya juga terpaksa meliburkan seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sabtu menyusul asap tebal dan kualitas udara yang berbahaya. Sebelumnya, Senin – Rabu, pihak Dinas Pendidikan Kota Jambi hanya meliburkan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) serta mengurangi jam belajar SD dan SMP.

“Melihat kondisi udara semakin berbahaya dan mengancanm kesehatan siswa, kami terpaksa meliburkan SD dan SMP. Namun para guru tetap diminta memberikan pekerjaan rumah kepada siswa agar siswa tidak sampai ketinggalan pelajaran,”ujarnya.

Masih Tebal

Sementara itu hujan lebat yang mengguyur Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Timur dan beberapa kabupaten di Jambi, Rabu (16/10) sore sekitar dua jam, mulai pukul 15.30 – 17.30 WIB, belum sepenuhnya mampu memadamakna kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan menghalau asap di Jambi. Hujan tersebut hanya mampu membuat asap menipis beberapa jam Rabu petang dan malam hari. Asap kembali tebal Kamis (17/10/2019) subuh hingga pagi akibat karhutla yang belum padam total.

Pantauan Suara Pembaruan di Kota Jambi, Kamis (17/10/2019), asap tebal masih menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten. Bau asap terasa hingga ke dalam rumah, menyesakkan pernafasan dan membuat mata perih. Asap juga membuat jarak pandang di Kota Jambi, Kamis pagi terbatas hanya sekitar 500 meter.

Terbatasnya jarak pandang tersebut membuat penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi, Kamis pagi lumpuh. Pantauan SP di bandara tersebut, Kamis pagi sekitar pukul 06.00 – 07.00 WIB, tidak ada pesawat yang berangkat dan mendarat akibat asap tebal. Sementara itu ISPU di Kota Jambi, Kamis pagi mencapai 300 ppm atau masuk kategori udara sangat tidak sehat.

ISPA Meningkat

Sementara itu asap tebal yang membuat kualitas udara terus memburuk di Kota Jambi dua pekan terakhir menyebabkan kasus ISPA di kota itu meningkat drastis. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Jamb, Ida Yuliati, jumlah warga Kota Jambi yang terserang penyakit ISPA sejak 1 – 16 Oktober 2019 mencapai 4.215 orang.

“Berdasarkan data yang kami himpun dari dua rumah sakit dan 20 unit puskesmas di Kota Jambi dua pekan terkahir, penderita ISPA mencapai 4.215 orang. Sekitar 60% penderita ISPA berusia anak-anak dan remaja. Sedangkan ibu-ibu hamil yang terserang ISPA di Kota Jambi mencapai 66 orang,”ujarnya.

Dijelaskan, total kasus ISPA di Kota Jambi sejak Agustus – September – Oktober sudah mencapai 24.631 kasus. Mengantisipasi terus meningkatnya kasus ISPA di tengah kualitas udara yang masih buruk, seluruh puskesmas di Kota Jambi tetap siaga dan menyiapkan ruangan khusus untuk penderita ISPA.

“Puskesmas di Kota Jambi juga membuat posko khusus mengantisipasi dampak asap. Selain itu puskesmas keliling juga member layanan khusus terkait dampak asap. Kemudian kami juga sudah membagikan 50.000 masker kapad warga Kota Jambi,”katanya.

Sementara itu pantauan satelit Terra/Aqua milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), titik api di Jambi masih banyak kendati hujan sudah mengguyur daerah itu Rabu sore. Total titik api di Provinsi Jambi, Rabu (16/10/2019) hingga Kamis (17/10/2019) mencapai 46 titik.

Titik api tersebut tersebar di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi sebanyak 13 titik, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjungjabung Timur (28 titik) dan Kecamatan Rantau Rasau, Tanjungjabung Timur (lima titik). Titik api di Kecamatan Kumpeh, Muarojambi berada di tiga desa, yakni Seponjen,Londerang dan Sogo. Titik api di Kecamatan Sadu, Tanjungjabung Timur berada di Desa Sungai Cemara, Labuhan Pering dan Sungai Benuh. Sedangkan titik api di Keamatan Rantau Rasau, Tanjungjabung Timur berada di Desa Simpang.

Secara terpisah Kepala Pasukan Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan, Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Berbak, Tanjungjabung Timur, Yuda mengatakan, pemadaman karhutla di Kecamatan Sadu masih terus dilanjutkan. Sebagian titik api di Sadu sudah dapat dipadamkan.Namun sebagian lagi masih terus menyala dan sulit dipadamkan karena berada di tengah hutan gambut.

“Puluhan anggota pasukan kami masih di lapangan memadamkan karhutla. Lokasi karhutla di Sadu yang menjadi prioritas pemadaman, yakni kawasan Taman Nasional berbak Sembilang (TNBS),”katanya.

Hal senada juga diakui Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan (Karhutla) Muarojambi, Mayor TNI (Infanteri) Beny. Menurut Benny pasukan pemadam karhutla di Muarojambi masih terus berupaya memadamkan karhutla di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi.

“Pemadaman yang kami lakukan sejak Selasa – Rabu, dibantu hujan yang turun Rabu sore membantu mengurangi titik api. Titik api di Kumpeh Muarojambi yang mencapai 57 titik, Rabu sudah berkurang menjadi 13 titik, Kamis ini,”katanya.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL